Berita
Jum'at, 27 November 2020 | 14:27 WIB
PEGAWAI NEGERI SIPIL
Jum'at, 27 November 2020 | 14:15 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 27 November 2020 | 14:02 WIB
PENDAPATAN ASLI DAERAH
Jum'at, 27 November 2020 | 13:32 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Review
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Rabu, 11 November 2020 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 26 November 2020 | 16:36 WIB
PROFIL PERPAJAKAN GRENADA
Kamis, 26 November 2020 | 13:48 WIB
BEA METERAI (3)
Rabu, 25 November 2020 | 17:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 25 November 2020 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Rabu, 11 November 2020 | 13:47 WIB
STATISTIK DESENTRALISASI FISKAL
Komunitas
Jum'at, 27 November 2020 | 10:08 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kamis, 26 November 2020 | 16:55 WIB
STIE PUTRA BANGSA
Kamis, 26 November 2020 | 10:47 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 25 November 2020 | 14:08 WIB
PODTAX
Reportase
Glosarium

Konsolidasi Fiskal, Sri Mulyani Minta Pegawai DJP Bersiap

A+
A-
5
A+
A-
5
Konsolidasi Fiskal, Sri Mulyani Minta Pegawai DJP Bersiap

Ilustrasi. Wajib pajak berkonsultasi dengan petugas di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Palmerah, Jakarta, Senin (12/10/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi penerimaan perpajakan pada 2020 bakal mengalami penurunan hingga 15 persen menjadi Rp.1.193,4 triliun dari yang ditargetkan di postur APBN versi Perpres 72/2020 sebesar Rp.1.404,5 triliun. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pegawai Ditjen Pajak (DJP) untuk bersiap mendukung konsolidasi fiskal mulai tahun depan setelah defisit APBN tahun ini mencapai 6,3% dari PDB.

Sri Mulyani berharap para pegawai DJP dapat meningkatkan kembali realisasi penerimaan pajak yang sempat melorot pada tahun ini. Menurutnya, penerimaan pajak harus ditingkatkan untuk mendukung pemulihan ekonomi setelah pandemi virus Corona.

"Meskipun penerimaan pajak tahun ini turun, teman-teman dari Direktorat Jenderal Pajak harus tetap mengumpulkan dan tahun-tahun depan untuk konsolidasi APBN agar APBN kita tidak terus-menerus mengalami defisit besar," katanya dalam acara Spectaxcular 2020.

Baca Juga: Kemenkeu Sebut Proyek yang Dapat Insentif Pajak Daerah Bakal Selektif

Sri Mulyani menjelaskan APBN tahun ini direvisi karena pandemi menyebabkan penerimaan pajak menurun, sedangkan belanja negara melonjak. Defisit APBN pun diprediksi melampaui batas atau di atas 3% terhadap PDB.

UU No. 2/2020 mengatur pelebaran defisit anggaran hingga di atas 3% dapat dilakukan selama tiga tahun atau sampai dengan 2022. Pada 2021, defisit APBN dipatok 5,7% dan terus menurun pada 2022, lalu kembali lagi di bawah 3% pada 2023.

Sri Mulyani tak memungkiri kondisi saat ini menjadi tantangan yang sangat berat bagi pegawai DJP dalam menaikkan penerimaan pajak. Apalagi, insentif pajak masih akan digelontorkan pada tahun depan.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan PMK Soal Insentif Pajak untuk Impor Vaksin

Meski begitu, ia berharap pegawai DJP dapat kembali meningkatkan pengumpulan pajaknya seiring dengan berakhirnya pandemi. Bagaimanapun, kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan UMKM masih akan besar pada tahun depan.

"Kita harus bisa mengumpulkan penerimaan pajak pada saat Covid-19 sudah mulai menurun dan pemulihan ekonomi terjadi," ujarnya.

Selain itu, Sri Mulyani meminta seluruh pegawai DJP untuk tetap patuh dengan protokol kesehatan Covid-19, bahkan ketika harus berhubungan dengan wajib pajak. Menurutnya, teknologi bisa dipakai untuk memaksimalkan pelayanan kepada wajib pajak. (rig)

Baca Juga: Kemenkeu: Klaster Perpajakan Bakal Tekan Biaya Ekonomi di Daerah

Topik : menteri keuangan sri mulyani, konsolidasi fiskal, kebijakan pemerintah, APBN 2021, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 25 November 2020 | 14:14 WIB
UU CIPTA KERJA
Rabu, 25 November 2020 | 12:03 WIB
APBN 2021
Rabu, 25 November 2020 | 10:04 WIB
PERPRES 105/2020
berita pilihan
Jum'at, 27 November 2020 | 14:27 WIB
PEGAWAI NEGERI SIPIL
Jum'at, 27 November 2020 | 14:15 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 27 November 2020 | 14:02 WIB
PENDAPATAN ASLI DAERAH
Jum'at, 27 November 2020 | 13:32 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 27 November 2020 | 13:30 WIB
PMK 188/2020
Jum'at, 27 November 2020 | 13:05 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 27 November 2020 | 12:45 WIB
FILIPINA
Jum'at, 27 November 2020 | 12:15 WIB
PERPRES 109/2020
Jum'at, 27 November 2020 | 11:30 WIB
KOTA MALANG
Jum'at, 27 November 2020 | 10:45 WIB
INGGRIS