Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Kartu Prakerja Dipastikan Berlanjut 2022, Anggarannya Rp11 Triliun

A+
A-
0
A+
A-
0
Kartu Prakerja Dipastikan Berlanjut 2022, Anggarannya Rp11 Triliun

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memastikan akan melanjutkan program kartu prakerja pada 2022 mendatang.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan program kartu prakerja masih dibutuhkan untuk mengurangi angka pengangguran, terutama di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah menyiapkan pagu Rp11 triliun untuk menjalankan program tersebut tahun depan.

"Tahun 2022, program kartu prakerja masih terus dilanjutkan," katanya, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: BLT Minyak Goreng Rp300 Ribu Ditarget Cair Sepekan Sebelum Lebaran

Febrio mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana perlindungan sosial senilai Rp252,3 triliun pada 2022. Dari angka tersebut, Rp11 triliun atau 4,3% diarahkan untuk program kartu prakerja.

Menurutnya, pemerintah masih akan melaksanakan program kartu prakerja bukan sebagai program semi bantuan sosial pada tahun depan. Pelaksanaan program secara reguler juga dipertimbangkan dengan menyesuaikan perkembangan pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan program kartu prakerja menjadi bagian dari upaya penanganan dampak pandemi Covid-19. Melalui program tersebut, pemerintah memberikan bantuan uang tunai sekaligus pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pesertanya.

Baca Juga: Subsidi Gaji Rp1 Juta Segera Cair! Kemnaker Kebut Teknis Penyaluran

"Diharapkan kompetensi baik para pencari kerja baru, pencari kerja yang alih profesi, atau korban PHK dapat mengisi kebutuhan dunia kerja sehingga masalah pengangguran Indonesia dapat lebih diatasi," ujarnya.

Penerima kartu prakerja hingga 30 September 2021 tercatat mencapai 12 juta orang yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Survei Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) terhadap 7,2 juta responden penerima manfaat menunjukkan 85% responden tidak atau belum mengikuti pelatihan, 52% responden tinggal di pedesaan, 49% berjenis kelamin perempuan, dan 3,6% di antaranya penyandang disabilitas. (sap)

Baca Juga: Jokowi Salurkan BLT Minyak Goreng, Ditarget Rampung Sebelum Lebaran
Topik : bantuan sosial, bantuan langsung tunai, prakerja, kartu prakerja, bansos

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:41 WIB
BANTUAN SOSIAL

Sri Mulyani: Rata-Rata Penerima Subsidi Upah Bergaji Rp2,9 Juta

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Airlangga: Anggaran PEN Sudah Terealisasi 57,5%

Senin, 18 Oktober 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Masih Pandemi, Pemerintah Disarankan Naikkan Nominal Bansos Tunai

Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Percepat Pemulihan Ekonomi, Insentif Perpajakan Perlu Diperluas

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir