Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Sediakan Insentif Pajak, Filipina Genjot Investasi di Sektor Pertanian

A+
A-
0
A+
A-
0
Sediakan Insentif Pajak, Filipina Genjot Investasi di Sektor Pertanian

Ilustrasi.

MANILA, DDTCNews - Menteri Pertanian Filipina William Dar mengundang para investor untuk menanamkan modalnya di bidang pertanian dengan iming-iming insentif pajak.

Dar mengatakan pemerintah tengah melakukan transformasi pertanian yang membutuhkan dukungan dari sektor swasta. Menurutnya, terdapat berbagai insentif pajak yang dapat dimanfaatkan investor di bidang pertanian.

"Untuk menjalankan agenda transformasi itu, kami membutuhkan dana besar dalam pengembangan teknologi, penelitian, dan metode pertanian yang didukung sains," katanya, dikutip pada Kamis (10/3/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Dar menuturkan transformasi pertanian mencakup 4 pilar yang terdiri atas konsolidasi, modernisasi, industrialisasi, dan profesionalisasi. Agenda transformasi memuat 18 strategi utama yang bertujuan mewujudkan sektor pertanian berdaya saing global, swasembada pangan, dan tangguh.

Dia menjelaskan pemerintah telah menempatkan pertanian sebagai bidang prioritas sehingga terdapat fasilitas untuk memudahkan pelaku bisnis. Misal, melalui UU Pemulihan dan Insentif Pajak untuk Perusahaan (Corporate Recovery and Tax Incentives for Enterprises/CREATE).

UU CREATE telah memangkas tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari 30% menjadi 25%. Pada UMKM dengan pendapatan di bawah P5 juta atau Rp1,56 miliar per tahun, pajak akan lebih rendah lagi, yaitu 20%.

Baca Juga: Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Ada pula potongan dan insentif lain seperti pembebasan bea masuk dan pembebasan PPN atas impor untuk meringankan beban biaya perusahaan.

Selain itu, Dar menyebut kegiatan pertanian akan diberikan insentif investasi berdasarkan Rencana Prioritas Investasi Strategis Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Hal itu akan menciptakan lingkungan kebijakan yang ramah yang mendorong investasi pertanian.

Faktor lain yang diharapkan mampu meningkatkan bisnis pertanian, yaitu pembangunan koridor bisnis agroindustri, yang akan menghubungkan area produksi atau pertanian terpencil dengan pusat pascapanen dan pemrosesan hasil pertanian.

Baca Juga: Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

"Infrastruktur seperti tersebut akan menjadi lambang industrialisasi pertanian sejati," ujarnya seperti dilansir philstar.com. (rig)

Topik : filipina, pajak, pajak internasional, investasi, keringanan pajak, sektor pertanian

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:15 WIB
KONSULTASI UU HPP

Bunga dari P2P Lending Kena Pajak, Bagaimana Perlakuan Pajaknya?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Promo Merdeka Perpajakan ID: Gratis Buku UU HPP + Diskon Tambahan 17%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

Dapat Dukungan World Bank, Menkeu Ini Harap Penerimaan Terkerek

Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:30 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Ada Relaksasi Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022 Soal Faktur Pajak

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor