Fokus
Data & Alat
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Rabu, 28 April 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 28 APRIL - 4 MEI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Negara Ini Kenakan Pajak Royalti Bervariatif

A+
A-
1
A+
A-
1
Negara Ini Kenakan Pajak Royalti Bervariatif

NEGARA Tango, Argentina merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia yang belokasi di bagian selatan dari benua Amerika Selatan. Negara ini memiliki penduduk multikultural, terutama terdiri dari keturunan Italia, Spanyol, Jerman dan Wales.

Asal usul nama negara 'Argentina' yang mengambil dari istilah latin ‘argentum’ ini cukup kaya sumber daya alam serta memiliki sektor pertanian dan industri yang beragam. Namun sejarah kondisi perekonomiannya kerap terombang-ambing, mulai dari masalah krisis ekonomi, inflasi, bahkan terkena guncangan dari luar negeri.

Pemerintah saat ini terus memerangi ketidakseimbangan makroekonomi yang diwarisi dari pemerintahan sebelumnya. Sebagaimana dicatat oleh Presiden Mauricio Macri dalam pidato pengukuhannya pada tahun 2015, pengurangan inflasi, defisit fiskal dan kemiskinan adalah prioritas dan tujuan utama dari mandat pemerintahan.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Kekayaan Sudah 74% dari Target

Produk Domestik Bruto (PDB) Argentina tercatat sebesar US$637,59 miliar pada 2017. Nilai PDB itu mewakili 1,03% dari ekonomi dunia. Adapun PDB Argentina rata-rata US$192.80 miliar pada periode1962 hingga 2017. PDB 2017 merupakan yang tertinggi sepanjang masa, sedangkan rekor terendah sebesar US$16,60 miliar pada tahun 1971.

Sementara itu, pertumbuhan ekonominya pada 2017 tercatat mulai bangkit sejak terjunnya perekonomian pada 2016. Tahun 2017, pertumbuhan ekonominya mencapai sebesar 2,9% year on year (YoY) terhadap tahun 2016 yang mengalami pertumbuhan minus 1,8%.

Sistem Perpajakan

Baca Juga: Jelang Jatuh Tempo, Realisasi Pajak Kekayaan Jauh dari Harapan

Sistem pemajakan yang diterapkan di Argentina hampir sama seperti di Indonesia yang menerapkan sistem campuran. Untuk wajib pajak dalam negeri (resident), diterapkan prinsip worldwide income, sementara untuk wajib pajak luar negeri (non-resident) diterapkan prinsip source income.

Pajak penghasilan (PPh) badan berlaku terhadap sebuah perusahaan berdomisili di Argentina, cabang perusahaan asing tersebut juga akan dianggap sebagai resident dan dikenakan tarif PPh badan standar senilai 35%. Tarif yang berlaku untuk PPh orang pribadi yaitu 5%-35% untuk resident dan 24,5% untuk non-resident.

Untuk pajak tidak langsung, negara ini menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) atau value added tax (VAT) dengan tarif standar 21%. Tapi ada pula beberapa layanan tertentu yang dikenakan tarif 27% seperti layanan komunikasi, layanan air dan gas, serta ketenagalistrikan.

Baca Juga: Dorong Konsumsi, Penghasilan Tidak Kena Pajak Bakal Dinaikkan

Dalam hal impor, PPN dihitung dan dibayar dengan bea masuk. Kemudian dari sisi pajak internasional, Argentina menganut tarif pajak dividen sebesar 0%-35% dan tarif pajak royalti sebesar 35% atas perkiraan penghasilan neto yang berbed-beda tergantung pada jenis penghasilan.

Misalnya, tarif pajak royalti berlaku kepada seorang penulis non-resident atas eksploitasi copyright maka akan dikenakan PPh final sebesar 35% terhadap 35% pembayaran bruto sehingga menghasilkan tarif efektif senilai 12,25%.

Kemudian untuk royalti terhadap perfilman dan televisi dikenakan final witholding tax 35% terhadap 50% dari pendapatan bruto sehingga muncul tarif baru yaitu 17,5%.

Baca Juga: Ini Provinsi Pertama di Argentina yang Kenakan Pajak Cryptocurrency

Dari segi tax treaty, negara ini memiliki jaringan yang relatif sedikit jika dibandingkann negara lainnya. Hingga 2017, tercatat ada 18 negara yang menjalin tax treaty dengan Argentina yang meliputi Australia, Belgia, Bolivia, Brasil, Kanada, Chili, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Inggris.

Aturan pajak Argentina mencakup prinsip realitas ekonomi sebagai general anti-avoidance rule (GAAR) , di mana otoritas pajak dapat melihat ke transaksi ekonomi secara aktual dan mengabaikan bentuk dan struktur hukum yang digunakan oleh wajib pajak. (*dari berbagai sumber)

Uraian

Baca Juga: Negara Ini Tidak Punya Pajak Penghasilan atas Dividen

Keterangan

Sistem Pemerintahan Republik Presidensial
PDB Nominal US$637,59 miliar (2017)
Pertumbuhan Ekonomi 2,9% (2017)
Populasi 44,81 juta
Otoritas Pajak The Administración Federal de Ingresos Públicos (The Administración Federal de Ingresos Públicos/AFIP)
Sistem Perpajakan Self assessment
Tarif PPh Badan 35%
Tarif PPh Orang Pribadi 5%-35% resident, 24,5% non-resident
Tarif PPN/VAT 21%
Tarif Pajak Dividen 0%/35%
Tarif Pajak Royalti 35%
Tarif Pajak Bunga 15,05%-35%
Tax Treaty 18 negara (2017)

Topik : profil negara, profil perpajakan argentina, argentina
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 22 April 2020 | 17:58 WIB
PROFIL PERPAJAKAN POLANDIA
Rabu, 08 April 2020 | 18:15 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SERBIA
Kamis, 26 Maret 2020 | 17:45 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KENYA
berita pilihan
Jum'at, 07 Mei 2021 | 13:38 WIB
PEMULIHAN EKONOMI
Jum'at, 07 Mei 2021 | 13:29 WIB
KOTA PADANG PANJANG
Jum'at, 07 Mei 2021 | 13:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 07 Mei 2021 | 12:00 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Jum'at, 07 Mei 2021 | 11:40 WIB
KEBIJAKAN MONETER
Jum'at, 07 Mei 2021 | 11:30 WIB
BANTUAN SOSIAL
Jum'at, 07 Mei 2021 | 11:10 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 07 Mei 2021 | 10:57 WIB
VAKSIN COVID-19
Jum'at, 07 Mei 2021 | 10:00 WIB
THAILAND
Jum'at, 07 Mei 2021 | 09:40 WIB
PP 64/2021