Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Komunitas
Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 17:30 WIB
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Senin, 10 Mei 2021 | 10:18 WIB
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Reportase
Perpajakan.id

Relaksasi Penjaminan Kredit Usaha, Sri Mulyani Bakal Revisi PMK

A+
A-
1
A+
A-
1
Relaksasi Penjaminan Kredit Usaha, Sri Mulyani Bakal Revisi PMK

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana kembali merelaksasi ketentuan penjaminan pemerintah dalam penyaluran kredit. Relaksasi diberikan agar makin banyak pelaku usaha yang memanfaatkannya.

Sri Mulyani mengatakan hingga kini aliran kredit kepada pelaku usaha belum optimal meski sudah direlaksasi. Dia pun berencana merevisi PMK 71/2020 yang mengatur tata cara penjaminan pemerintah melalui badan usaha penjaminan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Sekarang kami sedang akan menyempurnakan lagi karena kami melihat kebutuhan industri berbeda-beda. Jadi, mungkin dalam waktu beberapa saat lagi kami akan melakukan revisi PMK," katanya dalam acara temu stakeholders untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional di Semarang, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga: Curhat Sri Mulyani saat Mengambil Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Sri Mulyani mengatakan pelaku usaha membutuhkan dukungan agar berani mengakses kredit sebagai tambahan modal untuk memulihkan bisnisnya. Menurutnya, pemerintah akan berperan sebagai penjamin agar pencairan kredit makin mudah.

Sri Mulyani menerbitkan PMK 71/2020 menjadi aturan turunan PP 23/2020. Beleid itu mengatur penugasan PT Jamkrindo dan PT Askrindo untuk memberi penjaminan atas kredit modal kerja yang diberikan perbankan kepada UMKM.

Kriteria yang harus dipenuhi perbankan selaku penerima jaminan antara lain merupakan bank umum, memiliki reputasi yang baik, dan merupakan bank kategori sehat dengan peringkat komposit 1 atau peringkat komposit 2 berdasarkan pada penilaian tingkat kesehatan bank oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Ringankan Debitur, Pungutan Pajak atas Pinjaman Bank Dihapus

Perbankan akan menanggung minimal 20% dari risiko pinjaman modal kerja. Pembayaran bunga kredit/imbalan/margin pembiayaan dari pelaku usaha kepada penerima jaminan dapat dibayarkan di akhir periode pinjaman.

Kemudian, perbankan harus mampu menyediakan sistem informasi yang memadai untuk melaksanakan program penjaminan pemerintah tersebut.

Di sisi lain, Sri Mulyani menetapkan kriteria UMKM selaku terjamin antara lain merupakan pelaku UMKM yang berbentuk usaha perseorangan, koperasi, ataupun badan usaha. Kemudian, plafon pinjaman maksimal Rp10 miliar dan hanya diberikan satu penerima jaminan.

Baca Juga: Sri Mulyani: 2022 Jadi Penentu Konsolidasi Fiskal

Penjaminan dilakukan atas pinjaman yang sertifikat penjaminannya diterbitkan paling lambat tanggal 30 November 2021 sampai dengan selesainya tenor pinjaman tersebut. Tenor pinjaman maksimal 3 tahun, tidak termasuk dalam daftar hitam nasional. Kemudian, perfoirming loan lancar (kolektibilitas 1 atau kolektibilitas 2) dihitung per 29 Februari 2020.

Selain merelaksasi ketentuan penjaminan kredit yang diberikan pemerintah, Sri Mulyani juga mengharapkan perbankan segera menurunkan suku bunga kreditnya agar menarik pelaku usaha.

Dorongan serupa juga disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Menurut Perry, BI telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate hingga 3,5% atau terendah sepanjang sejarah. Dengan demikian, perbankan harus mengikutinya agar dampak penurunan suku bunga dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Soal Kenaikan Tarif PPN, Ini Pandangan Hipmi

Dia menyebut hingga kini penurunan suku bunga kredit baru dijalankan perbankan anggota himpunan bank milik negara (Himbara) serta PT Bank Central Asia Tbk (BCA). "Ayo bank-bank lain bergerak turunkan suku bunga kredit supaya kreditnya naik," ujarnya. (kaw)

Topik : kredit, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 26 April 2021 | 16:32 WIB
KINERJA FISKAL
Sabtu, 24 April 2021 | 13:01 WIB
KINERJA EKONOMI
Jum'at, 23 April 2021 | 11:00 WIB
KINERJA FISKAL
Jum'at, 23 April 2021 | 10:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
berita pilihan
Minggu, 16 Mei 2021 | 15:01 WIB
THAILAND
Minggu, 16 Mei 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SRAGEN
Minggu, 16 Mei 2021 | 13:01 WIB
PAJAK KENDARAAN
Minggu, 16 Mei 2021 | 12:01 WIB
PENINDAKAN HUKUM
Minggu, 16 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK DAERAH
Minggu, 16 Mei 2021 | 09:01 WIB
KOTA DEPOK
Minggu, 16 Mei 2021 | 08:01 WIB
EDUKASI PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 07:01 WIB
HASIL AUDIT BPKP
Minggu, 16 Mei 2021 | 06:01 WIB
ROKOK ILEGAL