Fokus
Literasi
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Makan Biaya Tinggi, Ongkos Tes PCR Bisa Jadi Pengurang Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Makan Biaya Tinggi, Ongkos Tes PCR Bisa Jadi Pengurang Pajak

Ilustrasi. Petugas kesehatan melakukan tes usap polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 pada warga di Jakarta, Selasa (2/11/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi bagi laboratorium atau fasilitas kesehatan yang tidak mematuhi aturan harga tes usap PCR berupa teguran hingga pencabutan izin. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

CANBERRA, DDTCNews – Pemerintah Australia menerbitkan kebijakan perpajakan baru terkait 'normal baru' yang dilakukan masyarakat saat bepergian. Nantinya, ongkos yang dikeluarkan pelaku perjalanan untuk tes PCR bisa menjadi pengurang pajak.

Seperti diketahui, banyak negara di dunia kini mensyaratkan tes PCR sebagai langkah screening Covid-19 dalam perjalanan. Masalahnya, syarat tes PCR ini dinilai cukup memberatkan pelaku perjalanan karena biayanya yang masih mahal. Di Australia, ongkos rata-rata tes PCR sejumlah AU$150 atau setara Rp1,5 juta.

Merespons kondisi ini, Australian Taxation Office (ATO) mengeluarkan kebijakan yang membuat biaya tes PCR untuk tujuan perjalanan bisnis bisa menjadi pengurang dalam pajak tahunan wajib pajak.

Baca Juga: Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

"Biaya tes PCR dapat diakui sebagai pengurang pajak untuk wajib pajak. Tes PCR yang dimaksud khusus terkait biaya wajib yang dikeluarkan wajib pajak sebelum pergi untuk tujuan bisnis," ujar perwakilan ATO, dikutip Rabu (24/11/2021).

Lebih lanjut, pihak ATO menjelaskan pada dasarnya tes PCR menjadi biaya tak terduga atas rencana bepergian wajib pajak terkait dengan tujuan bisnis.

Namun, jika wajib pajak mencampurkan tujuan perjalanannya antara bisnis dan liburan maka akan ada pembagian biaya yang proporsional sebagai biaya pengurang pajak. Nantinya biaya proporsional atas tes PCR untuk tujuan bisnis masih akan tetap diakui sebagai pengurang pajak.

Baca Juga: Produk Deposito Kurang Laku, Asosiasi Bank Minta Relaksasi Pajak

Tes PCR kini menjadi biaya tambahan wajib yang harus dikeluarkan untuk bepergian pasca pandemi. Di beberapa klinik di Australia memang menawarkan biaya tes PCR lebih murah di kisaran AU$79. Namun, ongkosnya masih lebih mahal di sebagian besar klinik yang ada.

Dilansir Executive Traveller, beberapa negara lain seperti Singapura dan Thailand juga menjadikan hasil tes PCR sebagai syarat masuk negara mereka.

Sementara Australia sendiri mewajibkan seluruh masyarakat yang terbang dari dan menuju Australia untuk menjalankan tes PCR sebelumnya. Tes PCR harus dilakukan dalam kurun waktu 72 jam sebelum kedatangan mereka ke Australia. (sap)

Baca Juga: Masuk 2022, Jutaan SPT Tahun Pajak 2020 Masih Belum Diproses

Topik : pajak internasional, pajak kesehatan, tes PCR, Covid-19, pengurang pajak, Australia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:30 WIB
PAJAK DALAM BERITA

Video: Insentif Pajak Covid-19 Dilanjutkan & E-Bupot Unifikasi Dimulai

Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:00 WIB
NIGERIA

Lawan Diabetes, Cukai Minuman Berpemanis Jadi Jurus Pemerintah

Sabtu, 15 Januari 2022 | 06:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada 3 Insentif Covid-19 yang Tak Dilanjutkan, Ternyata Ini Alasannya

berita pilihan

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB
POLANDIA

Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Tanpa Harus ke Kantor Pajak, Ini Solusi Lupa EFIN dari DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:49 WIB
KP2KP BANAWA

Petugas Pajak Datangi Kantor Kecamatan, Ingatkan ASN Lapor SPT

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Masuk 2022, Jutaan SPT Tahun Pajak 2020 Masih Belum Diproses

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:00 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

WP Jangan Lupa! Dividen Bebas Pajak Perlu Dilaporkan di SPT Tahunan

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:33 WIB
PENANGANAN COVID-19

Omicron Naik, Jokowi Minta Warga 'Rem' Bepergian & Bekerja dari Rumah

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB
THAILAND

Mantan Kepala SEC Beberkan Kelemahan Kebijakan Pajak Cryptocurreny