Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pajak Nuklir Resmi Dihapus

0
0

STOCKHOLM, DDTCNews – Parlemen Swedia sepakat menghapuskan pajak nuklir untuk mendorong kebijakan energi nonfosil berkarbon rendah mulai 2017.

Dengan keputusan itu, setiap tahun Swedia akan kehilangan pemasukan sebesar SEK4,6 miliar setara US$550 juta. Namun, keputusan ini juga disambut hangat para perusahaan energi di Swedia.

“Penghapusan pajak nuklir ini akan menciptakan lebih banyak kondisi kompetitif untuk industri nuklir,” demikian pernyataan resmi Westinghouse Electric Company di Stockholm, pekan lalu.

Baca Juga: Pajak Kurang, Denda Larangan Plastik Diterapkan

Tenaga nuklir adalah sebuah komponen penting dalam kebijakan energi rendah-karbon di Eropa. Oleh karena itu, perusahaan menyambut hangat keputusan yang ditetapkan oleh parlemen Swedia itu.

Senada dengan Westinghouse, salah satu pemasok utama energi nuklir di Swedia, Vattenfall, juga menyambut keputusan politik tersebut.

Secara bisnis, keputusan iti dinilai menguntungkan, karena selain bisa lebih bersaing, perusahaan juga mendapatkan kepastian dalam merencanakan bisnisnya.

Baca Juga: Bongkar Kasus Perdagangan Ilegal Anak Anjing, HMRC Kantongi £5 Juta

“Penghapusan pajak nuklir itu syarat penting bagi kami untuk berinvestasi mengamankan operasi jangka panjang dari reaktor nuklir yang kita miliki sejak 1980-an,” kata Magnus Hall, CEO Vattenfall.

Reaktor nuklir Vattenfall di Forsmark dan Ringhals telah melalui program modernisasi besar-besaran hingga memungkinkannya untuk beroperasi hingga pertengahan 2040.

Namun, seperti dilansir tax-news.com, untuk bisa beroperasi sampai lebih dari 2020, reaktor nuklir harus memenuhi syarat keamanan yang lebih ketat.

Baca Juga: Ditolak Warga, Pajak Capital Gain Dibatalkan

Mengomentari kebijakan Swedia itu, Dirjen World Nuclear Association Agneta Rising mengungkapkan keputusan itu adalah sebuah perkembangan positif.

“Keputusan ini akan meyakinkan para perusahaan energi untuk melakukan investasi jangka panjang di pusat-pusat pembangkit nuklir,” katanya. (Bsi)

Baca Juga: RUU Penyelesaian Sengketa Pajak Berganda Disiapkan

“Penghapusan pajak nuklir ini akan menciptakan lebih banyak kondisi kompetitif untuk industri nuklir,” demikian pernyataan resmi Westinghouse Electric Company di Stockholm, pekan lalu.

Baca Juga: Pajak Kurang, Denda Larangan Plastik Diterapkan

Tenaga nuklir adalah sebuah komponen penting dalam kebijakan energi rendah-karbon di Eropa. Oleh karena itu, perusahaan menyambut hangat keputusan yang ditetapkan oleh parlemen Swedia itu.

Senada dengan Westinghouse, salah satu pemasok utama energi nuklir di Swedia, Vattenfall, juga menyambut keputusan politik tersebut.

Secara bisnis, keputusan iti dinilai menguntungkan, karena selain bisa lebih bersaing, perusahaan juga mendapatkan kepastian dalam merencanakan bisnisnya.

Baca Juga: Bongkar Kasus Perdagangan Ilegal Anak Anjing, HMRC Kantongi £5 Juta

“Penghapusan pajak nuklir itu syarat penting bagi kami untuk berinvestasi mengamankan operasi jangka panjang dari reaktor nuklir yang kita miliki sejak 1980-an,” kata Magnus Hall, CEO Vattenfall.

Reaktor nuklir Vattenfall di Forsmark dan Ringhals telah melalui program modernisasi besar-besaran hingga memungkinkannya untuk beroperasi hingga pertengahan 2040.

Namun, seperti dilansir tax-news.com, untuk bisa beroperasi sampai lebih dari 2020, reaktor nuklir harus memenuhi syarat keamanan yang lebih ketat.

Baca Juga: Ditolak Warga, Pajak Capital Gain Dibatalkan

Mengomentari kebijakan Swedia itu, Dirjen World Nuclear Association Agneta Rising mengungkapkan keputusan itu adalah sebuah perkembangan positif.

“Keputusan ini akan meyakinkan para perusahaan energi untuk melakukan investasi jangka panjang di pusat-pusat pembangkit nuklir,” katanya. (Bsi)

Baca Juga: RUU Penyelesaian Sengketa Pajak Berganda Disiapkan
Topik : pajak internasional, pajak nuklir, swedia
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
berita pilihan
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:37 WIB
ZAMBIA
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 10 September 2018 | 09:45 WIB
YUNANI
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:42 WIB
ARAB SAUDI
Jum'at, 27 Juli 2018 | 16:21 WIB
JEPANG
Jum'at, 24 Mei 2019 | 17:11 WIB
NEPAL