Fokus
Data & Alat
Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 27 OKTOBER 2021 - 2 NOVEMBER 2021
Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 OKTOBER - 26 OKTOBER 2021
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Proposal OECD Bakal Gerus Penerimaan Pajak Hingga 20%

A+
A-
0
A+
A-
0
Proposal OECD Bakal Gerus Penerimaan Pajak Hingga 20%

Menteri Keuangan Irlandia Pascal Donohoe. (foto: Niall Carson/PA Wire)

DUBLIN, DDTCNews - Pemerintah Irlandia menegaskan perincian implementasi reformasi pajak global pada OECD Pilar 1 dan Pilar 2 akan menentukan posisi politik dalam mendukung atau menolak proposal konsensus.

Menteri Keuangan Irlandia Pascal Donohoe mengatakan detail kebijakan Pilar 1 dan Pilar 2 akan memengaruhi ekonomi domestik. Sebab, perombakan pajak perusahaan secara internasional akan menggerus pendapatan pajak Irlandia hingga 20%.

"Biaya itu [potensi penurunan penerimaan pajak] bisa kami tanggung jika kesepakatan akhir cukup berkelanjutan bagi perekonomian Irlandia," katanya, dikutip pada Senin (9/8/2021).

Baca Juga: Tren Penyelundupan Minuman Ringan Meningkat Usai Pajak Gula Diterapkan

Meski tak sepenuhnya menolak proposal konsensus global pajak digital, Donohoe menilai masih ada tantangan yang perlu untuk diantisipasi dalam implementasi kesepakatan di berbagai negara, termasuk Irlandia.

Dia menilai pemerintah sepakat dengan konsep Pilar 1 dengan alokasi laba berdasarkan lokasi nilai tambah ekonomi diciptakan, meskipun perusahaan tak memiliki kehadiran fisik seperti kantor cabang atau bentuk usaha tetap (BUT).

Namun, kebijakan Pilar 2 yang menetapkan tarif pajak minimum bagi perusahaan multinasional sebesar 15% menjadi perhatian Irlandia. Sebab, tarif pajak minimum itu lebih tinggi ketimbang tarif pajak perusahaan yang berlaku di Irlandia sebesar 12,5%.

Baca Juga: Harga Listrik dan Gas Melonjak, PPN Dibebaskan Selama 2 Bulan

Donohoe kembali menegaskan bahwa tarif pajak yang kompetitif menjadi salah satu daya tarik utama perekonomian Irlandia. Hal tersebut seharusnya dapat diakomodasi dalam proposal aturan perpajakan internasional.

Irlandia juga telah melakukan berbagai perubahan pada sistem pajak perusahaan. Untuk itu, detail implementasi akan menentukan posisi politik pemerintah. Adapun detail tersebut sampai dengan saat ini belum jelas.

"Ini [tarif pajak minimum] adalah area yang sulit dihadapi Irlandia karena tarif nominal dan tarif efektif secara umum sama. Saya berharap dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, kami dapat menjadi bagian dari konsensus," ujarnya seperti dilansir Tax Notes International. (rig)

Baca Juga: Rumah Kosong Bakal Dipajaki, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Hal Ini

Topik : irlandia, OECD pilar 1, OECD Pilar 2, OECD, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:30 WIB
APBN 2021

Hingga September 2021, Utang Pemerintah Sudah Rp6.711 Triliun

Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:08 WIB
PENGAWASAN PAJAK

DJP Terus Jalankan Pengawasan Pembayaran Masa dan Kepatuhan Material

Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:07 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Pesan Sri Mulyani ke Lulusan STAN: Harus Siap Hadapi Guncangan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:30 WIB
REPUBLIK CEKO

Harga Listrik dan Gas Melonjak, PPN Dibebaskan Selama 2 Bulan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:51 WIB
BANTUAN SOSIAL

Ada Bansos Lagi! Bantuan Rp300 Ribu Per Bulan Cair Akhir Tahun Ini

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ini Strategi DJP dalam Awasi Kepatuhan Materiel Wajib Pajak

Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 27 OKTOBER 2021 - 2 NOVEMBER 2021

Reli Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS Berlanjut

Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:23 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Omzet Rp500 Juta Bebas Pajak Diharapkan Tidak Hanya Perkuat UMKM