Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Negara Ini Ambil Posisi Non-Binding Terkait Laba Usaha BUT

0
0

Ilustrasi.

MEKSIKO, DDTC News – Pemerintah Meksiko telah mengambil posisi untuk bersikap non-binding (criterio no-vinculativo) terkait dengan definisi business profits yang tercantum dalam tax treaty yang dibuatnya dengan negara mitranya. Posisi non-binding tersebut akan memberikan kepastian hukum bagi wajib pajak luar negeri yang memiliki Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Meksiko.

Sebagaimana dilansir Tax Notes International (TNI) Volume 93 No. 6, sikap Pemerintah Meksiko yang non-binding akan mencabut dua dampak treaty-override jika aturan pajak penghasilan (PPh) Meksiko atau the Mexican Income Tax Law (MITL) diterapkan. Pertama, menghapus pengenaan pajak berganda. Kedua, memberikan interpretasi yang benar untuk kegiatan business profits yang dilakukan oleh BUT di Meksiko.

“Seluruh penghasilan yang bersumber dari Meksiko dan diatur oleh MITL tidak berlaku bagi tax treaty. Oleh karena itu, otoritas pajak akan menafsirkan kegiatan tersebut dengan menggunakan definisi yang tercantum dalam the Mexican Federal Tax Code (FTC) bukan definisi yang termuat dalam MITL,” demikian pernyataan otoritas pajak Meksiko yang dilansir dari TNI, Jumat (22/2/2019).

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

Alasan yang digunakan oleh otoritas pajak Meksiko untuk menggunakan FTC, yaitu definisi business profit yang terkandung dalam FTC tidak menyimpang dari definisi business profit yang diatur dalam tax treaty. Sementara itu, definisi business profit yang diatur dalam MITL melebihi definisi yang diatur dalam tax treaty dan FCT. Bahkan, ketentuan business profits yang diatur dalam MITL bertentangan dengan ketentuan lainnya di dalam MITL. Dengan demikian, definisi business profit di MITL sangat luas dan tidak konsisten.

Jika FTC yang diterapkan, penghasilan dari business profit yang dikenakan pajak hanya dari kegiatan perdagangan, industri, pertanian, perikanan, dan kegiatan sejenis. Akan tetapi, jika MITL yang diterapkan maka penghasilan business profit dimasukkan dalam 'other income'. Ketentuan other income merupakan ketentuan yang menyatakan bahwa penghasilan yang diatur oleh FTC dan yang dirumuskan oleh MITL akan dikenakan pajak di Meksiko.

Penghasilan yang dirumuskan oleh MITL ini merupakan penghasilan yang diterima oleh wajib pajak yang tidak berdomisili di Meksiko yang pada awalnya tidak dikenakan pajak, tetapi karena ada ketentuan 'other income' akan dikenakan pajak. Adapun contoh penghasilan tersebut, yaitu penghasilan pasif berupa dividen, bunga, dan royalti. Selain itu, penghasilan yang berasal dari berbagai jenis jasa.

Baca Juga: Kurang Efektif, Negara Ini Akhirnya Hapus Pajak Kekayaan

Keputusan pengambilan posisi non-binding akan menguntungkan wajib pajak. Alokasi pemajakan penghasilan business profit hanya berasal dari ketentuan business profit yang diatur dalam FTC. Oleh karena itu, posisi non-binding menetapkan otoritas pajak untuk tidak menerapkan interpretasi yang berlebihan atas ketentuan business profit dalam tax treaty terhadap aturan hukum domestik di Meksiko. (Amu)

“Seluruh penghasilan yang bersumber dari Meksiko dan diatur oleh MITL tidak berlaku bagi tax treaty. Oleh karena itu, otoritas pajak akan menafsirkan kegiatan tersebut dengan menggunakan definisi yang tercantum dalam the Mexican Federal Tax Code (FTC) bukan definisi yang termuat dalam MITL,” demikian pernyataan otoritas pajak Meksiko yang dilansir dari TNI, Jumat (22/2/2019).

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

Alasan yang digunakan oleh otoritas pajak Meksiko untuk menggunakan FTC, yaitu definisi business profit yang terkandung dalam FTC tidak menyimpang dari definisi business profit yang diatur dalam tax treaty. Sementara itu, definisi business profit yang diatur dalam MITL melebihi definisi yang diatur dalam tax treaty dan FCT. Bahkan, ketentuan business profits yang diatur dalam MITL bertentangan dengan ketentuan lainnya di dalam MITL. Dengan demikian, definisi business profit di MITL sangat luas dan tidak konsisten.

Jika FTC yang diterapkan, penghasilan dari business profit yang dikenakan pajak hanya dari kegiatan perdagangan, industri, pertanian, perikanan, dan kegiatan sejenis. Akan tetapi, jika MITL yang diterapkan maka penghasilan business profit dimasukkan dalam 'other income'. Ketentuan other income merupakan ketentuan yang menyatakan bahwa penghasilan yang diatur oleh FTC dan yang dirumuskan oleh MITL akan dikenakan pajak di Meksiko.

Penghasilan yang dirumuskan oleh MITL ini merupakan penghasilan yang diterima oleh wajib pajak yang tidak berdomisili di Meksiko yang pada awalnya tidak dikenakan pajak, tetapi karena ada ketentuan 'other income' akan dikenakan pajak. Adapun contoh penghasilan tersebut, yaitu penghasilan pasif berupa dividen, bunga, dan royalti. Selain itu, penghasilan yang berasal dari berbagai jenis jasa.

Baca Juga: Kurang Efektif, Negara Ini Akhirnya Hapus Pajak Kekayaan

Keputusan pengambilan posisi non-binding akan menguntungkan wajib pajak. Alokasi pemajakan penghasilan business profit hanya berasal dari ketentuan business profit yang diatur dalam FTC. Oleh karena itu, posisi non-binding menetapkan otoritas pajak untuk tidak menerapkan interpretasi yang berlebihan atas ketentuan business profit dalam tax treaty terhadap aturan hukum domestik di Meksiko. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, laba usaha but, meksiko
artikel terkait
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS
Jum'at, 19 Januari 2018 | 15:09 WIB
SWISS