Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Konsensus Global Selangkah Lagi, Komisi Eropa Siapkan Aturan Pelaksana

A+
A-
1
A+
A-
1
Konsensus Global Selangkah Lagi, Komisi Eropa Siapkan Aturan Pelaksana

Ilustrasi.

BRUSSELS, DDTCNews - Komisi Eropa tengah menyiapkan 2 panduan kebijakan baru untuk mengadopsi konsensus pajak internasional oleh OECD.

Komisi Eropa menyebutkan seluruh rencana panduan kebijakan secara khusus didedikasikan pada setiap Pilar dalam konsensus global. Panduan kebijakan pertama diarahkan sebagai implementasi Pilar 1 bagi negara anggota Uni Eropa. Baca 'Selangkah Lagi Mencapai Konsensus Global Pajak Digital'.

"Pilar 1 yang diarahkan dalam panduan kebijakan memberikan hak bagi yurisdiksi pasar mengenakan pajak dari sebagian keuntungan bisnis nonresiden dengan menyediakan sebagian realokasi dari keuntungan global," tulis keterangan resmi Komisi Eropa dikutip pada Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Pakai Aset Negara, Sektor Perikanan Ini Kena Pajak Khusus

Selanjutnya, rencana panduan kedua akan didedikasikan sebagai alat implementasi Pilar 2 di pasar tunggal Eropa. Melalui rencana panduan kebijakan kedua ini akan menetapkan tarif pajak efektif minimum bagi perusahaan multinasional sejalan dengan kesepakatan dalam konsensus pajak internasional.

Komisi menyebutkan 2 rancangan panduan tersebut memerlukan persetujuan bulat dari seluruh negara anggota Uni Eropa. Ketentuan itu menjadi syarat utama konsensus global diadopsi oleh seluruh negara anggota.

"Publikasi [panduan aturan] direncanakan pada Februari 2022 atau pada kuartal III tahun depan," terangnya.

Baca Juga: IMF Minta Negara Eropa Ini Tidak Kucurkan Insentif Pajak

Komisi Eropa menyatakan perumusan panduan kebijakan untuk implementasi konsensus global masih berlangsung. Rancangan aturan tersebut masih terbuka dilakukan revisi dan perubahan.

"Program kerja ini belum final dan masih dapat diubah sebelum diumumkan secara resmi pada 19 Oktober 2021," jelas Komisi Eropa seperti dilansir Tax Notes International. (sap)

Baca Juga: Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : konsensus pajak global, ekonomi digital, pajak internasional, pajak digital, Uni Eropa

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 25 September 2022 | 10:00 WIB
SINGAPURA

Isi SPT Pajak Penghasilan Tidak Benar, 6 Agen Asuransi Ini Dipenjara

Minggu, 25 September 2022 | 09:30 WIB
PORTUGAL

Hadapi Krisis, Menteri Ini Beri Sinyal Insentif Pajak Bakal Menyeluruh

Minggu, 25 September 2022 | 07:00 WIB
THAILAND

Jaga Daya Beli, Thailand Tunda Kenaikan Tarif Cukai Minuman Berpemanis

Minggu, 25 September 2022 | 06:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Wamenkeu Sebut Digitalisasi Jadi Game Changer Ekonomi Indonesia

berita pilihan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PMK Soal MAP Direvisi, Bakal Disesuaikan dengan Pasal 27C UU KUP

Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Siapkan Aturan Teknis Pelaporan Repatriasi dan Investasi Harta PPS

Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Efek Tarif Cukai Naik, Produksi Rokok Turun 3,3% Sampai Agustus 2022

Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:30 WIB
NORWEGIA

Pakai Aset Negara, Sektor Perikanan Ini Kena Pajak Khusus

Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

PPN atau PPnBM yang Tidak Dipungut Instansi Pemerintah

Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Faktur Pajak atas Transaksi Bebas PPN Terlambat Dibuat, Kena Sanksi?

Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:00 WIB
KABUPATEN KUPANG

Siap-Siap! Pemda Ini Adakan Program Pemutihan PBB Sampai 30 November

Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:30 WIB
INGGRIS

IMF Minta Negara Eropa Ini Tidak Kucurkan Insentif Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Kapan Faktur Pajak Dibuat? Simak Lagi Aturannya di Sini

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:00 WIB
VIETNAM

Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara