Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Terealisasi 100%, Ini Keinginan Wapres untuk Kartu Prakerja 2021

A+
A-
1
A+
A-
1
Terealisasi 100%, Ini Keinginan Wapres untuk Kartu Prakerja 2021

Warga penerima manfaat menunjukkan Kartu Prakerja miliknya usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (15/12/2020). Setelah membuka 11 gelombang pendaftaran Kartu Prakerja dengan 5,9 juta peserta dan total anggaran Rp20 triliun, pemerintah memastikan program Kartu Prakerja berlanjut pada 2021 dengan syarat penerima manfaat pada 2020 tidak bisa lagi ikut serta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww)
 

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memastikan program subsidi bantuan sosial kartu prakerja akan berlanjut pada tahun depan karena masih banyak warga yang membutuhkannya.

Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan terdapat 43 juta orang Indonesia yang mendaftar kartu prakerja tahun ini, tetapi kuotanya terbatas hanya untuk 5,6 juta peserta.

Baca Juga: Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

"Karena pekerja yang telah mendaftar program prakerja ini mencapai 43 juta orang, maka pemerintah memutuskan Insyaallah melanjutkan kegiatan ini pada tahun 2021," katanya dalam sebuah webinar, Senin (28/12/2020).

Maruf mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak tenaga kerja mengalami pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan, serta para UMKM harus menutup usahanya. Sementara di sisi lain, jumlah angkatan kerja akan terus bertambah setiap tahun.

Dia menilai kartu prakerja sebagai program yang disusun secara extraordinary untuk membantu mengurai masalah ketenagakerjaan tersebut. Melalui program tersebut, pemerintah ingin membantu para pekerja meningkatkan keterampilan sehingga mudah mencari kerja atau membuka usaha.

Baca Juga: Dapat Imbauan dari AR, Mending Ikut PPS atau Pembetulan SPT Tahunan?

Maruf lantas mengapresiasi kinerja Badan Pelaksana (Project Management Officer/PMO) Kartu Prakerja dan para mitra sehingga tingkat kepesertaan program sudah mencapai 100% tahun ini.

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) maupun PMO juga menunjukkan lebih dari 80% peserta menyatakan keterampilannya meningkat setelah mengikuti program.

Maruf berharap para peserta bisa membagikan pengalamannya mengikuti program kartu prakerja kepada pekerja lain, sehingga semakin banyak yang berpartisipasi tahun depan. Sementara kepada PMO, dia ingin ada berbagai perbaikan agar pelaksanaan kartu prakerja semakin optimal.

Baca Juga: Progres PPS Melandai, DJP Yakin Peserta Ramai pada 1 Bulan Terakhir

"Saya berharap berbagai kendala yang dihadapi atau aspirasi peserta tahun 2020 ini dapat memicu inovasi baru pada pelaksanaan program kartu prakerja pada 2021 sehingga pelaksanaan program ini bisa berjalan lebih optimal lagi," ujarnya.

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengungkapkan anggaran pelatihan dan insentif kartu prakerja 2021 sekitar Rp10 triliun, separuh dari anggaran tahun ini. Dalam pelaksanaannya, peserta yang memperoleh kartu prakerja tahun ini tidak mendapat bantuan lagi. (Bsi)

Baca Juga: Kesempatan Ikut PPS Belum Tertutup, DJP: Masih Berlangsung 41 Hari!
Topik : kartu prakerja, 2021, 6 juta orang, covid-19, virus corona

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Mochamad Nezar Gribaldy

Senin, 28 Desember 2020 | 19:40 WIB
dengan adanya kartu prakerja ini semoga dapat meningkatkan skill yg dipelajari dan juga membantu meringankan kondisi ekonomi bagi penerima
1

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 10 Mei 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Wapres Minta Gubernur Beri Insentif Perpajakan untuk UMKM di Daerah

Senin, 09 Mei 2022 | 12:15 WIB
INDIKATOR SOSIAL DAN KEPENDUDUKAN

Pengangguran 8,4 Juta Orang, Belum Kembali ke Posisi Sebelum Krisis

Sabtu, 07 Mei 2022 | 06:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

WP Diingatkan PPS Sisa 2 Bulan, DJP: Kalau Sudah Lapor Tak Diperiksa

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir