Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Mencoba Jernih di Tengah Kegaduhan

0
0

PERAN perpajakan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan kian penting. Upaya memobilisasi penerimaan telah menjadi agenda perekonomian nasional. Hal tersebut sekaligus menyertakan berbagai pembenahan dan perubahan kerangka anggaran, kebijakan dan hukum perpajakan, sekaligus hubungan antara negara dan masyarakat.

Pada saat yang bersamaan, kebutuhan untuk manajamen keuangan daerah yang lebih baik menjadi komponen pokok dari agenda desentralisasi fiskal. Lanskap perpajakan global juga mengalami perombakan signifikan dan mencari bentuk baru yang lebih ideal. Singkatnya, iklim perpajakan tengah berubah drastis.

Potret perubahan itulah yang kemudian dibingkai media dan membanjiri ruang publik kita. Sayangnya, di Indonesia, hal tersebut tidak serta-merta berkorelasi dengan keandalan dan kedalaman informasi. Benar bahwa gempita dunia perpajakan telah membuka berbagai ruang diskusi, namun seringkali diletakkan dalam kacamata yang terlalu luas dan terlepas dari kaidah keilmuan perpajakan.

Baca Juga: DJP Bidik Target Setoran Pajak 2020 Tumbuh 12%

Di sisi lain, harus diakui masyarakat perpajakan (tax society) Indonesia belum terbentuk secara matang. Akibatnya, segala isu mengenai pajak rentan dimanipulasi, ditunggangi, dan digunakan sebagai komoditas politik. Gaduh perpajakan justru menciptakan bias pemahaman dan seringkali menjauhkan kita dari suatu konsensus untuk menciptakan sistem perpajakan yang ideal.

Berangkat dari fenomena itu, kebutuhan atas informasi perpajakan yang terpercaya menjadi sesuatu yang tak terbendung. Celakanya, hingga kini belum ada pihak yang fokus mengambil tanggung jawab tersebut. Di tengah kekosongan inilah, kami berinisiatif mengambil peran sentral itu, dengan mewujudkan suatu portal media online perpajakan, DDTCNews.

Tiga Misi

Baca Juga: Wah, Sektor Properti Dapat Guyuran Insentif Pajak

TERDAPAT tiga hal yang mendorong didirikannya portal berita perpajakan ini, yang sekaligus menjadi misi DDTCNews. Pertama, menyediakan informasi perpajakan yang komprehensif dan mendalam untuk mengurangi asimetri informasi di masyarakat yang berpotensi meningkatkan biaya kepatuhan perpajakan.

Salah satu persoalan sistem perpajakan kita adalah informasi yang asimetris. Dalam situasi itu, tidak ada penguasaan informasi yang berimbang antar-pemangku kepentingan. Melalui DDTCNews, kami menciptakan wadah di mana seluruh stakeholders perpajakan dapat mengakses informasi yang ‘berbicara lebih banyak’ secara mudah dan gratis.

Kedua, DDTCNews ingin memengaruhi dan memberikan kontribusi dalam proses perumusan kebijakan perpajakan untuk membangun sistem perpajakan yang seimbang dan melayani seluruh kepentingan. Misi ini ditetapkan atas dasar kesadaran komitmen kami untuk mengawal proses perumusan serta implementasi kebijakan dan administrasi perpajakan.

Baca Juga: BKF Akan Fokuskan Kajian pada Penurunan Tarif PPh Badan Jadi 20%

Kami percaya hampir seluruh komponen masyarakat memiliki kepentingan atas terbentuknya sistem perpajakan yang ideal. Adanya informasi yang valid dalam rangka menyeimbangkan kepentingan tersebut tentu akan sangat membantu proses perumusan kebijakan agar lebih transparan, terstruktur, tajam, serta berpijak pada masyarakat secara umum dan kaidah-kaidah keilmuan.

Misi terakhir, kami ingin menyediakan data dan materi perpajakan yang mudah diperoleh dan dimengerti untuk kepentingan pendidikan dan meningkatkan literasi perpajakan. Memahami hukum perpajakan bukanlah perkara mudah. Disiplin pajak seorang diri saja sudah merupakan tema yang tidak mudah dipahami, belum lagi untuk mematuhinya.

Karena itu, ketersediaan suatu portal informasi perpajakan yang mudah diakses dan dipahami menjadi urgensi guna menciptakan masyarakat yang melek pajak.Dengan demikian, selain dimaksudkan untuk meningkatkan literasi perpajakan, DDTCNews sekaligus menjadi katalis pembentukan masyarakat perpajakan di Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Guyur Insentif Pajak

Konten

KETIGA misi tersebut pada dasarnya menyiratkan nilai-nilai yang diusung oleh DDTCNews, yaitu: komprehensif, kedalaman, up to date, profesionalisme, mengacu pada kaidah jurnalistik, serta tidak memihak selain pada keilmuan. Nilai-nilai tersebut lalu tercermin dalam menu yang kami tawarkan bagi pembaca, mulai dari kolom analisis hingga infografis, dari kolom kelas pajak hingga profil negara.

DDTCNews membahas persoalan ekonomi, khususnya perpajakan, baik perkembangan di tatanan nasional, internasional hingga daerah. Konten yang disusun merupakan bauran antara faktual (realitas), teori, komparatif, hingga aplikasi di tataran praktis. Dengan cakupannya yang luas ini, DDTCNews hadir bukan saja untuk masyarakat perpajakan, tetapi juga untuk masyarakat luas.

Baca Juga: 3 Tahun DDTCNews, Setia pada Misi

Untuk menjamin keandalan dan kedalaman konten, kami didukung oleh tim redaksi dan kontributor ahli yang mengecap ilmu pajak dan memiliki pengalaman di bidang tersebut. Kami memegang teguh pedoman riset yang mencakup metodologi penelitian yang sistematis, pendekatan ilmu yang multidisiplin, fasilitas literatur yang kaya, serta jaringan dengan narasumber yang berkompeten.

Iklim riset tersebut merupakan keunggulan kami dalam membangun perdebatan perpajakan yang konstruktif. Akhir kata, kami memohon restu dari seluruh masyarakat perpajakan Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga DDTCNews dapat menjadi sumber berita perpajakan yang terpercaya dan terdepan, dan menjadi ikhtiar bersama untuk memperbaiki keadaan. Semoga!

Baca Juga: Batas Harga Rumah Kena PPnBM Naik, Ini Harapan Pemerintah & Pengusaha

Potret perubahan itulah yang kemudian dibingkai media dan membanjiri ruang publik kita. Sayangnya, di Indonesia, hal tersebut tidak serta-merta berkorelasi dengan keandalan dan kedalaman informasi. Benar bahwa gempita dunia perpajakan telah membuka berbagai ruang diskusi, namun seringkali diletakkan dalam kacamata yang terlalu luas dan terlepas dari kaidah keilmuan perpajakan.

Baca Juga: DJP Bidik Target Setoran Pajak 2020 Tumbuh 12%

Di sisi lain, harus diakui masyarakat perpajakan (tax society) Indonesia belum terbentuk secara matang. Akibatnya, segala isu mengenai pajak rentan dimanipulasi, ditunggangi, dan digunakan sebagai komoditas politik. Gaduh perpajakan justru menciptakan bias pemahaman dan seringkali menjauhkan kita dari suatu konsensus untuk menciptakan sistem perpajakan yang ideal.

Berangkat dari fenomena itu, kebutuhan atas informasi perpajakan yang terpercaya menjadi sesuatu yang tak terbendung. Celakanya, hingga kini belum ada pihak yang fokus mengambil tanggung jawab tersebut. Di tengah kekosongan inilah, kami berinisiatif mengambil peran sentral itu, dengan mewujudkan suatu portal media online perpajakan, DDTCNews.

Tiga Misi

Baca Juga: Wah, Sektor Properti Dapat Guyuran Insentif Pajak

TERDAPAT tiga hal yang mendorong didirikannya portal berita perpajakan ini, yang sekaligus menjadi misi DDTCNews. Pertama, menyediakan informasi perpajakan yang komprehensif dan mendalam untuk mengurangi asimetri informasi di masyarakat yang berpotensi meningkatkan biaya kepatuhan perpajakan.

Salah satu persoalan sistem perpajakan kita adalah informasi yang asimetris. Dalam situasi itu, tidak ada penguasaan informasi yang berimbang antar-pemangku kepentingan. Melalui DDTCNews, kami menciptakan wadah di mana seluruh stakeholders perpajakan dapat mengakses informasi yang ‘berbicara lebih banyak’ secara mudah dan gratis.

Kedua, DDTCNews ingin memengaruhi dan memberikan kontribusi dalam proses perumusan kebijakan perpajakan untuk membangun sistem perpajakan yang seimbang dan melayani seluruh kepentingan. Misi ini ditetapkan atas dasar kesadaran komitmen kami untuk mengawal proses perumusan serta implementasi kebijakan dan administrasi perpajakan.

Baca Juga: BKF Akan Fokuskan Kajian pada Penurunan Tarif PPh Badan Jadi 20%

Kami percaya hampir seluruh komponen masyarakat memiliki kepentingan atas terbentuknya sistem perpajakan yang ideal. Adanya informasi yang valid dalam rangka menyeimbangkan kepentingan tersebut tentu akan sangat membantu proses perumusan kebijakan agar lebih transparan, terstruktur, tajam, serta berpijak pada masyarakat secara umum dan kaidah-kaidah keilmuan.

Misi terakhir, kami ingin menyediakan data dan materi perpajakan yang mudah diperoleh dan dimengerti untuk kepentingan pendidikan dan meningkatkan literasi perpajakan. Memahami hukum perpajakan bukanlah perkara mudah. Disiplin pajak seorang diri saja sudah merupakan tema yang tidak mudah dipahami, belum lagi untuk mematuhinya.

Karena itu, ketersediaan suatu portal informasi perpajakan yang mudah diakses dan dipahami menjadi urgensi guna menciptakan masyarakat yang melek pajak.Dengan demikian, selain dimaksudkan untuk meningkatkan literasi perpajakan, DDTCNews sekaligus menjadi katalis pembentukan masyarakat perpajakan di Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Guyur Insentif Pajak

Konten

KETIGA misi tersebut pada dasarnya menyiratkan nilai-nilai yang diusung oleh DDTCNews, yaitu: komprehensif, kedalaman, up to date, profesionalisme, mengacu pada kaidah jurnalistik, serta tidak memihak selain pada keilmuan. Nilai-nilai tersebut lalu tercermin dalam menu yang kami tawarkan bagi pembaca, mulai dari kolom analisis hingga infografis, dari kolom kelas pajak hingga profil negara.

DDTCNews membahas persoalan ekonomi, khususnya perpajakan, baik perkembangan di tatanan nasional, internasional hingga daerah. Konten yang disusun merupakan bauran antara faktual (realitas), teori, komparatif, hingga aplikasi di tataran praktis. Dengan cakupannya yang luas ini, DDTCNews hadir bukan saja untuk masyarakat perpajakan, tetapi juga untuk masyarakat luas.

Baca Juga: 3 Tahun DDTCNews, Setia pada Misi

Untuk menjamin keandalan dan kedalaman konten, kami didukung oleh tim redaksi dan kontributor ahli yang mengecap ilmu pajak dan memiliki pengalaman di bidang tersebut. Kami memegang teguh pedoman riset yang mencakup metodologi penelitian yang sistematis, pendekatan ilmu yang multidisiplin, fasilitas literatur yang kaya, serta jaringan dengan narasumber yang berkompeten.

Iklim riset tersebut merupakan keunggulan kami dalam membangun perdebatan perpajakan yang konstruktif. Akhir kata, kami memohon restu dari seluruh masyarakat perpajakan Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga DDTCNews dapat menjadi sumber berita perpajakan yang terpercaya dan terdepan, dan menjadi ikhtiar bersama untuk memperbaiki keadaan. Semoga!

Baca Juga: Batas Harga Rumah Kena PPnBM Naik, Ini Harapan Pemerintah & Pengusaha
Topik : berita pajak, sistem perpajakan, informasi pajak, DDTCNews
artikel terkait
Jum'at, 26 April 2019 | 19:10 WIB
TAJUK PAJAK
Senin, 25 Maret 2019 | 14:19 WIB
TAJUK
Senin, 25 Februari 2019 | 13:40 WIB
TAJUK PAJAK
Kamis, 27 Desember 2018 | 14:29 WIB
TAJUK
berita pilihan
Kamis, 27 Desember 2018 | 14:29 WIB
TAJUK
Jum'at, 02 November 2018 | 14:35 WIB
TAJUK
Senin, 20 November 2017 | 21:05 WIB
SURAT DARI KELAPA GADING
Jum'at, 09 Maret 2018 | 21:22 WIB
PAJAK & KORUPSI
Kamis, 29 Juni 2017 | 08:02 WIB
PENGELOLAAN EKONOMI
Rabu, 04 Juli 2018 | 15:56 WIB
TAJUK
Rabu, 08 November 2017 | 17:40 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 09 Februari 2018 | 18:12 WIB
PENGELOLAAN EKONOMI
Kamis, 15 Maret 2018 | 18:30 WIB
RUU KUP
Senin, 25 Maret 2019 | 14:19 WIB
TAJUK