Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Penerimaan PPh Badan dan PPN DN Membaik, Menkeu: Tegaskan Pemulihan

A+
A-
2
A+
A-
2
Penerimaan PPh Badan dan PPN DN Membaik, Menkeu: Tegaskan Pemulihan

Menkeu Sri Mulyani.

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja positif penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2021 mencerminkan geliat pemulihan ekonomi nasional.

Menkeu menyebutkan, jenis pajak yang tergolong 'tulang punggung penerimaan' seperti PPN dan PPh badan menunjukkan tren positif. Setoran PPN dalam negeri hingga akhir Agustus 2021 tumbuh 12,6% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami kontraksi sebesar 6,2%. Kontribusi PPN dalam negeri mencapai 24% dari total penerimaan pajak.

"PPN dalam negeri mampu tumbuh dobel digit dan kalau dilihat per kuartal II/2021 sudah tumbuh 17%," katanya dalam konferensi APBN Kita, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Selanjutnya, tren pemulihan ekonomi yang terekam dalam realisasi penerimaan PPh badan. Hingga akhir Agustus 2021 setoran PPh badan masih mengalami kontraksi sebesar 2,8%. Namun, kinerja tersebut jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami kontraksi sebesar 27,5%.

Perbaikan kinerja penerimana PPh badan yang berkontribusi pada 14,8% dari total penerimaan pajak sudah terlihat pada pertumbuhan pada kuartal II/2021 sebesar 11,2%. Selain kedua jenis pajak tersebut, penerimaan PPN Impor juga tumbuh 27,8% hingga akhir Agustus 2021. Kinerja itu terbalik dari kinerja pada periode sama tahun lalu yang mengalami kontraksi sebesar 17,6%.

Selain itu, pemulihan ekonomi juga terlihat pada realisasi penerimaan PPh Pasal 21 yang tumbuh positif 2,3% hingga Akhir Agustus 2021. Sebelumnya, pada periode sama tahun lalu setoran PPh Pasal 21 mengalami kontraksi sebesar 5,3%.

Baca Juga: Unggul di Pemilu 2022, Capres Ini Dituntut Lanjutkan Reformasi Pajak

Kinerja positif PPh Pasal 21 dipengaruhi oleh pembayaran sertifikasi guru. Kemudian adanya pembayaran bonus kepada karyawan.

"Penerimaan pajak ini memberikan bacaan positif yang menggambarkan kegiatan ekonomi mulai membalik dan membaik dari situasi tahun lalu," terangnya. (sap)

Baca Juga: Ini 3 Tantangan Penerimaan Perpajakan yang Bakal Dihadapi pada 2023
Topik : penerimaan negara, penerimaan pajak, penerimaan perpajakan, target penerimaan, potensi perpajakan, APBN Kita

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 12 Mei 2022 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ramai Netizen Bertanya Uang Pajak Lari ke Mana? Begini Jawaban DJP

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:30 WIB
KINERJA FISKAL

Imbas Lonjakan Harga Komoditas, Pemerintah Bakal Utak-Atik APBN 2022

Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK

Bagaimana Potensi Pajak dan Tax Effort di Negara-Negara Asia?

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus