Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Negara Ini Kenakan Pajak Royalti Bervariatif

1
1

NEGARA Tango, Argentina merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia yang belokasi di bagian selatan dari benua Amerika Selatan. Negara ini memiliki penduduk multikultural, terutama terdiri dari keturunan Italia, Spanyol, Jerman dan Wales.

Asal usul nama negara 'Argentina' yang mengambil dari istilah latin ‘argentum’ ini cukup kaya sumber daya alam serta memiliki sektor pertanian dan industri yang beragam. Namun sejarah kondisi perekonomiannya kerap terombang-ambing, mulai dari masalah krisis ekonomi, inflasi, bahkan terkena guncangan dari luar negeri.

Pemerintah saat ini terus memerangi ketidakseimbangan makroekonomi yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya. Sebagaimana dicatat oleh Presiden Mauricio Macri dalam pidato pengukuhannya pada tahun 2015, pengurangan inflasi, defisit fiskal dan kemiskinan adalah prioritas dan tujuan utama dari mandat pemerintahan.

Baca Juga: Wah, Berbisnis di Negara Ini Bebas Pajak Penghasilan

Produk Domestik Bruto (PDB) Argentina tercatat sebesar US$637,59 miliar pada 2017. Nilai PDB itu mewakili 1,03% dari ekonomi dunia. Adapun PDB Argentina rata-rata US$192.80 miliar pada periode1962 hingga 2017. PDB  2017 merupakan yang tertinggi sepanjang masa, sedangkan rekor terendah sebesar US$16,60 miliar pada tahun 1971.

Sementara itu, pertumbuhan ekonominya pada 2017 tercatat mulai bangkit sejak terjunnya perekonomian pada 2016. Tahun 2017, pertumbuhan ekonominya mencapai sebesar 2,9% year on year (YoY) terhadap tahun 2016 yang mengalami pertumbuhan minus 1,8%.

Sistem Perpajakan

Baca Juga: Di Negara Ini, Pajak Jadi Biaya Hidup Paling Tinggi

Sistem pemajakan yang diterapkan di Argentina hampir sama seperti di Indonesia yang menerapkan sistem campuran. Untuk wajib pajak dalam negeri (resident), diterapkan prinsip worldwide income, sementara untuk wajib pajak luar negeri (non-resident) diterapkan prinsip source income.

Pajak penghasilan (PPh) badan berlaku terhadap sebuah perusahaan berdomisili di Argentina, cabang perusahaan asing tersebut juga akan dianggap sebagai resident dan dikenakan tarif PPh badan standar senilai 35%. Tarif yang berlaku untuk PPh orang pribadi yaitu 5%-35% untuk resident dan 24,5% untuk non-resident.

Untuk pajak tidak langsung, negara ini menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) atau value added tax (VAT) dengan tarif standar 21%. Tapi ada pula beberapa layanan tertentu yang dikenakan tarif 27% seperti layanan komunikasi, layanan air dan gas, serta ketenagalistrikan.

Baca Juga: Negara Uni Eropa ini Terapkan Tarif Tunggal untuk PPh Orang Pribadi

Dalam hal impor, PPN dihitung dan dibayar dengan bea masuk. Kemudian dari sisi pajak internasional, Argentina menganut tarif pajak dividen sebesar 0%-35% dan tarif pajak royalti sebesar 35% atas perkiraan penghasilan neto yang berbed-beda tergantung pada jenis penghasilan. 

Misalnya, tarif pajak royalti berlaku kepada seorang penulis non-resident atas eksploitasi copyright maka akan dikenakan PPh final sebesar 35% terhadap 35% pembayaran bruto sehingga menghasilkan tarif efektif senilai 12,25%.

Kemudian untuk royalti terhadap perfilman dan televisi dikenakan final witholding tax 35% terhadap 50% dari pendapatan bruto sehingga muncul tarif baru yaitu 17,5%.

Baca Juga: Lapor SPT Tepat Waktu, Utang PPh OP Didiskon 5%

Dari segi tax treaty, negara ini memiliki jaringan yang relatif sedikit jika dibandingkann negara lainnya. Hingga 2017, tercatat ada 18 negara yang menjalin tax treaty dengan Argentina yang  meliputi Australia, Belgia, Bolivia, Brasil, Kanada, Chili, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Inggris.

Aturan pajak Argentina mencakup prinsip realitas ekonomi sebagai general anti-avoidance rule  (GAAR) , di mana otoritas pajak dapat melihat ke transaksi ekonomi secara aktual dan mengabaikan bentuk dan struktur hukum yang digunakan oleh wajib pajak. (*dari berbagai sumber)

Uraian

Baca Juga: Pajak Tidak Langsung di Negara Ini Paling Kompleks di Dunia?

Keterangan

Sistem Pemerintahan Republik Presidensial
PDB Nominal US$637,59 miliar (2017)
Pertumbuhan Ekonomi 2,9% (2017)
Populasi 44,81 juta
Otoritas Pajak The Administración Federal de Ingresos Públicos (The Administración Federal de Ingresos Públicos/AFIP)
Sistem Perpajakan Self assessment
Tarif PPh Badan 35%
Tarif PPh Orang Pribadi 5%-35% resident, 24,5% non-resident
Tarif PPN/VAT 21%
Tarif Pajak Dividen 0%/35%                
Tarif Pajak Royalti 35%
Tarif Pajak Bunga 15,05%-35%
Tax Treaty 18 negara (2017)

Pemerintah saat ini terus memerangi ketidakseimbangan makroekonomi yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya. Sebagaimana dicatat oleh Presiden Mauricio Macri dalam pidato pengukuhannya pada tahun 2015, pengurangan inflasi, defisit fiskal dan kemiskinan adalah prioritas dan tujuan utama dari mandat pemerintahan.

Baca Juga: Wah, Berbisnis di Negara Ini Bebas Pajak Penghasilan

Produk Domestik Bruto (PDB) Argentina tercatat sebesar US$637,59 miliar pada 2017. Nilai PDB itu mewakili 1,03% dari ekonomi dunia. Adapun PDB Argentina rata-rata US$192.80 miliar pada periode1962 hingga 2017. PDB  2017 merupakan yang tertinggi sepanjang masa, sedangkan rekor terendah sebesar US$16,60 miliar pada tahun 1971.

Sementara itu, pertumbuhan ekonominya pada 2017 tercatat mulai bangkit sejak terjunnya perekonomian pada 2016. Tahun 2017, pertumbuhan ekonominya mencapai sebesar 2,9% year on year (YoY) terhadap tahun 2016 yang mengalami pertumbuhan minus 1,8%.

Sistem Perpajakan

Baca Juga: Di Negara Ini, Pajak Jadi Biaya Hidup Paling Tinggi

Sistem pemajakan yang diterapkan di Argentina hampir sama seperti di Indonesia yang menerapkan sistem campuran. Untuk wajib pajak dalam negeri (resident), diterapkan prinsip worldwide income, sementara untuk wajib pajak luar negeri (non-resident) diterapkan prinsip source income.

Pajak penghasilan (PPh) badan berlaku terhadap sebuah perusahaan berdomisili di Argentina, cabang perusahaan asing tersebut juga akan dianggap sebagai resident dan dikenakan tarif PPh badan standar senilai 35%. Tarif yang berlaku untuk PPh orang pribadi yaitu 5%-35% untuk resident dan 24,5% untuk non-resident.

Untuk pajak tidak langsung, negara ini menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) atau value added tax (VAT) dengan tarif standar 21%. Tapi ada pula beberapa layanan tertentu yang dikenakan tarif 27% seperti layanan komunikasi, layanan air dan gas, serta ketenagalistrikan.

Baca Juga: Negara Uni Eropa ini Terapkan Tarif Tunggal untuk PPh Orang Pribadi

Dalam hal impor, PPN dihitung dan dibayar dengan bea masuk. Kemudian dari sisi pajak internasional, Argentina menganut tarif pajak dividen sebesar 0%-35% dan tarif pajak royalti sebesar 35% atas perkiraan penghasilan neto yang berbed-beda tergantung pada jenis penghasilan. 

Misalnya, tarif pajak royalti berlaku kepada seorang penulis non-resident atas eksploitasi copyright maka akan dikenakan PPh final sebesar 35% terhadap 35% pembayaran bruto sehingga menghasilkan tarif efektif senilai 12,25%.

Kemudian untuk royalti terhadap perfilman dan televisi dikenakan final witholding tax 35% terhadap 50% dari pendapatan bruto sehingga muncul tarif baru yaitu 17,5%.

Baca Juga: Lapor SPT Tepat Waktu, Utang PPh OP Didiskon 5%

Dari segi tax treaty, negara ini memiliki jaringan yang relatif sedikit jika dibandingkann negara lainnya. Hingga 2017, tercatat ada 18 negara yang menjalin tax treaty dengan Argentina yang  meliputi Australia, Belgia, Bolivia, Brasil, Kanada, Chili, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Inggris.

Aturan pajak Argentina mencakup prinsip realitas ekonomi sebagai general anti-avoidance rule  (GAAR) , di mana otoritas pajak dapat melihat ke transaksi ekonomi secara aktual dan mengabaikan bentuk dan struktur hukum yang digunakan oleh wajib pajak. (*dari berbagai sumber)

Uraian

Baca Juga: Pajak Tidak Langsung di Negara Ini Paling Kompleks di Dunia?

Keterangan

Sistem Pemerintahan Republik Presidensial
PDB Nominal US$637,59 miliar (2017)
Pertumbuhan Ekonomi 2,9% (2017)
Populasi 44,81 juta
Otoritas Pajak The Administración Federal de Ingresos Públicos (The Administración Federal de Ingresos Públicos/AFIP)
Sistem Perpajakan Self assessment
Tarif PPh Badan 35%
Tarif PPh Orang Pribadi 5%-35% resident, 24,5% non-resident
Tarif PPN/VAT 21%
Tarif Pajak Dividen 0%/35%                
Tarif Pajak Royalti 35%
Tarif Pajak Bunga 15,05%-35%
Tax Treaty 18 negara (2017)
Topik : profil negara, profil perpajakan argentina, argentina
artikel terkait
Jum'at, 26 Januari 2018 | 11:50 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ISLE OF MAN
Selasa, 08 Agustus 2017 | 09:49 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ESTONIA
Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:17 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BAHAMA
Kamis, 03 November 2016 | 17:59 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KYRGYZSTAN
berita pilihan
Kamis, 06 Oktober 2016 | 18:01 WIB
PROFIL PERPAJAKAN QATAR
Senin, 24 Oktober 2016 | 17:30 WIB
PROFIL PERPAJAKAN UZBEKISTAN
Jum'at, 23 September 2016 | 11:30 WIB
PROFIL PERPAJAKAN IRAK
Senin, 21 November 2016 | 18:32 WIB
PROFIL PERPAJAKAN AUSTRALIA
Senin, 26 September 2016 | 20:59 WIB
PROFIL PERPAJAKAN LEBANON
Selasa, 11 Oktober 2016 | 09:55 WIB
PROFIL PERPAJAKAN OMAN
Selasa, 29 November 2016 | 10:30 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BELANDA
Kamis, 03 November 2016 | 17:59 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KYRGYZSTAN
Selasa, 08 November 2016 | 06:37 WIB
PROFIL PERPAJAKAN TURKMENISTAN
Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:17 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BAHAMA