Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Operasi Gerhana Selamatkan Rp4,3 Miliar

0
0

JAKARTA, DDTCNews –  Operasi Gerhana III Periode Pertama Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menindak 25 kegiatan ilegal, khususnya di bidang pelanggaran kapabeanan.

Dari 25 penindakan yang telah dilakukan, 9 di antaranya merupakan penindakan di bidang impor, 1 di bidang ekspor, 2 di bidang human  traffic (TKI ilegal) dan 13 kasus pelanggaran Free Trade Zone.

Operasi tersebut dilakukan Kannwil DJBC Aceh, Kanwil DJBC Riau Sumatera Barat,  Kanwil DJBC Khusus Kepri dan KPU Bea Cukai Tipe B Batam.

Baca Juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Andalan Ditjen Bea Cukai

“Total nilai barang dari 25 penindakan itu Rp11,21 miliar. Operasi ini juga berhasil menyelamatkan kerugian negara Rp4,3 miliar,” demikian keterangan tertulis DJBC, belum lama ini.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, R. Evy Suhartantyo mengungkapkan untuk pelanggaran impor didominasi komoditi bawang merah.

Untuk bidang ekspor terdapat pelanggaran pada komoditi pasir timah asal Belitung yang akan dibawa ke Kuantan, Malaysia.

Baca Juga: Soal Cukai Plastik, Ini Kata Dirjen Bea Cukai

Sedangkan pelanggaran pada Free Trade Zone, komoditas yang dominan adalah rokok impor dan rokok khusus kawasan bebas dari Batam menuju Tembilahan.

Penindakan terhadap rokok di area Free Trade Zone menemukan 348 karton dan 4 karung rokok merk Luffman asal Batam.

“Sembilan orang pelaku diamankan, dengan perkiraan nilai barang Rp870 juta. Penindakan ini menyelamatkan kerugian negara kurang lebih Rp2,7 miliar berupa cukai, bea masuk dan pajak.” (Bsi)

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jumlah Layer Sanksi Kepabeanan

Operasi tersebut dilakukan Kannwil DJBC Aceh, Kanwil DJBC Riau Sumatera Barat,  Kanwil DJBC Khusus Kepri dan KPU Bea Cukai Tipe B Batam.

Baca Juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Andalan Ditjen Bea Cukai

“Total nilai barang dari 25 penindakan itu Rp11,21 miliar. Operasi ini juga berhasil menyelamatkan kerugian negara Rp4,3 miliar,” demikian keterangan tertulis DJBC, belum lama ini.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, R. Evy Suhartantyo mengungkapkan untuk pelanggaran impor didominasi komoditi bawang merah.

Untuk bidang ekspor terdapat pelanggaran pada komoditi pasir timah asal Belitung yang akan dibawa ke Kuantan, Malaysia.

Baca Juga: Soal Cukai Plastik, Ini Kata Dirjen Bea Cukai

Sedangkan pelanggaran pada Free Trade Zone, komoditas yang dominan adalah rokok impor dan rokok khusus kawasan bebas dari Batam menuju Tembilahan.

Penindakan terhadap rokok di area Free Trade Zone menemukan 348 karton dan 4 karung rokok merk Luffman asal Batam.

“Sembilan orang pelaku diamankan, dengan perkiraan nilai barang Rp870 juta. Penindakan ini menyelamatkan kerugian negara kurang lebih Rp2,7 miliar berupa cukai, bea masuk dan pajak.” (Bsi)

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jumlah Layer Sanksi Kepabeanan
Topik : penyelundupan, pengamanan, djbc
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 10 April 2019 | 16:37 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Senin, 18 Maret 2019 | 16:49 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 18 September 2018 | 10:43 WIB
BERITA PAJAK HARI INI