Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Otoritas Fiskal Yakini Ada Penyesuaian Kebijakan Moneter Bulan Ini

A+
A-
1
A+
A-
1

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Kebijakan moneter terkait suku bunga acuan praktis tidak berubah sejak awal tahun. Otoritas fiskal meyakini akan ada perubahan kebijakan moneter pada bulan ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi ekonomi global yang cenderung melemah membuat banyak negara melonggarkan kebijakan moneternya. Hal yang idealnya juga dilakukan oleh Indonesia.

“Kita fokus untuk mengelola ekonomi dengan menjaga stabilitas. Kondisi berubah termasuk di negara maju dengan kebijakan moneternya karena adanya tanda-tanda pelemahan ekonomi,” katanya di Kantor BPK, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: Ini Posisi Cadangan Devisa Indonesia per Akhir November 2019

Melihat kondisi perekonomian dan kebijakan bank sentral dibanyak negara, dia meyakini otoritas moneter akan menghitung fenomena tersebut dalam perumusan kebijakan. Namun, dia menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada BI sebagai pengampu kebijakan moneter.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan bank sentral akan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Masing-masing pihak akan memainkan peran dalam kerangka bauran kebijakan fiskal dan moneter.

Meskipun tidak menyebutkan perihal perubahan kebijakan apa yang ditempuh BI nantinya. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut meyakini akan adanya penyesuaian kebijakan moneter yang akan diambil BI.

Baca Juga: Apakah Predikat WBK Jamin Tidak Ada Korupsi Lagi? Ini Kata Sri Mulyani

“Saya rasa BI juga akan melakukan adjustment atau melakukan penyesuaian situasi moneternya. Bagaimana BI melakukan, saya tentu menghormati apa yang dilakukan BI. Ini karena mereka selalu menggunakan baik policy mengenai suku bunga maupun makro prudensialnya,” imbuh Sri Mulyani.

Seperti diketahui, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 15-16 Mei 2109, bank sentral menahan level BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%. Begitu juga dengan suku bunga Deposit Facility yang tidak berubah sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. (kaw)

Baca Juga: Ini Kata Sri Mulyani Soal Penyelundupan Barang dari Luar Negeri

“Kita fokus untuk mengelola ekonomi dengan menjaga stabilitas. Kondisi berubah termasuk di negara maju dengan kebijakan moneternya karena adanya tanda-tanda pelemahan ekonomi,” katanya di Kantor BPK, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: Ini Posisi Cadangan Devisa Indonesia per Akhir November 2019

Melihat kondisi perekonomian dan kebijakan bank sentral dibanyak negara, dia meyakini otoritas moneter akan menghitung fenomena tersebut dalam perumusan kebijakan. Namun, dia menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada BI sebagai pengampu kebijakan moneter.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan bank sentral akan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Masing-masing pihak akan memainkan peran dalam kerangka bauran kebijakan fiskal dan moneter.

Meskipun tidak menyebutkan perihal perubahan kebijakan apa yang ditempuh BI nantinya. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut meyakini akan adanya penyesuaian kebijakan moneter yang akan diambil BI.

Baca Juga: Apakah Predikat WBK Jamin Tidak Ada Korupsi Lagi? Ini Kata Sri Mulyani

“Saya rasa BI juga akan melakukan adjustment atau melakukan penyesuaian situasi moneternya. Bagaimana BI melakukan, saya tentu menghormati apa yang dilakukan BI. Ini karena mereka selalu menggunakan baik policy mengenai suku bunga maupun makro prudensialnya,” imbuh Sri Mulyani.

Seperti diketahui, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 15-16 Mei 2109, bank sentral menahan level BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%. Begitu juga dengan suku bunga Deposit Facility yang tidak berubah sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. (kaw)

Baca Juga: Ini Kata Sri Mulyani Soal Penyelundupan Barang dari Luar Negeri
Topik : kebijakan moneter, Bank Indonesia, Sri Mulyani
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:31 WIB
RUU PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 10:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK 2017
Kamis, 14 Juli 2016 | 13:25 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:58 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 07 Oktober 2019 | 17:36 WIB
SE-24/2019
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA