Berita
Senin, 06 Juli 2020 | 09:22 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 05 Juli 2020 | 15:01 WIB
KINERJA EKONOMI
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:01 WIB
FILIPINA
Fokus
Literasi
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SUMATRA BARAT
Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Penerimaan Hanya Tumbuh 0,23%, Ini Penjelasan Dirjen Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Penerimaan Hanya Tumbuh 0,23%, Ini Penjelasan Dirjen Pajak
Dirjen Pajak Suryo Utomo.

JAKARTA, DDTCNews – Realisasi pendapatan negara yang dihimpun oleh Ditjen Pajak (DJP) masih mengalami tekanan hingga akhir Oktober 2019. Otoritas memberikan penjelasan terkait kinerja penerimaan tersebut.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan hingga akhir Oktober 2019 realisasi penerimaan mencapai Rp1.018,5 triliun atau memenuhi 64,5% dari target yang ditetapkan dalam APBN senilai Rp1.577,5 triliun. Capaian setoran pajak tersebut tumbuh 0,23% secara tahunan.

“Penerimaan belakangan ini di PPh migas dan selain migas mengalami tekanan," katanya di Kantor Kemenkeu, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: Nihil? Tetap Lapor Realisasi Insentif PPh Pasal 21 DTP

Mantan Staf Ahli Menkeu Bidang Kepatuhan Pajak itu menjelaskan penurunan kinerja PPh migas dikarenakan turunnya harga minyak bumi di pasar internasional. Hal tersebut yang kemudian memukul penerimaan PPh migas yang mengalami kontraksi hingga akhir Oktober 2019.

Realisasi penerimaan PPh migas hingga akhir Oktober 2019 sebesar Rp49,3 triliun. Angka setoran pajak tersebut terkontraksi 9,3%. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu PPh migas mampu tumbuh hingga 28,1%.

Kemudian, setoran pajak penghasilan nonmigas, menurut Suryo, juga secara konstan mengalami tekanan penerimaan. Meskipun masih mampu tumbuh 3,3%, kinerja pertumbuhan penerimaan melambat signifikan dari tahun lalu yang mampu tumbuh hingga 17%.

Baca Juga: Wah, Penerimaan Perpajakan Juni 2020 Mulai Pulih

Secara nominal, setoran PPh nonmigas hingga akhir Oktober 2019 sebesar Rp556,6 triliun. Capaian tersebut memenuhi 64,1% dari target yang ditetapkan dalam APBN yang senilai Rp828,3 triliun.

Realisasi penerimaan PPN juga juga mengalami tekanan hingga terkontraksi pada akhir Oktober 2019. Jumlah penerimaan dari PPN mencapai Rp388 triliun atau memenuhi 59,2% dari target APBN yang ditetapkan senilai Rp655,4 triliun.

Kinerja penerimaan PPN tersebut terkontraksi sebesar 4,2%. Realisasi ini berkebalikan dengan tahun lalu yang tumbuh hingga 14,9%. Kedua jenis pajak tersebut, lanjut Suryo, menentukan kinerja penerimaan tahun ini karena sebagai penyumbang utama setoran pajak ke kas negara.

Baca Juga: Meski Dihantam Corona, Kabupaten Ini Optimistis Target Pajak Terpenuhi

“PPh nonmigas kita mengalami kontraksi yang cukup lumayan [dalam]. Kemudian, PPN impor dan ekspor baru mulai tumbuh pada Oktober ini. Sementara, realisasi dari jenis pajak lainnya relatif tidak signifikan karena kontribusinya yang kecil ke total penerimaan seperti PBB P3 dan pajak lainnya," paparnya.

Adapun jenis pajak yang menjadi andalan DJP dalam mengumpulkan penerimaan hingga akhir tahun yaitu PPh 21 karyawan dan PPh orang pribadi. Selain itu, PPh final juga masuk hitungan untuk menambah penerimaan hingga tutup tahun fiskal 2019.

“Untuk per sektor PPh 21 masih tumbuh dan PPh OP juga masih menunjukan pertumbuhan. Begitu juga dengan PPh final yang masih tumbuh positif tahun ini," imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Hingga Pukul 24.00 WIB, Semua Layanan Elektronik DJP Tak Bisa Diakses
Topik : penerimaan pajak, APBN 2019, kinerja fiskal, shortfall, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 01 Juli 2020 | 18:03 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 01 Juli 2020 | 16:37 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 01 Juli 2020 | 13:52 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Senin, 06 Juli 2020 | 09:22 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 05 Juli 2020 | 15:01 WIB
KINERJA EKONOMI
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 05 Juli 2020 | 13:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Minggu, 05 Juli 2020 | 12:01 WIB
KABUPATEN MALANG
Minggu, 05 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 05 Juli 2020 | 10:01 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Minggu, 05 Juli 2020 | 09:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL