Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

'Kami Melihat Ada Persaingan Tidak Sehat'

A+
A-
1
A+
A-
1
'Kami Melihat Ada Persaingan Tidak Sehat'

Andi Bachtiar Yusuf (kiri) dalam salah satu diskusi di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Instagram Andi Bachtiar Yusuf)

JAKARTA, DDTCNews - Pelaku industri perfilman tidak mempersoalkan rencana pemerintah yang mulai memajaki layanan video digital seperti Netflix untuk menjamin keadilan dalam berusaha.

Sutradara film Andi Bachtiar Yusuf (45) mengatakan rencana kebijakan pajak untuk layanan video berbayar melalui Internet merupakan hal lumrah dalam bisnis hiburan yang kini berbasis digital.

Menurut peraih Piala Citra untuk penulis skenario asli terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2018 itu, catatan penting dari para pelaku seni adalah tersedianya sarana untuk memasarkan hasil karya ditengah keterbatasan karena adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga: Orientasi Pajak Digital Perlu Diubah, Ini Alasan Negosiator Top AS

"Kalau untuk pajak saya rasa tidak ada masalah dan kami juga melihat di situ ada persaingan tidak sehat [antara konvensional dan daring]," katanya dalam Alinea Forum, Selasa (1/7/2020).

Andi menuturkan bagi pelaku seni terutama pembuat film, kondisi pandemi saat ini kehadiran layanan video berbayar seperti Netflix menjadi angin segar untuk memperluas distribusi film nasional secara global.

Saat sumber pendapatan utama dari penghasilan tiket bioskop praktis tidak ada selama pandemi, maka sarana layanan video berbayar menjadi alternatif para penggiat perfilman di tanah air.

Baca Juga: Mulai Pungut Pajak, Netflix Naikkan Tarif Berlangganan

Dia menyebutkan sarana layanan video berbayar seperti Netflix mampu memperluas distribusi penonton tidak hanya sebatas di Indonesia. Hal ini berlaku untuk salah satu karyanya yakni film Love for Sale yang sudah ditonton di 40 negara melalui layanan video berbayar.

Hal ini kemudian menjadi angin segar bagi pelaku seni di tengah terbatasnya dukungan pemerintah untuk film nasional. Dukungan kepada pelaku industri film ini menurutnya bukan barang tabu bagi pemerintah.

Malaysia misalnya mewajibkan film lokal tayang selama 14 hari terlepas jumlah tiket yang berhasil dijual. Kebijakan serupa berlaku untuk Korea Selatan, tetapi hal tersebut hingga saat ini belum dilakukan secara optimal oleh pemerintah.

Baca Juga: DJP: Aplikasi PPN PMSE Sudah Siap

"Dengan adanya aplikasi tersebut [video berbayar], itu merupakan cara yang bagus untuk distribusi film dan cara bagus untuk go international," papar Andi yang pernah menjadi wartawan ini.

Karena itu, ia menambahkan persaingan tidak sehat bukan hanya dialami industri penyiaran konvensional terkait dengan urusan pajak dengan penyedia layanan video berbayar lewat Internet.

Pelaku seni di dalam negeri juga mengalami situasi serupa dengan gempuran film Hollywood yang menjadi pemain utama dalam urusan jam tayang di layar bioskop. (Bsi)

Baca Juga: Pengumuman: Rencana Kenaikan Tarif Pajak Tahun Depan Batal

Topik : andi bachtiar yusuf, netflix, love for sale, pajak digital, pajak video digital
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 19 Juli 2020 | 15:01 WIB
PAJAK DIGITAL
Sabtu, 18 Juli 2020 | 09:01 WIB
INGGRIS
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:30 WIB
OPINI PAJAK
berita pilihan
Minggu, 09 Agustus 2020 | 06:01 WIB
BELANJA SOSIAL
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 16:01 WIB
ARAB SAUDI
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 15:01 WIB
RUU OMNIBUS LAW
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:19 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:53 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:01 WIB
PMK 89/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 12:01 WIB
KAMBOJA
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 11:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK