Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Operasi Gerhana Selamatkan Rp4,3 Miliar

0
0

JAKARTA, DDTCNews –  Operasi Gerhana III Periode Pertama Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menindak 25 kegiatan ilegal, khususnya di bidang pelanggaran kapabeanan.

Dari 25 penindakan yang telah dilakukan, 9 di antaranya merupakan penindakan di bidang impor, 1 di bidang ekspor, 2 di bidang human  traffic (TKI ilegal) dan 13 kasus pelanggaran Free Trade Zone.

Operasi tersebut dilakukan Kannwil DJBC Aceh, Kanwil DJBC Riau Sumatera Barat,  Kanwil DJBC Khusus Kepri dan KPU Bea Cukai Tipe B Batam.

Baca Juga: Wah, Setoran Cukai Kuartal I/2019 Naik 165%, Kok Bisa?

“Total nilai barang dari 25 penindakan itu Rp11,21 miliar. Operasi ini juga berhasil menyelamatkan kerugian negara Rp4,3 miliar,” demikian keterangan tertulis DJBC, belum lama ini.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, R. Evy Suhartantyo mengungkapkan untuk pelanggaran impor didominasi komoditi bawang merah.

Untuk bidang ekspor terdapat pelanggaran pada komoditi pasir timah asal Belitung yang akan dibawa ke Kuantan, Malaysia.

Baca Juga: Resmi! Ini PLB E-Commerce Pertama di Indonesia

Sedangkan pelanggaran pada Free Trade Zone, komoditas yang dominan adalah rokok impor dan rokok khusus kawasan bebas dari Batam menuju Tembilahan.

Penindakan terhadap rokok di area Free Trade Zone menemukan 348 karton dan 4 karung rokok merk Luffman asal Batam.

“Sembilan orang pelaku diamankan, dengan perkiraan nilai barang Rp870 juta. Penindakan ini menyelamatkan kerugian negara kurang lebih Rp2,7 miliar berupa cukai, bea masuk dan pajak.” (Bsi)

Baca Juga: Wah, Sri Mulyani Sinergikan 3 Unit Eselon I Buat Genjot Penerimaan

Operasi tersebut dilakukan Kannwil DJBC Aceh, Kanwil DJBC Riau Sumatera Barat,  Kanwil DJBC Khusus Kepri dan KPU Bea Cukai Tipe B Batam.

Baca Juga: Wah, Setoran Cukai Kuartal I/2019 Naik 165%, Kok Bisa?

“Total nilai barang dari 25 penindakan itu Rp11,21 miliar. Operasi ini juga berhasil menyelamatkan kerugian negara Rp4,3 miliar,” demikian keterangan tertulis DJBC, belum lama ini.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, R. Evy Suhartantyo mengungkapkan untuk pelanggaran impor didominasi komoditi bawang merah.

Untuk bidang ekspor terdapat pelanggaran pada komoditi pasir timah asal Belitung yang akan dibawa ke Kuantan, Malaysia.

Baca Juga: Resmi! Ini PLB E-Commerce Pertama di Indonesia

Sedangkan pelanggaran pada Free Trade Zone, komoditas yang dominan adalah rokok impor dan rokok khusus kawasan bebas dari Batam menuju Tembilahan.

Penindakan terhadap rokok di area Free Trade Zone menemukan 348 karton dan 4 karung rokok merk Luffman asal Batam.

“Sembilan orang pelaku diamankan, dengan perkiraan nilai barang Rp870 juta. Penindakan ini menyelamatkan kerugian negara kurang lebih Rp2,7 miliar berupa cukai, bea masuk dan pajak.” (Bsi)

Baca Juga: Wah, Sri Mulyani Sinergikan 3 Unit Eselon I Buat Genjot Penerimaan
Topik : penyelundupan, pengamanan, djbc
artikel terkait
Selasa, 23 April 2019 | 15:42 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 23 April 2019 | 11:47 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 23 April 2019 | 11:32 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 23 April 2019 | 10:47 WIB
KINERJA FISKAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:27 WIB
PERTEMUAN TAHUNAN IMF-BANK DUNIA
Jum'at, 12 April 2019 | 11:51 WIB
PEREKONOMIAN GLOBAL
Jum'at, 23 September 2016 | 17:01 WIB
PEMERIKSAAN BPK
Selasa, 29 Januari 2019 | 11:54 WIB
KEBIJAKAN CUKAI