Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Siapkan Satgas, Ini 6 Strategi Kepala BKPM Tarik Investasi

A+
A-
1
A+
A-
1
Siapkan Satgas, Ini 6 Strategi Kepala BKPM Tarik Investasi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (foto: BKPM)

JAKARTA, DDTCNews – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan melancarkan sejumlah strategi untuk menarik investasi.

Dia mengatakan minat investor untuk masuk ke Indonesia sangat tinggi. Namun, realisasi investasinya tidak optimal. Hal ini dikarenakan banyak hambatan yang menghadang investor. Oleh karena itu, BKPM akan membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan realisasi investasi di lapangan.

“Nanti akan saya pimpin sendiri. Satu-satu ada kendala di lapangan kita selesaikan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga: Tawarkan SBR011, Kemenkeu: Alternatif Investasi Aman dan Menguntungkan

Selain itu, dia akan menjalankan enam strategi agar investor benar-benar mendapatkan ‘karpet merah’. Pertama, meningkatkan kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB. Meskipun stagnan di peringkat 73, pemerintah masih mematok target 50 besar.

Kedua, mengeksekusi investasi besar yang selama ini terhenti karena berbagai kendala yang ada di lapangan. Pasalnya, para calon investor ini sudah mengajukan izin tapi tidak kunjung membangun pabriknya. Untuk kondisi ini, Bahlil akan mengirimkan Satgas percepatan investasi.

Ketiga, mendorong investor untuk bermitra dengan usaha kecil dan menengah (UKM) lokal agar tercipta ekosistem dan iklim investasi yang kondusif. Keempat, mendorong penyebaran investasi, terutama ke luar Jawa. Namun, dia akan tetap menjaga kualitas investasi yang masuk.

Baca Juga: Pajak Aset Kripto Mulai Mei 2022, Wamenkeu: Jadi Setara dengan Saham

“Tidak sekedar meluas tapi juga investasi harus berkualitas. Ada nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan kemitraan dengan pihak lokal,” imbuh Bahlil.

Kelima, promosi investasi yang terfokus berdasarkan sektor dan negara tujuan promosi. Dia memberi contoh, fokus investasi sektor infrastruktur lebih cocok ditargetkan untuk investor asal Eropa, Asia Timur, dan Timur tengah. Sementara, pengembangan SDM cocok untuk Australia dan Amerika Serikat.

Kenam, meningkatkan investasi dari investor dalam negeri untuk menghadapi perlambatan laju perekonomian global. Hal ini dilakukan tidak hanya investasi- investasi besar, tetapi juga untuk pengusaha-pengusaha menengah.

Baca Juga: Pemerintah Tawarkan Instrumen Investasi SBR011, Kuponnya 5,5%

Seperti diketahui, BKPM mencatat realisasi investasi pada kuartal III/2019 mencapai Rp601,3 triliun. Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 283,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 317,8 triliun. Realisasi investasi meningkat 12,3% (yoy). (kaw)

Topik : investasi, BKPM, PMA, FDI, perizinan

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

berita pilihan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak, DJP: Bukan untuk UMKM WP Badan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Surat Tanggapan dalam Proses Gugatan Pajak?

Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Sudah Ikut PPS, Gubernur Ajak Warganya Juga Ungkapkan Hartanya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Leburkan Kegiatan Pemeriksaan & Pengawasan, Ternyata Ini Tujuannya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak di e-Faktur 3.2

Jum'at, 27 Mei 2022 | 14:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Restitusi Pajak Diprediksi Meningkat, DJP: Berkat Tingginya Impor