Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Teori Internasionalisasi Perusahaan Mutinasional

0
0

EDISI pertama dari buku ini termasuk buku yang pertama kali memperkenalkan teori baru dari perusahaan multinasional di Amerika Utara. Melalui bukunya Alan M. Rugman mempopulerkan teori internasionalisasi.

Rugman berpendapat bahwa alasan utama yang mendukung keberhasilan perusahaan multinasional adalah kemampuan dalam menentukan struktur organisasi, transaksi barang dan keuangan internasional, yang kemudian dapat mengambil keuntungan dari kondisi pasar yang tidak sempurna.

Pada dasarnya keberadaan perusahaan multinasional dapat dikaji dalam dua hal. Pertama, tujuan dari keberadaan perusahaan multinasional, tugas dan fungsi dari perusahaan multinasional, serta rantai produksi.

Baca Juga: Begini Update Kasus Transfer Pricing Coca-Cola

Dan yang kedua, dari sisi pengaruh perusahaan multinasional pada kondisi ekonomi, pembangunan dan sosial ekonomi suatu negara. Dalam buku ini Rugman pun mencoba untuk mengkaji kedua hal tersebut. Namun, nampaknya buku ini lebih cenderung mengkaji aspek pertama.

Buku ini merujuk pada fakta bahwa perusahaan-perusahaan multinasional menciptakan pasar internal yang melintasi batas-batas antarnegara (cross national jurisdictions). Teori internasionalisasi yang dikembangkan Rugman berfokus pada fakta tersebut.

Sederhananya, teori ini menyatakan bahwa raison d'etre -alasan yang paling penting dari keberadaan sesuatu- dari sebuah perusahaan, utamanya perusahaan multinasional, adalah meminimalkan biaya-biaya transaksi dari aktivitas bisnisnya. Nyatanya memang sangat rasional bagi perusahaan multinasional untuk mengurangi biaya transaksi dengan membeli aset yang berlokasi di negara yang berbeda-beda, dan mengintegrasikan operasi melalui satu kontrol.

Baca Juga: Wah, Muncul Dorongan Agar CbCR Dapat Diakses Publik

Hal tersebut akhirnya menciptakan pasar internal (internal market) untuk produk-produk intermediaries. Rugman menyebutkan hal tersebut sebagai teori umum dari foreign direct investment  dan alasan mendasar bagi perusahaan multinasional.

Untuk memperkuat teorinya, Rugman menggunakan 3 cara berbeda. Pertama, dengan mengelaborasi choice of entry model. Kedua, dengan melakukan sejumlah studi empiris terkait profitabilitas perusahaan multinasional pada umumnya dan secara spesifik pada bank multinasional di Kanada. Serta, ketiga, melakukan penelitian pada aktivitasi research and development (R&D) perusahaan multinasional di Kanada.

Berdasarkan teori dan studi empiris yang telah dilakukan, Rugman menyebutkan motif utama perusahaan multinasional untuk memasuki pasar internasional melalui anak perusahaan menghasilkan fakta bahwa perusahaan-perusahaan multinasional tersebut memiliki keuntungan dari sisi pengetahuan, yang disebut dengan informasi.

Baca Juga: Skema Bisnis Multinasional Berubah, Isu Transfer Pricing Makin Urgen

Dalam pasar internal yang diciptakan oleh perusahaan multinasional, informasi dapat digunakan oleh grup, disebarkan pada titik-titik anak perusahaan, dan digunakan untuk menghasilkan setinggi-tingginya laba melalui cara yang efisien.

Sebagai contoh dalam buku ini menyebutkan industri perbankan merupakan salah satu yang memanfaatkan pasar internal dalam perusahaan multinasional. Kesimpulan ini didapat dari data di Kanada  yang menunjukan peningkatan profitabilitas ‘Canadian Chartered Bank’ setelah menjadi perusahaan multinasional dalam lima belas tahun terakhir.

Internasionalisasi juga menjelaskan mengapa dalam salah satu entitas multinasional mengeluarkan biaya R&D yang lebih tinggi pada salah satu perusahaan dibanding lainnya, seperti yang terjadi di Kanada.

Baca Juga: Ini Dampak CbCR India-AS Terhadap Kepatuhan Perusahaan

Dari data yang digunakan pada buku ini menyebutkan bahwa perusahaan multinasional umumnya mengeluarkan biaya R&D yang lebih tinggi pada perusahaan induk (headquarter) dibandingkan dengan anak-anak perusahaan.

Selain itu, perusahaan independen di Kanada ternyata mengeluarkan biaya R&D lebih tinggi dibandingkan dengan anak perusahaan multinasional Amerika yang berada di Kanada. Pemusatan biaya ini bertujuan untuk mengefisienkan biaya R&D pada grup perusahaan multinasional.

Setelah membaca buku ini dapat disimpulkan bahwa buku ini berfokus pada teori internasionalisasi dan pembentukan pasar internal yang terjadi pada perusahaan multinasional. Buku ini memberikan wawasan mendalam mengenai awal mula dan perkembangan perusahaan multinasional.

Baca Juga: Pedoman Transfer Pricing Versi UN Diperbarui, Ini Rencananya

Tertarik untuk tahu lebih lanjut? Buku ini dapat dibaca secara gratis dengan mengunjungi DDTC Library. (Amu)

Pada dasarnya keberadaan perusahaan multinasional dapat dikaji dalam dua hal. Pertama, tujuan dari keberadaan perusahaan multinasional, tugas dan fungsi dari perusahaan multinasional, serta rantai produksi.

