Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Pembiayaan Utang Pemerintah Melesat 329%, Ini Penjelasan Sri Mulyani

A+
A-
2
A+
A-
2
Pembiayaan Utang Pemerintah Melesat 329%, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (22/4/2021). 

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan mencatat pembiayaan utang pemerintah pada kuartal I/2021 mencapai Rp328,5 triliun, naik 329% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp76,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi pembiayaan utang tersebut setara dengan 27,9% dari target APBN senilai Rp1.177,4 triliun. Menurutnya, pemerintah telah mencairkan utang sejak awal tahun untuk menjalankan berbagai program pemulihan ekonomi.

"Ini menggambarkan bahwa kita masih relatif front loading. Issuance kita, terutama, masih heavy di kuartal I karena target di semester 1 sudah 63,9%," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga: Cryptocurrency Makin Populer, Negara Eropa Ini Ingin Kenakan Pajak

Sri Mulyani mengatakan pembiayaan utang tersebut terdiri atas surat berharga negara (SBN) neto sejumlah Rp337,2 triliun. Angka tersebut setara dengan 27,9% dari target APBN senilai Rp1.207,3 triliun.

Sementara itu, sambungnya, pinjaman neto tercatat minus Rp8,7 triliun, atau setara 29,2% dari target APBN minus Rp29,9 triliun. Menurutnya, pembiayaan utang menopang kebutuhan pembiayaan nonutang, termasuk investasi, serta menambal defisit anggaran.

"Defisit dibutuhkan untuk akselerasi pemulihan ekonomi yang manfaatnya dirasakan masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.

Baca Juga: Ekonomi Digital Jadi Ancaman Penerimaan Pajak, Begini Catatan Kemenkeu

Pemerintah akan memenuhi pembiayaan utang dengan menerbitkan SBN. Hingga 16 April 2021, Bank Indonesia telah berkontribusi membantu pemerintah dengan membeli SBN senilai Rp101,91 triliun, yang terdiri atas SUN Rp64,85 triliun dan SBSN Rp37,06 triliun. (rig)

Topik : menkeu sri mulyani, pembiayaan utang, utang pemerintah, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 20 Mei 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Kemenkeu Bakal Kembali Tawarkan SBSN Khusus PPS, Ini Perinciannya

Jum'at, 20 Mei 2022 | 13:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Inflasi Indonesia 'Hanya' 3,5%, Sri Mulyani: Tekanannya Lebih Rendah

Jum'at, 20 Mei 2022 | 13:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Pemerintah Targetkan Pendapatan Negara 2023 Capai 11,7 Persen dari PDB

Jum'at, 20 Mei 2022 | 12:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Pertumbuhan Ekonomi 2023 Dipatok 5,3%-5,9%, Ini Penjelasan Sri Mulyani

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA SINGKAWANG

Pedagang Emas Perhiasan Ramai-Ramai ke Kantor Pajak, Ada Apa?

Senin, 23 Mei 2022 | 16:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Dapat Imbauan dari AR, Mending Ikut PPS atau Pembetulan SPT Tahunan?

Senin, 23 Mei 2022 | 15:20 WIB
OPINI PAJAK

Mengintegrasikan Pajak dengan Zakat

Senin, 23 Mei 2022 | 14:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Penghapusan NPWP Orang Pribadi yang Meninggal Dunia, Begini Caranya

Senin, 23 Mei 2022 | 14:07 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Upload Faktur Pajak Kena Reject dan Muncul ETAX-API-1001? Coba Ini

Senin, 23 Mei 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Progres PPS Melandai, DJP Yakin Peserta Ramai pada 1 Bulan Terakhir

Senin, 23 Mei 2022 | 13:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tempat-Tempat yang Tidak Dapat Menjadi Pemusatan PPN