Review
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (4)
Selasa, 31 Januari 2023 | 11:45 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 31 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (3)
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Reportase

The Fed Naikkan Suku Bunga, Menkeu Waspadai Dampaknya ke Arus Modal

A+
A-
2
A+
A-
2
The Fed Naikkan Suku Bunga, Menkeu Waspadai Dampaknya ke Arus Modal

Menteri Keuangan Sri Mulyani. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan seluruh negara perlu mewaspadai dampak kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin oleh bank sentral AS atau The Fed terhadap arus keluar modal asing (capital outflow).

Sri Mulyani mengatakan kenaikan suku bunga The Fed biasanya akan menyebabkan capital outflow pada negara-negara berkembang. Namun, ia memandang kondisi perekonomian Indonesia sejauh ini relatif kuat di tengah di tengah risiko tersebut.

"Kita tetap harus waspada terhadap kemungkinan gejolak dari capital flow itu karena kenaikan suku bunga yang sangat hawkish," katanya, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: DJBC Bisa Minta Dokumen SPT Pajak ke Penerima Fasilitas TPB dan KITE

Sri Mulyani menuturkan kenaikan suku bunga The Fed telah sesuai dengan prediksinya. Tingginya tingkat inflasi di AS hingga 8,3% pada Agustus 2022 sudah diramalkan akan direspons The Fed dengan menaikkan suku bunga.

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin menjadi 3%-3,25%. Kebijakan itu diperkirakan masih akan berlanjut hingga laju inflasi di AS telah terkendali.

Kenaikan tingkat inflasi memang sedang menjadi ancaman besar bagi sejumlah negara, termasuk AS. Saat The Fed masih agresif menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, negara berkembang juga perlu mewaspadai risiko capital outflow.

Baca Juga: NPWP Bisa Aktif Otomatis Jika Wajib Pajak Non-Efektif Lapor SPT

"Mungkin setiap negara harus makin memperkuat saja keamanan dan resiliensinya mereka. Tentu yang pertama adalah neraca pembayaran mereka," ujar Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia saat ini tergolong baik di tengah tren kenaikan harga komoditas pangan dan energi. Neraca perdagangan juga masih surplus selama 28 bulan berturut-turut dan cadangan devisa juga relatif stabil. (rig)

Baca Juga: Transaksi dengan Pemotong Pajak, WP PPh Final UMKM Perlu Ajukan Suket

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : menkeu sri mulyani, arus modal, modal asing, The Fed, suku bunga, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 02 Februari 2023 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Tarif Cukai 2023 Naik, DJBC Gencarkan Penindakan Rokok Ilegal

Kamis, 02 Februari 2023 | 16:00 WIB
MALAYSIA

Perbanyak Acara Olahraga, Menpora Ini Minta Insentif Pajak Ditambah

Kamis, 02 Februari 2023 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Ungkap Sederet Tantangan Indonesia Menjadi Negara Maju

Kamis, 02 Februari 2023 | 15:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

BI Prediksi Inflasi akan Kembali Normal pada Semester II/2023

berita pilihan

Minggu, 05 Februari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

DJBC Bisa Minta Dokumen SPT Pajak ke Penerima Fasilitas TPB dan KITE

Minggu, 05 Februari 2023 | 15:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

NPWP Bisa Aktif Otomatis Jika Wajib Pajak Non-Efektif Lapor SPT

Minggu, 05 Februari 2023 | 14:00 WIB
PP 55/2022

Transaksi dengan Pemotong Pajak, WP PPh Final UMKM Perlu Ajukan Suket

Minggu, 05 Februari 2023 | 13:00 WIB
KANWIL DJP BANTEN

Bikin Rugi Negara Rp1,7 M, Tersangka Pajak Diserahkan ke Kejaksaan

Minggu, 05 Februari 2023 | 12:00 WIB
PP 55/2022

Bantuan BPJS kepada Wajib Pajak Tertentu yang Bebas Pajak Penghasilan

Minggu, 05 Februari 2023 | 11:30 WIB
INDIA

Ada Rezim Pajak Baru, Saham Perusahaan Asuransi Anjlok Sampai 10%

Minggu, 05 Februari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Penyebab Faktur Pajak Dianggap Tidak Dibuat

Minggu, 05 Februari 2023 | 10:30 WIB
PP 50/2022

Penyebab Pemeriksaan Bukper Ditindaklanjuti dengan Penyidikan

Minggu, 05 Februari 2023 | 10:00 WIB
SPANYOL

Bank di Negara Ini Ramai-Ramai Tolak Kebijakan Windfall Tax

Minggu, 05 Februari 2023 | 09:30 WIB
KOTA SURAKARTA

Tagihan PBB di Solo Naik Drastis, Begini Penjelasan Wali Kota Gibran