Baca Juga: Begini Update Kasus Transfer Pricing Coca-Cola

Dan yang kedua, dari sisi pengaruh perusahaan multinasional pada kondisi ekonomi, pembangunan dan sosial ekonomi suatu negara. Dalam buku ini Rugman pun mencoba untuk mengkaji kedua hal tersebut. Namun, nampaknya buku ini lebih cenderung mengkaji aspek pertama.

Buku ini merujuk pada fakta bahwa perusahaan-perusahaan multinasional menciptakan pasar internal yang melintasi batas-batas antarnegara (cross national jurisdictions). Teori internasionalisasi yang dikembangkan Rugman berfokus pada fakta tersebut.

Sederhananya, teori ini menyatakan bahwa raison d'etre -alasan yang paling penting dari keberadaan sesuatu- dari sebuah perusahaan, utamanya perusahaan multinasional, adalah meminimalkan biaya-biaya transaksi dari aktivitas bisnisnya. Nyatanya memang sangat rasional bagi perusahaan multinasional untuk mengurangi biaya transaksi dengan membeli aset yang berlokasi di negara yang berbeda-beda, dan mengintegrasikan operasi melalui satu kontrol.

Baca Juga: Wah, Muncul Dorongan Agar CbCR Dapat Diakses Publik

Hal tersebut akhirnya menciptakan pasar internal (internal market) untuk produk-produk intermediaries. Rugman menyebutkan hal tersebut sebagai teori umum dari foreign direct investment  dan alasan mendasar bagi perusahaan multinasional.

Untuk memperkuat teorinya, Rugman menggunakan 3 cara berbeda. Pertama, dengan mengelaborasi choice of entry model. Kedua, dengan melakukan sejumlah studi empiris terkait profitabilitas perusahaan multinasional pada umumnya dan secara spesifik pada bank multinasional di Kanada. Serta, ketiga, melakukan penelitian pada aktivitasi research and development (R&D) perusahaan multinasional di Kanada.

Berdasarkan teori dan studi empiris yang telah dilakukan, Rugman menyebutkan motif utama perusahaan multinasional untuk memasuki pasar internasional melalui anak perusahaan menghasilkan fakta bahwa perusahaan-perusahaan multinasional tersebut memiliki keuntungan dari sisi pengetahuan, yang disebut dengan informasi.

Baca Juga: Skema Bisnis Multinasional Berubah, Isu Transfer Pricing Makin Urgen

Dalam pasar internal yang diciptakan oleh perusahaan multinasional, informasi dapat digunakan oleh grup, disebarkan pada titik-titik anak perusahaan, dan digunakan untuk menghasilkan setinggi-tingginya laba melalui cara yang efisien.

Sebagai contoh dalam buku ini menyebutkan industri perbankan merupakan salah satu yang memanfaatkan pasar internal dalam perusahaan multinasional. Kesimpulan ini didapat dari data di Kanada  yang menunjukan peningkatan profitabilitas ‘Canadian Chartered Bank’ setelah menjadi perusahaan multinasional dalam lima belas tahun terakhir.

Internasionalisasi juga menjelaskan mengapa dalam salah satu entitas multinasional mengeluarkan biaya R&D yang lebih tinggi pada salah satu perusahaan dibanding lainnya, seperti yang terjadi di Kanada.

Baca Juga: Ini Dampak CbCR India-AS Terhadap Kepatuhan Perusahaan

Dari data yang digunakan pada buku ini menyebutkan bahwa perusahaan multinasional umumnya mengeluarkan biaya R&D yang lebih tinggi pada perusahaan induk (headquarter) dibandingkan dengan anak-anak perusahaan.

Selain itu, perusahaan independen di Kanada ternyata mengeluarkan biaya R&D lebih tinggi dibandingkan dengan anak perusahaan multinasional Amerika yang berada di Kanada. Pemusatan biaya ini bertujuan untuk mengefisienkan biaya R&D pada grup perusahaan multinasional.

Setelah membaca buku ini dapat disimpulkan bahwa buku ini berfokus pada teori internasionalisasi dan pembentukan pasar internal yang terjadi pada perusahaan multinasional. Buku ini memberikan wawasan mendalam mengenai awal mula dan perkembangan perusahaan multinasional.

Baca Juga: Pedoman Transfer Pricing Versi UN Diperbarui, Ini Rencananya

Tertarik untuk tahu lebih lanjut? Buku ini dapat dibaca secara gratis dengan mengunjungi DDTC Library. (Amu)

Topik : buku pajak, transfer pricing, teori internasionalisasi, perusahaan multinasional
artikel terkait
Jum'at, 26 April 2019 | 15:28 WIB
PERTUKARAN INFORMASI PAJAK
Senin, 22 April 2019 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Selasa, 09 April 2019 | 14:25 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 04 April 2019 | 16:55 WIB
SENGKETA PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:41 WIB
LAPORAN DARI AMSTERDAM
Rabu, 27 September 2017 | 16:31 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Jum'at, 31 Maret 2017 | 15:51 WIB
INOVASI ORGANISASI
Jum'at, 18 Agustus 2017 | 18:59 WIB
PENGADILAN PAJAK
Rabu, 10 Mei 2017 | 16:45 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Kamis, 22 Desember 2016 | 14:01 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 22 Maret 2019 | 18:46 WIB
KEADILAN PAJAK
Senin, 22 April 2019 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Selasa, 27 Februari 2018 | 13:21 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 07 Februari 2017 | 15:54 WIB
SEJARAH PAJAK