Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Miliarder Serbia Ini Dihukum 5 tahun

0
0

JAKARTA, DDTCNews – Pengadilan antikorupsi di Serbia menghukum salah satu pengusaha terkaya di wilayah Balkan, Miroslav Miskovic, dengan hukuman lima tahun penjara akibat kasus penggelapan pajak. Keputusan pengadilan itu dibacakan pada Senin, (20/6) waktu setempat.

Pria berusia 70 tahun itu dinyatakan bersalah oleh pengadilan antikorupsi karena telah membantu anaknya, Marko Miskovic, menghindari pajak sebesar €3 juta (US$3,4 juta) terkait dengan bisnis konstruksi jalan raya. Tak hanya itu, hakim juga menjatuhkan denda €65 ribu. 

Anaknya, Marko, juga telah dijatuhi hukuman tapi lebih ringan ketimbang ayahnya, yakni penjara 3,5 tahun untuk pelanggaran yang sama. Namun, seusai divonis, mereka membantah tuduhan tersebut. "Kami akan mengajukan banding," ujar Zdenko Tomanovic, pengacara keduanya.

Baca Juga: RUU Penyelesaian Sengketa Pajak Berganda Disiapkan

Miroslav Miskovic dulunya adalah sosok yang paling berpengaruh di Serbia. Dia memiliki hubungan dekat dengan beberapa kalangan politik di negara itu. Miroslav diketahui telah membangun kerajaan bisnis di bawah pemerintahan Presiden Serbia dan Yugoslavia Slobodan Milošević pada masa itu, persisnya pada 1990-an.

Selain itu, Miroslav adalah pemilik Delta Holding, salah satu perusahaan terbesar di wilayah tersebut. Perusahaan ini memiliki bisnis retail, real estate, asuransi dan bisnis, juga pertanian di Serbia dan beberapa tempat lain di wilayah Balkan. Perusahaan itu telah memperkerjakan  lebih dari 4 ribu orang dengan turnover  РСД 53 miliar (US$485 juta).

Pada 2007, Miroslav bahkan masuk daftar seribu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Kekayaannya, seperti dilansir dari thestar.com, diperkirakan mencapai US$ 2 miliar tapi dipercaya telah tumbuh lebih dari itu.

Baca Juga: Meghan Markle dan Anaknya Hadapi Dilema Pajak AS

Ketika Miroslav ditangkap pada Desember 2012, Perdana Menteri Aleksandar Vuvic mengatakan hal ini menunjukkan tak ada seorang pun yang tak bisa disentuh oleh lembaga antirasuah. (Amu)

Anaknya, Marko, juga telah dijatuhi hukuman tapi lebih ringan ketimbang ayahnya, yakni penjara 3,5 tahun untuk pelanggaran yang sama. Namun, seusai divonis, mereka membantah tuduhan tersebut. "Kami akan mengajukan banding," ujar Zdenko Tomanovic, pengacara keduanya.

Baca Juga: RUU Penyelesaian Sengketa Pajak Berganda Disiapkan

Miroslav Miskovic dulunya adalah sosok yang paling berpengaruh di Serbia. Dia memiliki hubungan dekat dengan beberapa kalangan politik di negara itu. Miroslav diketahui telah membangun kerajaan bisnis di bawah pemerintahan Presiden Serbia dan Yugoslavia Slobodan Milošević pada masa itu, persisnya pada 1990-an.

Selain itu, Miroslav adalah pemilik Delta Holding, salah satu perusahaan terbesar di wilayah tersebut. Perusahaan ini memiliki bisnis retail, real estate, asuransi dan bisnis, juga pertanian di Serbia dan beberapa tempat lain di wilayah Balkan. Perusahaan itu telah memperkerjakan  lebih dari 4 ribu orang dengan turnover  РСД 53 miliar (US$485 juta).

Pada 2007, Miroslav bahkan masuk daftar seribu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Kekayaannya, seperti dilansir dari thestar.com, diperkirakan mencapai US$ 2 miliar tapi dipercaya telah tumbuh lebih dari itu.

Baca Juga: Meghan Markle dan Anaknya Hadapi Dilema Pajak AS

Ketika Miroslav ditangkap pada Desember 2012, Perdana Menteri Aleksandar Vuvic mengatakan hal ini menunjukkan tak ada seorang pun yang tak bisa disentuh oleh lembaga antirasuah. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, pajak internasional, penggelapan pajak, Miroslav Miskovic, serbia
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
berita pilihan
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 10 September 2018 | 09:45 WIB
YUNANI
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:42 WIB
ARAB SAUDI
Jum'at, 27 Juli 2018 | 16:21 WIB
JEPANG
Senin, 03 September 2018 | 15:12 WIB
INDIA
Senin, 11 Juni 2018 | 15:50 WIB
VIETNAM