Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Rupiah Terpantau Melemah terhadap Dolar AS dan Mayoritas Negara Mitra

A+
A-
0
A+
A-
0
Rupiah Terpantau Melemah terhadap Dolar AS dan Mayoritas Negara Mitra

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Rupiah melemah terhadap nyaris seluruh mata uang negara mitra dagang untuk patokan pelunasan pajak (kurs beli) satu pekan ke depan. Penguatan rupiah hanya terjadi terhadap rupee Pakistan.

Pelemahan rupiah diawali dengan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai kurs pajak untuk setiap US$1 ditetapkan senilai Rp14.682. Kurs pajak terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut terpantau menguat dari posisi minggu lalu yang berada di angka Rp14.566 per dolar AS.

Rupiah juga berbalik melemah terhadap dolar Australia. Nilai kurs pajak dipatok di level Rp10.289,79 per dolar Australia atau naik dari posisi pekan lalu yang bertengger pada level Rp10.086,66 per dolar Australia.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Terhadap ringgit Malaysia, rupiah juga masih mengalami tekanan. Nilai kurs pajak satu pekan ke depan ditetapkan senilai Rp3.340,82 per ringgit Malaysia. Nilai tersebut naik dari posisi pekan lalu senilai Rp3.319,89 per ringgit Malaysia.

Dolar Singapura juga terus menguat terhadap rupiah. Kurs pajak terhadap mata uang Negeri Merlion ditetapkan senilai Rp10.592,07 per dolar Singapura. Patokan kurs pajak tersebut tercatat naik dari posisi pekan lalu yang berada di level Rp10.463,63 per dolar Singapura.

Selanjutnya, nilai kurs pajak untuk setiap €1 ditetapkan senilai Rp15.444,68. Nilai kurs pajak terhadap mata uang zona Eropa tersebut tercatat naik signifikan dari posisi pekan lalu yang berada pada level Rp15.263,71.

Baca Juga: Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Kurs pajak ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 26/KM.10/2022. Kurs ini digunakan untuk pelunasan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan bea masuk.

Berikut kurs pajak periode 25 Mei 2022 - 31 Mei 2022 selengkapnya:

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (USD) 14.682,00 116,00
2 Dolar Australia (AUD) 10.289,79 203,13
3 Dolar Kanada (CAD) 11.431,86 228,11
4 Kroner Denmark (DKK) 2.075,43 23,68
5 Dolar Hongkong (HKD) 1.870,49 14,92
6 Ringgit Malaysia (MYR) 3.340,82 20,93
7 Dolar Selandia Baru (NZD) 9.319,95 166,09
8 Kroner Norwegia (NOK) 1.505,18 12,47
9 Poundsterling Inggris (GBP) 18.234,11 357,84
10 Dolar Singapura (SGD) 10.592,07 128,44
11 Kroner Swedia (SEK) 1.470,84 27,24
12 Franc Swiss (CHF) 14.887,29 288,00
13 Yen Jepang (JPY) 11.426,16 191,64
14 Kyat Myanmar (MMK) 7,93 0,06
15 Rupee India (INR) 189,07 0,83
16 Dinar Kuwait (KWD) 47.866,17 376,98
17 Rupee Pakistan (PKR) 74,09 -2,65
18 Peso Philipina (PHP) 280,10 2,13
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) 3.913,81 30,62
20 Rupee Sri Lanka (LKR) 40,76 0,87
21 Bath Thailand (THB) 424,81 4,49
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) 10.589,56 107,43
23 Euro Euro (EUR) 15.444,68 180,97
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2.175,35 26,71
25 Won Korea (KRW) 11,52 0,14

Note: untuk JPY adalah Nilai Rupiah per 100 (sap)

Baca Juga: Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Topik : kurs pajak, pajak, valuta asing, PPN, PPnBM, rupiah, ringgit Malaysia, dolar AS, euro, dolar Australia

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:15 WIB
KONSULTASI UU HPP

Bunga dari P2P Lending Kena Pajak, Bagaimana Perlakuan Pajaknya?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Promo Merdeka Perpajakan ID: Gratis Buku UU HPP + Diskon Tambahan 17%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

Dapat Dukungan World Bank, Menkeu Ini Harap Penerimaan Terkerek

Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:30 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Ada Relaksasi Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022 Soal Faktur Pajak

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor