Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Senin, 24 Januari 2022 | 19:00 WIB
KAMUS CUKAI
Senin, 24 Januari 2022 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Komunitas
Rabu, 26 Januari 2022 | 11:00 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022
Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Senin, 24 Januari 2022 | 15:31 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB
HASIL DEBAT 30 Desember 2021—19 Januari 2022
Reportase
Perpajakan.id

Sudah Mendesak, Perusahaan Media Cetak Minta Keringanan Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Sudah Mendesak, Perusahaan Media Cetak Minta Keringanan Pajak

Ilustrasi.

MANILA, DDTCNews - Pengusaha media cetak Filipina yang tergabung dalam United Print Media Group (UPMG) meminta pemerintah untuk memberikan keringanan pajak.

UPMG menyatakan industri media cetak telah berjuang keras untuk bertahan selama pandemi Covid-19. Menurut mereka, pemerintah perlu memberikan dukungan berupa keringanan pajak agar korporasi media cetak tidak mati.

"Sudah saatnya pemerintah membantu industri ini. Dengan stimulus pajak yang tepat dan kemitraan dengan sektor pendidikan, media cetak akan kembali bangkit," sebut UMPG, Minggu (31/10/2021).

Baca Juga: Kejar Tunggakan Rp433 Miliar, Program Pemutihan Pajak Diadakan

UPMG meminta setidaknya dua jenis keringanan pajak antara lain penurunan pajak penghasilan (PPh) dan pembebasan PPN. Menurutnya, insentif pajak tersebut dapat dimasukkan ke dalam RUU Industri Kreatif atau melalui RUU khusus untuk industri media cetak.

Tak ketinggalan, UPMG juga meminta anggota parlemen untuk dapat mendukung penurunan tarif PPh badan untuk industri media cetak menjadi 15% dari 25%. Adapun tarif PPh sebesar 25% diatur dalam UU Pemulihan dan Insentif Pajak untuk Perusahaan.

Mereka berpanjangan tarif PPh yang lebih rendah akan memungkinkan industri media cetak lebih banyak berinvestasi, baik pada regenerasi mesin maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam hal jurnalistik.

Baca Juga: Pahami Ketentuan Pajak dengan Mudah, Pakai Perpajakan.id Versi 2

Selanjutnya, UPMG meminta pemerintah membebaskan PPN atas kertas dan tinta, serta iklan yang dibayar perusahaan dan pemerintah. Dengan kedua insentif pajak tersebut, industri media cetak dapat menurunkan biaya produksi dan menarik lebih banyak iklan.

"Biaya kertas dan tinta menjadi beban dalam pencetakan, sedangkan layanan periklanan adalah salah satu sumber pendapatan utama bagi industri media cetak," kata UPMG seperti dilansir business.inquirer.net.

Selain pajak, pengusaha media cetak juga berharap produk beritanya bisa masuk dalam mata pelajaran di sekolah sehingga permintaan dari kalangan akademik kembali meningkat.

Baca Juga: Interpretasikan P3B, Pegawai DJP Harus Konsisten Gunakan Definisi

UPMG meminta kerja sama antara media cetak dan Departemen Pendidikan dan Komisi Pendidikan Tinggi diperkuat sehingga pelaku industri dapat memperoleh manfaat lebih banyak dari kemitraan tersebut. (rig)

Topik : filipina, keringanan pajak, PPN, PPh, media cetak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:30 WIB
UU HKPD

Ada Opsen, Pemkab/Pemkot Harus Ikut Aktif Awasi Pajak Kendaraan

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:05 WIB
PP 3/2022

PP Baru! Pemerintah Perinci Jenis Dokumen yang Bebas Meterai

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:30 WIB
KOTA BATAM

Hidupkan Denyut Pariwisata, Tarif Pajak Hiburan dan Spa Dipangkas

berita pilihan

Rabu, 26 Januari 2022 | 12:30 WIB
KOTA PALEMBANG

Kejar Tunggakan Rp433 Miliar, Program Pemutihan Pajak Diadakan

Rabu, 26 Januari 2022 | 12:07 WIB
EDUKASI PAJAK

Pahami Ketentuan Pajak dengan Mudah, Pakai Perpajakan.id Versi 2

Rabu, 26 Januari 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PERINDUSTRIAN

Kebut Hilirisasi Industri, Jokowi: Agar Kita Dapat Royalti & Pajaknya

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:30 WIB
SE-52/PJ/2021

Interpretasikan P3B, Pegawai DJP Harus Konsisten Gunakan Definisi

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:06 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022

Ini 4 Isu Pajak yang Perlu Dicermati dan Diantisipasi pada 2022

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:00 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022

Buka Kantor di Surabaya, DDTC Gelar Free Webinar Kepatuhan Pajak 2022

Rabu, 26 Januari 2022 | 10:30 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022

Reformasi Pajak Ditopang Teknologi, Anda Sudah Siap?

Rabu, 26 Januari 2022 | 10:00 WIB
Perdirjen Per-20/BC/2021

Simak Cara Pemberitahuan Pabean Impor dengan Voluntary Declaration

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:30 WIB
INVESTASI ASING

Bertemu PM Singapura, Jokowi Kantongi Komitmen Investasi Rp132 Triliun

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:15 WIB
DATA PPS HARI INI

Data 25 Januari 2022: 7.417 WP Ikut PPS, Nilai Investasi Naik Tajam