Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Insentif Masih Dibutuhkan, Keringanan PPN Diperpanjang Hingga Maret

A+
A-
1
A+
A-
1
Insentif Masih Dibutuhkan, Keringanan PPN Diperpanjang Hingga Maret

Ilustrasi.

ASUNCIÓN, DDTCNews – Pemerintah Uruguay memperpanjang keringanan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk mengatasi dampak Pandemi Covid-19 seiring dengan diterbitkannya Keputusan Presiden No. 6440/2021.

Keputusan Presiden (Keppres) 6440/2021 yang memperpanjang pemberlakuan Keppres 5232/2021 tentang keringanan PPN untuk mengatasi pandemi Covid-19 sudah ditandatangani Presiden Uruguay pada 9 Desember 2021.

“Langkah-langkah fiskal yang bertujuan meringankan beban wajib pajak yang terkena dampak Covid-19 menjadi keharusan untuk dipertahankan,” sebut presiden dalam Keppres 6440/2021 seperti dikutip dari Set.gov, Senin (17/01/2022).

Baca Juga: Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Dalam Keppres 6440/2021, terdapat tiga keringanan PPN. Pertama, tarif PPN 10% dikenakan dari 50% harga layanan atas jasa pariwisata, restoran, dan akomodasi. Keputusan ini mulanya diatur dalam Keputusan 3881/2020 dan Keppres 3967/2020.

Kedua, tarif PPN 10% dari 50% jumlah kena pajak layanan penyewaan properti tidak bergerak. Tarif ini seperti yang diatur dalam Keppres 5232/2021. Ketiga, pengurangan tarif PPN sebesar 2% hingga 7% pada produk tertentu.

Produk tertentu yang dimaksud antara lain minuman beralkohol seperti bir, wine, sampanye, wiski, rum, dan lainnya. Tak hanya itu, penurunan tarif PPN tersebut juga berlaku pada produk parfum dan kosmetik.

Baca Juga: Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Pemberlakuan masa pengurangan tarif PPN tersebut berlaku sampai dengan 31 Maret 2022. Dengan demikian, tarif PPN atas barang dan jasa tersebut akan berlaku normal kembali pada 1 April 2022.

Untuk diketahui, Paraguay merupakan negara di Amerika Latin yang saat ini masih terdampak Covid-19. Seperti dilansir Portofolio, inflasi yang terjadi di Paraguay saat ini sudah menyentuh 6,7% atau terbesar selama 10 tahun terakhir. (rizki/rig)

Baca Juga: Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas
Topik : paraguay, insentif pajak, keringanan pajak, pajak, pajak internasional, PPN, covid-19

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Makin Simpel! NIK sebagai NPWP Jadi Tonggak Awal 'Single Sign On'

Sabtu, 21 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Warning Bea Cukai Soal Belanja Online dan Harta PPS Tak Diperiksa Lagi

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:00 WIB
KOTA PEKANBARU

Sudah Ada Pemutihan, Piutang PBB-P2 Belum Tertagih Tembus Rp548,9 M

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus