Fokus
Literasi
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 13 Januari 2022 | 16:37 WIB
TAX ALLOWANCE (3)
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Komisi XI Sepakati Pagu Anggaran Kemenkeu Tahun Depan Rp44 Triliun

A+
A-
0
A+
A-
0
Komisi XI Sepakati Pagu Anggaran Kemenkeu Tahun Depan Rp44 Triliun

Ketua Komisi XI Dito Ganinduto (tengah).

JAKARTA, DDTCNews - Komisi XI menyetujui usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai pagu anggaran Kementerian Keuangan senilai Rp44,01 triliun pada 2022.

Persetujuan tersebut diberikan setelah Ketua Komisi XI Dito Ganinduto meminta pendapat para anggota yang menghadiri rapat kerja, baik secara fisik maupun virtual. Persetujuan itu juga mencakup tambahan anggaran dari usulan awal yang senilai Rp43,02 triliun.

"Komisi XI menyetujui tambahan dukungan anggaran senilai Rp992,77 miliar untuk memenuhi kebutuhan strategi yang belum terdanai di pagu anggaran 2022," kata Dito, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Dia menuturkan tambahan anggaran terjadi pada program dukungan kerja dari semula sejumlah Rp40,08 miliar menjadi Rp41,08 miliar. Sementara itu, untuk program lainnya, tidak ada perubahan dari usulan awal.

Anggaran program pengelolaan belanja negara dipatok Rp17,34 miliar. Pagu pengelolaan penerimaan negara sejumlah Rp2,7 triliun. Lalu, anggaran kebijakan fiskal mencapai Rp35,54 miliar dan program pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko senilai Rp178,03 miliar.

Komisi XI meminta Sri Mulyani terus mengoptimalkan kewenangannya sebagai pengelola fiskal dan bendahara umum negara. Apalagi, ada konsolidasi fiskal yang di antaranya mencakup peningkatan penerimaan negara dan mendorong belanja agar semakin berkualitas.

Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Selain itu, Komisi XI juga memberikan catatan agar Kemenkeu memperhatikan kinerja dan tindak lanjut dalam berbagai sinergi. Misal, sinergi digitalisasi sistem teknologi informasi pemerintah, pengembangan infrastruktur core tax, serta penyelesaian piutang pajak.

Sementara itu, Sri Mulyani menyampaikan terima kasih atas dukungan DPR kepada Kemenkeu. Menurutnya, seluruh jajaran Kemenkeu akan makin bersemangat menjalankan tugas mengelola keuangan negara di tengah tantangan yang tidak mudah akibat pandemi Covid-19.

"Kami akan terus memperhatikan berbagai masukan dari Komisi XI yang semuanya memberikan berbagai pandangan dan juga arahan yang menurut kami sangat sejalan dengan kami untuk terus memperbaiki [kinerja]," ujarnya. (rig)

Baca Juga: Insentif Masih Dibutuhkan, Keringanan PPN Diperpanjang Hingga Maret

Topik : komisi xi, anggaran pemerintah, rapbn 2022, menteri keuangan sri mulyani, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Senin, 17 Januari 2022 | 16:30 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Senin, 17 Januari 2022 | 16:25 WIB
CERITA DAN HUMOR PAJAK

Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

Senin, 17 Januari 2022 | 16:00 WIB
ANGKA KEMISKINAN

BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Senin, 17 Januari 2022 | 14:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya

Senin, 17 Januari 2022 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Enam Kondisi Bukti Pot/Put Unifikasi Tetap Perlu Dibuat

Senin, 17 Januari 2022 | 13:57 WIB
PMK 186/2021

Terbit PMK Baru Soal Pengawasan Akuntan Publik, Ini yang Diatur

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Turun, Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.965 Triliun Per November 2021