Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Proyeksi DDTC Fiscal Research Soal Penerimaan Pajak 2020

A+
A-
1
A+
A-
1

Partner DDTC Fiscal Research B. Bawono Kristiaji (tengah) memberikan pemaparan dalam konferensi pers 'Tantangan & Outlook Pajak 2020: Antara Relaksasi & Mobilisasi', Jumat (13/12/2019).

JAKARTA, DDTCNews – DDTC Fiscal Research memproyeksi penerimaan pajak pada 2020 hanya akan berkisar antara 87,1% hingga 89,0% dari target yang ditetapkan dalam APBN senilai Rp1.642,6 triliun.

Partner DDTC Fiscal Research B. Bawono Kristiaji mengatakan dengan mempertimbangkan shortfall penerimaan pajak 2019 yang cukup tinggi, situasi ekonomi, serta strategi pajak yang akan dijalankan ke depan, penerimaan pajak 2020 diprediksi berkisar Rp1.431 triliun—Rp1.462 triliun.

“Artinya, realisasi penerimaan hanya sekitar 87,1%—89,0% dari target. Penerimaan pajak diperkirakan hanya akan tumbuh 8,4%—10,9% dari realisasi 2019,” katanya dalam konferensi pers 'Tantangan & Outlook Pajak 2020: Antara Relaksasi & Mobilisasi', Jumat (13/12/2019).

Baca Juga: Rencana Strategis DJP Sudah Dibuat, Ini Poin Pentingnya

Dengan mempertimbangkan potensi risiko fiskal dari tidak tercapainya target, menurut Bawono, ada baiknya pemerintah merevisi target tersebut sehingga lebih realistis dan mencerminkan situasi ekonomi yang melambat.

Berdasarkan APBN 2020, pendapatan negara dipatok di angka Rp2.233,2 triliun. Pendapatan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.642,6 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp223,1 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp367 triliun dan hibah sebesar Rp0,5 triliun.

“Dari sisi administrasi, risiko shortfall 2020 juga perlu diantisipasi terutama dengan strategi memperluas basis pajak,” imbuh Bawono.

Baca Juga: 2 Aspek Ini Dianggap Jadi Tantangan Utama DJP di Era Digital

Hingga saat ini, ada beberapa rencana yang sudah mulai didengungkan, seperti menambah jumlah KPP madya, strategi ekstensifikasi per wilayah, maupun penerapan compliance risk management. Hal ini strategis dan terukur menjadi terobosan yang punya prospek baik.

Sebagai informasi, kajian DDTC Fiscal Research terkait tantangan dan outlook pajak 2020 juga masuk dalam majalah InsideTax edisi ke-41 bertajuk ‘Antara Relaksasi dan Mobilisasi’. Anda bisa men-download InsideTax secara gratis di sini. (kaw)

Baca Juga: Terbaru! Ditjen Pajak Luncurkan Single Login, Apa Itu?

“Artinya, realisasi penerimaan hanya sekitar 87,1%—89,0% dari target. Penerimaan pajak diperkirakan hanya akan tumbuh 8,4%—10,9% dari realisasi 2019,” katanya dalam konferensi pers 'Tantangan & Outlook Pajak 2020: Antara Relaksasi & Mobilisasi', Jumat (13/12/2019).

Baca Juga: Rencana Strategis DJP Sudah Dibuat, Ini Poin Pentingnya

Dengan mempertimbangkan potensi risiko fiskal dari tidak tercapainya target, menurut Bawono, ada baiknya pemerintah merevisi target tersebut sehingga lebih realistis dan mencerminkan situasi ekonomi yang melambat.

Berdasarkan APBN 2020, pendapatan negara dipatok di angka Rp2.233,2 triliun. Pendapatan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.642,6 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp223,1 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp367 triliun dan hibah sebesar Rp0,5 triliun.

“Dari sisi administrasi, risiko shortfall 2020 juga perlu diantisipasi terutama dengan strategi memperluas basis pajak,” imbuh Bawono.

Baca Juga: 2 Aspek Ini Dianggap Jadi Tantangan Utama DJP di Era Digital

Hingga saat ini, ada beberapa rencana yang sudah mulai didengungkan, seperti menambah jumlah KPP madya, strategi ekstensifikasi per wilayah, maupun penerapan compliance risk management. Hal ini strategis dan terukur menjadi terobosan yang punya prospek baik.

Sebagai informasi, kajian DDTC Fiscal Research terkait tantangan dan outlook pajak 2020 juga masuk dalam majalah InsideTax edisi ke-41 bertajuk ‘Antara Relaksasi dan Mobilisasi’. Anda bisa men-download InsideTax secara gratis di sini. (kaw)

Baca Juga: Terbaru! Ditjen Pajak Luncurkan Single Login, Apa Itu?
Topik : penerimaan pajak, DJP, DDTC Fiscal Research
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 23 Desember 2019 | 11:16 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Kamis, 02 Mei 2019 | 17:35 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Senin, 28 Januari 2019 | 17:56 WIB
PELAYANAN PAJAK
Selasa, 18 Juni 2019 | 10:05 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
berita pilihan
Jum'at, 24 Januari 2020 | 07:32 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 23 Januari 2020 | 19:30 WIB
KOTA PADANG
Kamis, 23 Januari 2020 | 19:16 WIB
KABUPATEN BEKASI
Kamis, 23 Januari 2020 | 18:49 WIB
RENSTRA DJP 2020-2024
Kamis, 23 Januari 2020 | 18:02 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Kamis, 23 Januari 2020 | 17:59 WIB
PAJAK DIGITAL
Kamis, 23 Januari 2020 | 17:42 WIB
PAJAK DIGITAL
Kamis, 23 Januari 2020 | 16:57 WIB
DKI JAKARTA
Kamis, 23 Januari 2020 | 16:48 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Kamis, 23 Januari 2020 | 16:34 WIB
FILIPINA