Berita
Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Ketimpangan Makin Lebar, Biden Tegaskan Pentingnya Reformasi Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Ketimpangan Makin Lebar, Biden Tegaskan Pentingnya Reformasi Pajak

Presiden AS Joe Biden. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria/FOC/djo

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Presiden AS Joe Biden menekankan pentingnya reformasi pajak guna menciptakan sistem perekonomian yang lebih adil serta tidak hanya berpihak kepada orang kaya dan korporasi.

Dalam 40 tahun terakhir, lanjut Biden, segelintir orang-orang kaya di AS mampu meningkatkan harta kekayaan secara konsisten, bahkan di tengah pandemi Covid-19. Dia mencatat kekayaan miliarder meningkat hingga US$1,8 triliun selama pandemi.

"Dahulu, rata-rata penghasilan CEO hanya 20 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pekerja. Hari ini, penghasilan CEO sebesar 350 kali lipat lebih tinggi dibandingkan penghasilan rata-rata pekerjanya," katanya, dikutip pada Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Tak hanya itu, lanjut Biden, tercatat ada 55 korporasi terbesar AS yang sama sekali tidak membayar pajak penghasilan atas labanya. Faktanya, perusahaan-perusahaan tersebut ternyata memiliki laba senilai US$40 miliar pada 2020.

Selain itu, presiden juga menemukan terdapat kelompok 1% orang terkaya AS ternyata tak membayar pajak terutang sampai dengan US$160 miliar setiap tahunnya melalui berbagai strategi penghindaran dan pengelakan pajak.

"Faktanya, sistem ekonomi kita hanya memberikan manfaat pada mereka yang berada di lapisan teratas. Para pekerja tidak mendapatkan manfaat-manfaat tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Untuk itu, ketentuan pajak di AS perlu diubah sehingga orang-orang terkaya dan korporasi besar di AS membayar pajak yang setara dengan yang dibayar oleh masyarakat kelas menengah.

Biden menambahkan Internal Revenue Service (IRS) akan diperkuat agar otoritas dapat mengetahui secara pasti nominal penghasilan yang diperoleh orang-orang terkaya dan pajak yang seharusnya terutang dari penghasilan tersebut.

Melalui kenaikan tarif pajak atas mereka yang berpenghasilan tinggi dan penguatan rezim pelaporan data dan informasi perpajakan, orang-orang terkaya di AS dan korporasi akan didorong untuk membayar pajak secara adil sesuai dengan penghasilan yang mereka peroleh.

Baca Juga: Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai program-program pembangunan infrastruktur dan belanja kesejahteraan sosial yang selama ini sesungguhnya dibutuhkan oleh rumah tangga AS. (rig)

Topik : amerika serikat, presiden as joe biden, reformasi pajak, HNWI, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 03 Desember 2021 | 09:21 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

BI Ingin Insentif PPN Rumah DTP Diperpanjang Hingga 2022

Jum'at, 03 Desember 2021 | 08:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Aktif Hubungi Wajib Pajak Jelang Akhir Tahun, Ini Alasan DJP

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:30 WIB
LAPORAN ASIAN DEVELOPMENT BANK

Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:19 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

UU HPP Terbit, Kanwil DJP Jatim II Gelar Sosialisasi Secara Maraton

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Lapor Pemanfaatan Penurunan Tarif PPh untuk Perusahaan Terbuka

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:30 WIB
KINERJA FISKAL

PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:11 WIB
UU HPP

Pajak Atas Natura Tak Dikenakan ke Pegawai Level Menengah-Bawah