Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Sri Mulyani: Seluruh Sektor Usaha Mulai Menggeliat dan Bangkit

A+
A-
1
A+
A-
1
Sri Mulyani: Seluruh Sektor Usaha Mulai Menggeliat dan Bangkit

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparannya di APBN Kita. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Setoran pajak dari seluruh sektor usaha per Oktober 2021 terus menunjukkan perbaikan dari tekanan pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan hingga Oktober 2021 mengalami pertumbuhan 14,6%, sedangkan pada periode yang sama 2020 lalu minus 18,1%. Sektor usaha tersebut menjadi andalan dalam penerimaan pajak karena kontribusinya mencapai 29,8%.

"Ini confirmed dengan [penerimaan positif] PPN dan PPN impor," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Curhat Komunitas Difabel ke DJP: Literasi Pajak Masih Minim

Sri Mulyani mengatakan perbaikan penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan semakin terasa jika dilihat secara bulanan. Pada Oktober 2021, penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan tumbuh 21,8%.

Pada kuartal III/2021, pertumbuhannya mencapai 31,8%, sedangkan pada kuartal II/2021 tumbuh hanya 17,1% dan pada kuartal I/2021 masih minus 7,3%.

Menurut Sri Mulyani, perbaikan penerimaan pajak dari industri pengolahan ditopang oleh pulihnya permintaan domestik dan global sehingga mendorong peningkatan produksi, konsumsi, ekspor, dan impor.

Baca Juga: Pajak Ikut Danai Program Ramah Penyandang Disabilitas, Apa Saja?

Kemudian, perbaikan setoran pajak juga terjadi pada sektor perdagangan yang menjadi kontributor penerimaan pajak terbesar kedua. Penerimaannya hingga Oktober 2021 tumbuh 25,0%, sementara pada periode yang sama 2020 mengalami kontraksi 20,0%.

Secara bulanan, penerimaan pajak dari sektor perdagangan tumbuh hingga 73,0%. Sebelumnya, penerimaan pajak dari sektor itu pada kuartal III/2021 tumbuh 40,3%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 30,2%.

Sementara itu, penerimaan pajak dari sektor informasi dan komunikasi hingga Oktober 2021 tumbuh 17,8%, sedangkan pada periode yang sama 2020 minus 5,8%. Pada Oktober 2021 saja, penerimaannya tumbuh 17,8%.

Baca Juga: Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Catatan positif juga terlihat dari penerimaan pajak dari sektor pertambangan yang mencapai 43,4%, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu minus 43,9%. Khusus bulan Oktober 2021, penerimaannya tumbuh mencapai 112,0%

Secara kuartalan, penerimaan pada kuartal III/2021 melesat hingga 316,9%, sedangkan kuartal sebelumnya masih minus 17,8%.

"Ini seiring dengan harga-harga komoditas yang menyebabkan pertambangan tumbuh hingga 43,4%. Bayangkan tahun lalu jatuhnya juga 43,9%," ujarnya.

Baca Juga: Kemenkeu Usul Pengelolaan Pendapatan Negara Terpusat di Otoritas Pajak

Penerimaan pajak dari sektor lain yang mengalami pertumbuhan positif yakni transportasi dan pergudangan yang tumbuh 5,9%. Sementara pada periode yang sama 2020, pertumbuhannya minus 13,0% karena terpengaruh menurunnya mobilitas masyarakat saat awal pandemi Covid-19.

Sementara itu, penerimaan pajak dari sektor jasa keuangan dan asuransi, konstruksi dan real estat, serta jasa perusahaan hingga Oktober 2021 masih mengalami kontraksi. Meski demikian, Sri Mulyani menilai penerimaan pajak dari sektor-sektor tersebut sudah menunjukkan perbaikan.

"Ini menggambarkan bahwa seluruh sektor sudah mulai menggeliat dan bangkit. Ada beberapa yang masih agak left behind namun menunjukkan tanda perbaikan," ujarnya. (sap)

Baca Juga: Hadapi Konsensus Pajak Global, Sri Mulyani Minta Sektor Migas Bersiap

Topik : penerimaan pajak, kinerja fiskal, setoran pajak, APBN Kita, Sri Mulyani, PPh badan

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 02 Desember 2021 | 14:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Hingga Oktober 2021, Pertumbuhan Nilai Restitusi Pajak Capai 13%

Kamis, 02 Desember 2021 | 12:18 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani: Reformasi Pajak Bikin Indonesia Lebih Siap Hadapi Krisis

Kamis, 02 Desember 2021 | 06:00 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Jokowi Resmi Buka Presidensi G-20, 3 Hal Ini Jadi Fokus Indonesia

Rabu, 01 Desember 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Fasilitas Fiskal Jadi Menu Paling Menarik Bagi Investor Hulu Migas

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 16:30 WIB
KINERJA FISKAL

Dana Pemda yang Mengendap di Bank Segera Susut, Ini Alasan Pemerintah

Senin, 06 Desember 2021 | 16:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Curhat Komunitas Difabel ke DJP: Literasi Pajak Masih Minim

Senin, 06 Desember 2021 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Ikut Danai Program Ramah Penyandang Disabilitas, Apa Saja?

Senin, 06 Desember 2021 | 15:43 WIB
PENANGANAN COVID-19

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Daerah Vaksinasi Rendah Naik 1 Level

Senin, 06 Desember 2021 | 15:27 WIB
INSENTIF PAJAK

Serapan Insentif Perpajakan Sudah Lampaui Pagu, Ini Kata Airlangga

Senin, 06 Desember 2021 | 15:00 WIB
KOREA SELATAN

Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Senin, 06 Desember 2021 | 14:30 WIB
TAIWAN

Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Senin, 06 Desember 2021 | 14:00 WIB
INGGRIS

Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 13:33 WIB
PENEGAKAN HUKUM

KPP Pratama Boyolali Lelang 2 Unit Apartemen Wajib Pajak

Senin, 06 Desember 2021 | 13:30 WIB
PROVINSI BENGKULU

Berlaku Hingga 31 Januari 2022, Pemprov Beri Diskon BBNKB untuk Mobil