Fokus
Data & Alat
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Komunitas
Senin, 21 Juni 2021 | 17:30 WIB
IBI KWIK KIAN GIE
Senin, 21 Juni 2021 | 15:30 WIB
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Minggu, 20 Juni 2021 | 08:00 WIB
SEKJEN APSyFI REDMA GITA WIRAWASTA
Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Penipuan Atas Nama Bea Cukai Masih Marak, Ini Kata DJBC

A+
A-
0
A+
A-
0
Penipuan Atas Nama Bea Cukai Masih Marak, Ini Kata DJBC

Kantor pusat Ditjen Bea dan Cukai. (Foto: beacukai.go.id)

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea Cukai (DJBC) meminta masyarakat untuk terus mewaspadai modus-modus penipuan yang mengatasnamakan DJBC.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi DJBC Hatta Wardhana mengatakan data terbaru menunjukkan penipuan yang mengatasnamakan DJBC hingga saat ini masih terus berlanjut dan kian meresahkan.

Per Maret 2021 saja, DJBC mencatat sudah ada 495 pengaduan masyarakat kepada Contact Center DJBC. Penipuan yang terjadi bisa saja lebih besar mengingat tidak semua korban melaporkan masalah ini.

"Bisa jadi [angka tersebut] lebih besar karena tidak semua korban melakukan pengaduan. Karena itu kami mengimbau masyarakat berhati-hati saat ingin melakukan transaksi jual beli online dengan mengenali ciri penipuan dan modus yang dilakukan pelaku," katanya, Jumat (30/4/2021).

Di media sosial, salah satu modus yang digunakan oleh oknum penipu yang mengatasnamakan DJBC adalah dengan menawarkan barang dengan harga yang amat sangat murah bila dibandingkan dengan harga pasar.

Pelaku mengatakan barang yang murah tersebut adalah barang black market yang masuk Indonesia tanpa pemeriksaan DJBC atau barang hasil sitaan DJBC.

Terdapat pula beberapa oknum yang mengaku sebagai petugas DJBC dan meminta korban untuk menebus barang sejumlah uang dengan nominal tertentu.

Ada juga oknum yang mengatakan korban terlibat dalam perdagangan ilegal dan diancam akan dilaporkan kepada pihak berwajib bila tidak mengirimkan sejumlah uang kepada pelaku penipuan tersebut.

"Jika mendapati kejadian seperti ini, tidak perlu panik dan jangan pernah mentransfer pembayaran pajak ke rekening pribadi, apabila terlanjur melakukan transfer segera buat laporan ke Kepolisian," kata Hatta.

Untuk menghindari penipuan, DJBC menghimbau kepada konsumen untuk berbelanja melalui e-commerce yang terjamin keamanannya, bukan melalui media sosial.

Konsumen juga sebaiknya memilih barang yang memiliki harga wajar. Dalam bertransaksi, konsumen perlu memilih penjual yang menyediakan rekening bersama. (Bsi)

Topik : penipuan mengatasnamakan bea cukai, imbauan DJBC, modus penipuan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Selasa, 22 Juni 2021 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 22 Juni 2021 | 11:30 WIB
BELGIA
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:48 WIB
APBN 2021
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:15 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:03 WIB
PMK 61/2021
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:00 WIB
KOTA BENGKULU SELATAN
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:58 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 Juni 2021 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK