Fokus
Literasi
Kamis, 05 Agustus 2021 | 09:00 WIB
RESENSI JURNAL
Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:15 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 04 Agustus 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 04 Agustus 2021 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 4 - 10 AGUSTUS 2021
Senin, 02 Agustus 2021 | 17:00 WIB
KMK 43/2021
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Lagi, DDTC Kirim 11 Delegasi Ikuti Konferensi Pajak di India

A+
A-
6
A+
A-
6
Lagi, DDTC Kirim 11 Delegasi Ikuti Konferensi Pajak di India

Sebelas delegasi yang diberangkatkan oleh DDTC berfoto bersama di depan Taj Mahal. 

AGRA, INDIA DDTCNews – Pada penghujung tahun ini, DDTC kembali mengirimkan delegasi untuk mengikuti konferensi pajak internasional yang diselenggarakan oleh Foundation for International Taxation (FIT).

Tahun ini, DDTC mengirim 11 delegasi. Sama seperti tahun lalu, delegasi bukan hanya dari kalangan profesional DDTC melainkan juga pihak eksternal. Adapun pihak eksternal yang diajak untuk menggali ilmu perpajakan di Mumbai, India adalah akademisi, jurnalis, dan mahasiswa.

Ada sebanyak 6 delegasi yang berasal dari internal DDTC. Mereka adalah Specialist of Tax Compliance & Litigation Bintang Perdana Putra, Specialist of Tax Compliance & Litigation Nia Anzolla, Specialist of Transfer Pricing Dwina Karina Sumeler, Specialist of Transfer Pricing Atika Ritmelina, Tax Researcher Dea Yustisia dan Reporter DDTC News Doni Agus Setiawan.

Baca Juga: India Tolak Usulan Elon Musk Soal Diskon Bea Masuk Mobil Listrik

Sementara itu, pihak eksternal yang menjadi delegasi dari akademisi adalah Ketua Departemen Ilmu Administrasi Fiskal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Milla Sepliana Setyowati. Jurnalis yang turut serta adalah Edi Suwiknyo dari Bisnis Indonesia dan Lukita Grahadyarini dari Kompas.

Adapun, dua delegasi lainnya adalah Atma Vektor Mercury dan Muhammad Yusaka dari Jurusan Pajak Prodi D3 Pajak PKN STAN. Keduanya merupakan pemenang DDTCNews Tax Competition 2019 dan berhak untuk mengikuti International Taxation Conference 2019, pada 5-7 Desember 2019 di Mumbai, India.

Managing Partner DDTC Darussalam mengatakan tradisi baru telah dijalankan DDTC, yaitu mengikutsertakan pihak eksternal dalam konferensi tahunan itu. Hal ini dilakukan sejalan dengan salah satu misi DDTC, yaitu mengeliminasi informasi asimetris di dalam masyarakat pajak Indonesia.

Baca Juga: Diduga Lakukan Penggelapan Pajak, Kantor 2 Perusahaan Media Diperiksa

“Konferensi di Mumbai ini sebagai salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP) dan sejak tahun lalu mengundang pihak eksternal sebagai bagian dari misi DDTC untuk mengikis asimetri informasi perpajakan di Indonesia,” katanya.

Selain menimba ilmu dan mendapatkan informasi perpajakan internasional terkini, para delegasi DDTC pada tahun ini berkesempatan untuk mengunjungi salah satu keajaiban dunia, Taj Mahal. Rombongan mengunjungi monumen cinta yang ditujukan untuk Mumtaz Mahal itu pada 3-4 Desember 2019, sebelum kemudian mengikuti konferensi di ITC Maratha Hotel Mumbai.

Adapun kegiatan konferensi pada hari pertama akan dibuka dengan pembahasan yang bertajuk ‘Political Economy Context & The New Approach’. Pada sesi ini, Pascal Saint-Amans selaku Direktur Pusat Kebijakan dan Administrasi Pajak OECD akan menjadi pembicara utama. Setelah itu, ada pula sesi yang membahas topik bertajuk ‘New Taxing Rights—New Step’.

Baca Juga: Ekspor Produk Kayu Ini Bebas Bea Masuk Antidumping ke India

Kemudian, pada hari kedua, Jumat (6/12/2019) akan ada sesi yang mengupas kebijakan pajak yang dilakukan oleh India dan negara Asia lainnya. Sesi yang mengambil tema ‘Impact of Recent Developments on Indian Tax Policy and Objectives’ ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci yakni, Direktur Global Tax Policy Centre WU Jeffrey Owens dan Monica Bhatia dari Indian Revenue Service.

Pada hari terakhir, Sabtu (7/12/2019), ada beberapa isu perpajakan yang akan dibahas secara mendalam seperti transfer pricing, perkembangan teknologi informasi, dan tantangan perpajakan yang dihadapi oleh negara berkembang. Sesi ini akan diisi oleh beberapa narasumber yakni Jeffrey Owens dan Victor van Kommer yang tidak lain adalah profesor sekaligus Direktur Tax Services dari IBFD, Belanda.

Baca Juga: India Batalkan Safeguard Produk Baja Indonesia, Ini Kata Mendag
Topik : India, konferensi pajak internasional, hrdp

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 04 Maret 2021 | 09:30 WIB
INDIA

Investor Asing Minta Rezim Pajak atas WNA Dilonggarkan

Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:49 WIB
PENDIDIKAN PROFESI PAJAK

Lagi, DDTC Kirim 2 Profesionalnya Tempuh Pendidikan Pajak di Austria

Kamis, 18 Februari 2021 | 16:22 WIB
INDIA

Tidak Hanya PPh, Transaksi Cryptocurrency Juga Bakal Kena GST

Senin, 15 Februari 2021 | 18:08 WIB
INDIA

Perangi Pengelakan dan Fraud, Petugas Pajak Bisa Bekukan PKP

berita pilihan

Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:30 WIB
KOTA PALEMBANG

Genjot Penerimaan Pajak, e-Tax Bakal Dipasang di 4.000 Tempat Usaha

Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Terlibat Pengelakan Pajak, Bank Ini Akhirnya Bayar Denda Rp80 Miliar

Kamis, 05 Agustus 2021 | 09:00 WIB
RESENSI JURNAL

Menyikapi Kasus Pinjaman Intragrup Saat Krisis Ekonomi

Kamis, 05 Agustus 2021 | 08:30 WIB
UNI EROPA

Tahun Depan, Warga Negara Asing yang Berkunjung Harus Bayar Pajak

Kamis, 05 Agustus 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

DJP Pakai ATP dalam Pengawasan, Pemeriksaan, dan Penagihan Pajak

Kamis, 05 Agustus 2021 | 07:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Keluar dari Middle Income Trap, Perlu Peningkatan Penerimaan Pajak

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Pajak Pembangunan I?

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:15 WIB
EFEK PANDEMI COVID-19

Subsidi Kuota Internet Diperpanjang Hingga November 2021

Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:52 WIB
PPh BUNGA OBLIGASI

RPP Segera Diundangkan, Tarif PPh Bunga Obligasi WP Dalam Negeri Turun