Fokus
Literasi
Rabu, 30 September 2020 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 09:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Data & alat
Rabu, 30 September 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 30 September 2020 | 13:20 WIB
DDTC PODTAX
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Suahasil Nazara: Masyarakat Tak Perlu Risau Soal Resesi

A+
A-
3
A+
A-
3
Suahasil Nazara: Masyarakat Tak Perlu Risau Soal Resesi

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat paparan dalam webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Selasa (4/8/2020).

JAKARTA, DDTCNews—Istilah resesi yang beredar di media dan masyarakat dalam beberapa hari terakhir dinilai sama sekali tidak membantu menjelaskan situasi ekonomi yang dihadapi oleh Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan situasi yang dihadapi Indonesia sekarang ini adalah krisis kesehatan yang menyebabkan adanya perlambatan kegiatan ekonomi.

"Biasanya orang tertarik pada label resesi, padahal yang kita hadapi adalah kegiatan ekonomi yang sedang turun. Kalau ada pandemi Covid-19 ya kita berhenti kerja. Ini label resesi tidak menolong sama sekali," kata Suahasil, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: Wah, Pemerintah Cairkan Dana Rp700 Miliar untuk Geo Dipa Energi

Suahasil menjelaskan Kementerian Keuangan memang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 bakal berada di level kontraksi atau negatif. Meski begitu, Indonesia masih belum tentu masuk ke status resesi.

Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2020 masih mampu tumbuh sebesar 2,97% (yoy). Adapun ekonomi suatu negara dianggap resesi apabila pertumbuhan ekonomi minus dalam dua kuartal berturut-turut dalam satu tahun.

Pemerintah, lanjut Suahasil, masih berusaha pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 berada di level positif dengan menggenjot konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, konsumsi pemerintah, hingga ekspor.

Baca Juga: Insentif Pajak Bagi Pengusaha Beragam, Akademisi: Sudah Lengkap

Bila kuartal III/2020 ternyata berada pada level negatif atau kontraksi, ia menilai label resesi yang disematkan tidak akan membantu untuk menjelaskan situasi krisis yang terjadi saat ini kepada masyarakat.

"Jangan khawatir soal label resesi. Ini pesan saya. Yang harus diperhatikan adalah trennya. Tren pada kuartal III/2020 harus lebih baik," ujar Suahasil.

Dia menekankan penanganan pandemi Covid-19 dari aspek kesehatan saat ini menjadi fokus pemerintah. Menurutnya, pemerintah ingin mencegah adanya gelombang kedua penularan Covid-19, sekaligus menghindari kebijakan lockdown.

Baca Juga: Dampak Insentif Pajak Bagi Pengusaha di Banten, Seperti Apa?

"Mei dan Juni kemarin memang indikator ekonominya cukup dalam, tetapi kami harap Agustus dan September situasi ekonomi bisa membaik sehingga Indonesia bisa terhindar dari resesi," tutur Suahasil. (rig)

Topik : wakil menteri keuangan, suahasil nazara, resesi, pertumbuhan ekonomi, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 28 September 2020 | 14:49 WIB
PMK 132/2020
Senin, 28 September 2020 | 09:45 WIB
BANTUAN SOSIAL
Senin, 28 September 2020 | 08:42 WIB
INSENTIF FISKAL
Sabtu, 26 September 2020 | 14:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Rabu, 30 September 2020 | 16:21 WIB
BEA METERAI
Rabu, 30 September 2020 | 15:58 WIB
BEA METERAI
Rabu, 30 September 2020 | 15:47 WIB
E-FAKTUR 3.0
Rabu, 30 September 2020 | 15:45 WIB
PP 52/2020
Rabu, 30 September 2020 | 15:15 WIB
E-FAKTUR 3.0
Rabu, 30 September 2020 | 15:00 WIB
HAK WAJIB PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:14 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:12 WIB
PMK 134/2020