Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Lebih dari 30% Kendaraan di Kota Ini Belum Bayar Pajak

1
1

Ilustrasi razia kendaraan bermotor. 

JAKARTA, DDTCNews – Lebih dari 30% kendaraan yang ada di Kota Sukabumi tercatat belum menulasi kewajiban pajaknya.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Kota Sukabumi Iwan Juanda mengatakan dari 126.000 kendaraan, ada sekitar 40.000 kendaraan yang tercatat masih menunggak pajak. Kondisi ini disebut karena efek masih rendahnya kesadaran masyarakat.

“Terhitung sejak awal Juni ini, dari 126.000 kendaraan terdapat 40.000 kendaraan yang belum bayar pajak. Kami sudah melakukan berbagai program untuk memudahkan pembayaran pajak, tapi memang kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih relatif rendah,” jelasnya, seperti dikutip pada Kamis (13/6/2019),

Baca Juga: Pungli, 19 Pegawai BPKD Ditangkap, 1 Tersangka

P3D Kota Sukabumi, sambung dia, terus melakukan perbaikan pelayanan dan berinovasi agar kesadaran masyarakat meningkat. Beberapa program yang dilakukan adalah operasi terpadu, penelusuran Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU), dan program lainnya.

Selain faktor masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, dia memahami ada juga pengaruh dari kondisi ekonomi tiap masyarakat. Namun, karena menjadi konsekuensi dari kepemilikan sepeda motor, pajak tetap harus dibayarkan.

Iwan mengatakan pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penopang pajak daerah yang bermuara pada pendapatan asli daerah (PAD). Dalam konteks ini, dana yang terkumpul dari pajak kendaraan bermotor ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam wujud pembangunan daerah.

Baca Juga: Tarif Pajak Reklame Bakal Dikerek

“Sosialisasi terus dilakukan. Ada pembagian dengan perbandingan 30% untuk pemerintah kota dan 70% untuk pemerintah provinsi,” imbuhnya, seperti dilansir Pojok Jabar. (kaw)

“Terhitung sejak awal Juni ini, dari 126.000 kendaraan terdapat 40.000 kendaraan yang belum bayar pajak. Kami sudah melakukan berbagai program untuk memudahkan pembayaran pajak, tapi memang kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih relatif rendah,” jelasnya, seperti dikutip pada Kamis (13/6/2019),

Baca Juga: Pungli, 19 Pegawai BPKD Ditangkap, 1 Tersangka

P3D Kota Sukabumi, sambung dia, terus melakukan perbaikan pelayanan dan berinovasi agar kesadaran masyarakat meningkat. Beberapa program yang dilakukan adalah operasi terpadu, penelusuran Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU), dan program lainnya.

Selain faktor masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, dia memahami ada juga pengaruh dari kondisi ekonomi tiap masyarakat. Namun, karena menjadi konsekuensi dari kepemilikan sepeda motor, pajak tetap harus dibayarkan.

Iwan mengatakan pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penopang pajak daerah yang bermuara pada pendapatan asli daerah (PAD). Dalam konteks ini, dana yang terkumpul dari pajak kendaraan bermotor ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam wujud pembangunan daerah.

Baca Juga: Tarif Pajak Reklame Bakal Dikerek

“Sosialisasi terus dilakukan. Ada pembagian dengan perbandingan 30% untuk pemerintah kota dan 70% untuk pemerintah provinsi,” imbuhnya, seperti dilansir Pojok Jabar. (kaw)

Topik : pajak kendaraan, pajak daerah, Kota Sukabumi
artikel terkait
Jum'at, 30 September 2016 | 14:03 WIB
KOTA PALOPO
Selasa, 16 Agustus 2016 | 17:16 WIB
KABUPATEN SUMENEP
Senin, 17 Juni 2019 | 18:36 WIB
KABUPATEN ACEH TENGAH
Sabtu, 28 April 2018 | 12:09 WIB
KABUPATEN LAMONGAN
berita pilihan
Senin, 24 Oktober 2016 | 09:59 WIB
YOGYAKARTA
Jum'at, 23 November 2018 | 14:32 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 15:03 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 15:29 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 16:15 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 17:04 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 23 November 2018 | 17:54 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI
Jum'at, 27 April 2018 | 14:40 WIB
TANGERANG SELATAN
Kamis, 25 April 2019 | 15:30 WIB
SUMATRA UTARA
Rabu, 07 September 2016 | 21:01 WIB
SUMATERA UTARA