Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Parlemen Tolak Usulan Pemberian Diskon PPN atas Konsumsi Listrik

A+
A-
0
A+
A-
0
Parlemen Tolak Usulan Pemberian Diskon PPN atas Konsumsi Listrik

Ilustrasi.

RIGA, DDTCNews - Parlemen Latvia menolak rancangan aturan yang akan memberikan diskon tarif pajak pertambahan nilai (PPN) atas tagihan listrik masyarakat.

Usulan diskon PPN tersebut diajukan oleh dua kelompok oposisi pemerintah yaitu Union of Greens dan Farmers. Proposal insentif PPN berupa tarif PPN khusus tagihan listrik sebesar 5% yang berlaku pada 2022.

"Sudah ada beberapa mekanisme dukungan untuk membantu penduduk dan pelaku usaha yang terdampak pandemi," kata Sekretaris Parlemen Ilze Indriksone dikutip pada Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Aturan Turunan UU HPP, Dirjen Pajak Sebut 4 PP Baru Segera Dirilis

Dia menegaskan parlemen tidak akan menempuh relaksasi pajak untuk mengatasi kenaikan harga listrik kepada konsumen. Menurutnya, kebijakan fiskal untuk menekan kenaikan harga dilakukan melalui skema subsidi biaya listrik.

Indriksone menuturkan parlemen sudah mencapai kesepakatan dengan Kementerian Keuangan untuk memberikan subsidi atas komponen biaya listrik. Selama ini, lanjutnya, komponen biaya tersebut ditanggung konsumen.

Sementara itu, Menteri Keuangan Jānis Reirs menyampaikan skema subsidi tagihan listrik membuat pemerintah menanggung 65% dari seluruh komponen biaya. Setiap rumah tangga akan mendapatkan manfaat senilai €20 yang mulai berlaku pada musim dingin 2021.

Baca Juga: Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

"Ada juga peningkatan dukungan keuangan untuk penduduk yang termasuk dalam kategori konsumen yang dilindungi seperti manula," tuturnya.

Menkeu menambahkan proposal kebijakan dukungan baru juga tengah disiapkan koalisi pemerintah. Pengembangan subsidi biaya listrik menargetkan pada pelaku usaha yang masih terdampak pandemi Covid-19.

"Dukungan ini akan berdampak positif bagi dunia usaha," ujarnya seperti dilansir bnn-news.com. (rig)

Baca Juga: APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Topik : latvia, PPN, relaksasi pajak, subsidi listrik, diskon pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 23 Mei 2022 | 09:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Anti Pusing! Akses Kanal Rekap Aturan Perpajakan ID di Sini

Senin, 23 Mei 2022 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Integrasi NPWP dan NIK, DJP: Perkuat Penegakan Kepatuhan Perpajakan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir