Fokus
Literasi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 5 OKTOBER - 11 OKTOBER 2022
Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:15 WIB
KMK 50/2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Reportase

Manfaatkan Insentif PPh Pasal 25 Sesuai Aturan Terbaru, Syaratnya Apa?

A+
A-
4
A+
A-
4
Manfaatkan Insentif PPh Pasal 25 Sesuai Aturan Terbaru, Syaratnya Apa?

Pertanyaan:
PERKENALKAN, nama saya Dito. Saya adalah staf pajak perusahaan manufaktur di Jawa Barat. Saya ingin bertanya, apa syarat yang harus kami penuhi agar perusahaan kami dapat memanfaatkan insentif angsuran PPh Pasal 25 sesuai aturan terbaru?

Dito, Bogor.

Jawaban:
TERIMA kasih Bapak Dito atas pertanyaannya. Ketentuan tentang insentif pajak berupa pengurangan angsuran PPh 25 saat ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 9/PMK.03/2021 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (PMK 9/2021).

Sebagai informasi, PMK 9/2021 ini merupakan aturan yang memperpanjang masa pemberian insentif angsuran PPh Pasal 25 yang sebelumnya diatur dalam PMK 86/2020 s.t.d.d. PMK 110/2020.

Dalam Pasal 12 ayat (1) PMK 9/2021 disebutkan pemerintah memberikan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 sebesar 50% untuk wajib pajak yang:

  1. memiliki kode klasifikasi lapangan usaha (KLU) sebagaimana tercantum dalam Lampiran A PMK 9/2021;
  2. telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE; atau
  3. telah mendapatkan izin penyelenggara kawasan berikat, izin pengusaha kawasan berikat, atau izin PDKB;

Apabila perusahaan tempat Bapak Dito bekerja telah memenuhi salah satu dari persyaratan di atas, selanjutnya perusahaan tempat Bapak Dito bekerja menyampaikan pemberitahuan kepada kepala KPP terdaftar melalui saluran www.pajak.go.id dengan menggunakan format sesuai contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran C PMK 9/2021.

Selanjutnya, kepala KPP terdaftar akan menerbitkan surat pemberitahuan berhak/tidak berhak memanfaatkan insentif PPh Pasal 25, tergantung pemenuhan kriteria yang tercantum dalam Pasal 12 ayat (1) PMK 9/2021 di atas.

Sesuai dengan Pasal 13 ayat (2) PMK 9/2021, pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) PMK 9/2021 berlaku sejak:

  1. Masa pajak SPT Tahunan PPh tahun pajak 2020 dilaporkan dalam hal pemberitahuan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 disampaikan sebelum atau bersamaan dengan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2020 dilaporkan sampai batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2020; atau
  2. Masa pajak pemberitahuan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3) disampaikan dalam hal disampaikan setelah SPT Tahunan PPh tahun pajak 2020 dilaporkan.

Dengan demikian, perusahaan tempat Bapak Dito bekerja harus terlebih dahulu menyampaikan SPT Tahunan PPh 2020 untuk dapat memanfaatkan insentif pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 berdasarkan pada PMK 9/2021.

Apabila perusahaan tempat Bapak Dito bekerja belum menyampaikan SPT Tahunan PPh 2020, perhitungan angsuran PPh Pasal 25 untuk bulan-bulan sebelum SPT Tahunan PPh 2020 disampaikan sebelum batas waktu pelaporan (Januari sampai dengan Maret 2021) sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak 2020 setelah pemanfaatan insentif angsuran PPh Pasal 25 (Desember 2020).

Demikian jawaban kami. Semoga membantu.

Sebagai informasi, Kanal Kolaborasi antara Kadin Indonesia dan DDTC Fiscal Research menayangkan artikel konsultasi setiap Selasa guna menjawab pertanyaan terkait Covid-19 yang diajukan ke email [email protected]. Bagi Anda yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan langsung mengirimkannya ke alamat email tersebut. (kaw)

(Disclaimer)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Kolaborasi, Kadin, DDTC Fiscal Research, insentif pajak, DJP, PMK 9/2021, PPh Pasal 25

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Ditjen Pajak Sebut Ada 2.422 Peserta PPS yang Harus Repatriasi Harta

Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:11 WIB
UNIVERSITAS TRISAKTI

Kanwil DJP Jakarta Barat dan Usakti Perpanjang Kerja Sama Tax Center

Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada Tren Kenaikan Harga Komoditas, DJP Bakal Lakukan Dinamisasi

Selasa, 04 Oktober 2022 | 15:30 WIB
IHPS I/2022

BPK Sebut Insentif Pajak Rp15,3 Triliun Belum Dikelola secara Memadai

berita pilihan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tingkatkan Kapasitas Pegawai Pajak, DJP Gandeng OECD

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:27 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Sebut Ada Kepastian Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Sebut Realisasi Restitusi PPN Dipercepat Tembus Rp8 Triliun

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:33 WIB
LAYANAN PAJAK

Pengajuan Pemindahbukuan Bakal Bisa Online, DJP Siapkan Layanan e-Pbk

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:30 WIB
PMK 197/2013

Omzet Melebihi Rp4,8 M Tak Ajukan Pengukuhan PKP, Ini Konsekuensinya

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA PAREPARE

Tunggak Pajak, Saldo Rp348 Juta Milik WP Dipindahbukukan ke Kas Negara

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:41 WIB
KP2KP SIAK SRI INDRAPURA

Beri Efek Kejut, Kantor Pajak Gelar Penyisiran Lapangan Selama 2 Pekan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:30 WIB
KP2KP PELABUHAN RATU

Usaha WP Tidak Aktif, DJP: Tetap Lapor SPT Masa PPN Selama Masih PKP

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:03 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Jokowi Titip Pesan untuk Pimpinan Parlemen Anggota G-20, Ini Isinya