Berita
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROFIL PAJAK KOTA BOGOR
Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:47 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Ini Sebab Janet Yellen Diprediksi Jadi Menteri Keuangan AS yang Baru

A+
A-
1
A+
A-
1
Ini Sebab Janet Yellen Diprediksi Jadi Menteri Keuangan AS yang Baru

Janet Yellen. (foto: AFP)

WASHINGTON, DDTCNews – Presiden terpilih Joe Biden diprediksi memilih Janet Yellen sebagai menteri keuangan AS. Bila terealisasi, Yellen akan menjadi wanita pertama yang memegang posisi tersebut dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait dengan pencalonan Yellen. Namun, pencalonan Yellen dikonfirmasi oleh tiga orang yang menjalin komunikasi erat dengan para pembantu Biden di antaranya Jen Psaki.

“Presiden terpilih berharap untuk mengumumkan beberapa anggota tim ekonominya awal minggu depan yang akan bekerja dengannya untuk membangun ekonomi kembali lebih baik," cuit Psaki melalui media sosial, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Danai Proyek Infrastruktur, Wacana Pajak Karbon Berembus Lagi

Sementara itu, Profesor Senior kebijakan perdagangan di Cornell University dan Senior Fellow di The Brookings Institution Eswar Prasad mengatakan Yellen akan membawa keahlian teknisnya yang luas serta pengalamannya dalam membuat kebijakan.

"Yellen adalah pembuat kebijakan yang ulung dan sangat dihormati, dengan kredensial yang kuat baik di bidang akademis maupun kebijakan. Selain itu, Yellen memiliki rasa empati yang mendalam bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonom,” tuturnya.

Untuk diketahui, Yellen sebelumnya pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve/FED) pada masa Presiden Barack Obama dan penasihat ekonomi Mantan Presiden Bill Clinton.

Baca Juga: Otoritas Sebut Aturan Cukai Etil Alkohol Bakal Kembali Diperketat

Kepala Strategi Kebijakan Washington di Stifel Group Brian Gardner berharap Menkeu yang baru dapat menghadapi kondisi ekonomi di tengah tekanan akibat pandemi, termasuk menegosiasikan paket stimulus baru dengan Kongres serta memenuhi janji kampanye lainnya.

"Tiga sampai enam bulan pertama akan sibuk. Pekerjaan pertamanya adalah keluar dan menjual paket stimulus lain. Kemudian menyusun dan menjual rencana pajak dan rencana infrastruktur. Lalu perdagangan," kata Brian Gardner seperti dilansir usnews.com. (rig)

Baca Juga: Ini Daftar Negara yang Royal Beri Insentif Pajak untuk Litbang
Topik : amerika serikat, janet yellen, bank sentral AS, joe biden, menteri keuangan, internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 19 Januari 2021 | 10:25 WIB
PRANCIS
Senin, 18 Januari 2021 | 21:45 WIB
RUST CONFERENCE 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 12:31 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 18 Januari 2021 | 11:00 WIB
PAJAK DIGITAL
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:46 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:45 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:32 WIB
BARANG MILIK NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:23 WIB
KEUANGAN NEGARA