PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Bisa Tembus Target Awal Rp1.265 T pada Agustus 2022

Muhamad Wildan | Selasa, 23 Agustus 2022 | 10:55 WIB
Penerimaan Pajak Bisa Tembus Target Awal Rp1.265 T pada Agustus 2022

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan optimistis target awal penerimaan pajak pada APBN 2022 yang senilai Rp1.265 triliun akan tercapai dalam waktu dekat.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan saat ini penerimaan pajak sudah mencapai Rp1.033 triliun. Target awal senilai Rp1.265 triliun diekspektasikan tercapai pada bulan ini atau bulan depan.

"Tahun lalu Rp1.000 triliun itu [baru tercapai] pada November, jadi ini kita Alhamdulillah luar biasa bulan Juli sudah [melampaui] Rp1.000 triliun," ujar Yon dalam webinar Kebijakan Fiskal dalam Kondisi Ekonomi Global yang Mengalami Ketidakpastian, Dampak Perang Rusia-Ukraina, dan Kompleksitas Covid-19 yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (STPI), Selasa (23/8/2022).

Baca Juga:
Musim Lapor SPT Tahunan, Menkeu Yakinkan Uang Pajak Tidak Dikorupsi

Perlu dicatat, target penerimaan pajak telah ditingkatkan dari Rp1.265 triliun menjadi Rp1.484,96 triliun melalui Perpres 98/2022. Adapan dalam outlook penerimaan pajak pada tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp1.608,1 triliun.

Yon mengatakan tingginya penerimaan pada tahun ini memiliki peran positif terhadap anggaran, khususnya dalam hal pendanaan belanja subsidi dan juga konsolidasi fiskal.

Dengan penerimaan pajak yang tinggi, pemerintah mampu memenuhi komitmen pemberian subsidi energi dan kompensasi senilai Rp502,4 triliun pada tahun ini tanpa perlu menambah utang.

Baca Juga:
Begini Tata Cara Aktivasi dan Lupa EFIN Pascapandemi Covid-19

Peningkatan penerimaan pajak juga merupakan bagian dari konsolidasi fiskal menuju defisit anggaran di bawah 3% dari PDB pada tahun depan.

Untuk diketahui, pendapatan negara secara umum pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp2.436,8 triliun, sedangkan belanja diperkirakan mencapai Rp3.169,1 triliun.

Dengan pendapatan dan belanja tersebut, defisit anggaran pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp732,24 triliun atau 3,92% dari PDB. Pada APBN 2022 yang belum direvisi, defisit anggaran sesungguhnya ditargetkan senilai Rp868 triliun atau 4,85% dari PDB. (sap)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Selasa, 06 Februari 2024 | 16:30 WIB ADMINISTRASI PAJAK

Begini Tata Cara Aktivasi dan Lupa EFIN Pascapandemi Covid-19

Minggu, 04 Februari 2024 | 08:45 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Rasio Pajak 2023 Menurun, Ini Kata Sri Mulyani

BERITA PILIHAN
Selasa, 20 Februari 2024 | 19:00 WIB RESENSI BUKU

Dampak Digitalisasi terhadap Urusan Pajak Perusahaan dan Otoritas

Selasa, 20 Februari 2024 | 18:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dapat Kiriman Hadiah dari Luar Negeri, Tetap Harus Bayar Bea Masuk?

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:30 WIB PENGAWASAN CUKAI

Desak Mobil ke Rest Area Tol, Bea Cukai Amankan 300.000 Rokok Ilegal

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Koreksi Harga Transfer Tak Serta Merta Berujung Penyesuaian PPN

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:45 WIB PMK 9/2024

Pemerintah Beri Insentif PPnBM DTP atas Mobil Listrik CBU dan CKD

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:36 WIB PMK 172/2023

Indikator Harga Transaksi Independen, Data Pembanding Bisa Tahun Jamak

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:30 WIB PERPRES 79/2023

Pemerintah Revisi Aturan Kendaraan Listrik, Termasuk Insentif Pajak

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:13 WIB PEREKONOMIAN INDONESIA

Pebisnis Wait and See, Jokowi Berharap Investasi Meningkat Usai Pemilu