Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Indeks Manufaktur Menurun, Menperin: Industri Masih Ekspansif

A+
A-
0
A+
A-
0
Indeks Manufaktur Menurun, Menperin: Industri Masih Ekspansif

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers, Senin (1/3/2021). (foto: hasil tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews – IHS Markit merilis Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Februari 2021 berada di posisi 50,9. Angka tersebut lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya yang berada pada level 52,2.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai indeks tersebut masih berada dalam level ekspansif, karena tetap di atas 50. Menurutnya, penurunan itu masih wajar setelah PMI Manufaktur Indonesia terus naik dalam 6 bulan sebelumnya.

"Kenapa ada penurunan pada bulan Februari ini, salah satunya wajar, karena pada bulan Februari perusahaan-perusahaan sedang melakukan perencanaan. Jadi mereka belum eksekusi," katanya melalui konferensi video, Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Audit Belanja Penanganan Covid-19, BPK Beberkan Sejumlah Temuan

Agus mengatakan pelaku industri telah berupaya bangkit dari pandemi Covid-19 sejak pertengahan tahun lalu. Memasuki Maret, sambungnya, PMI Manufaktur Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali naik.

Apalagi, lanjutnya, pemerintah saat ini telah memberikan berbagai stimulus untuk mendukung pemulihan sektor industri. Misal, pemberian insentif insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP).

Dengan insentif pajak tersebut, konsumsi masyarakat terhadap mobil baru akan meningkat sehingga kinerja industri otomotif ikut pulih. Dengan rantai nilai industri otomotif yang panjang, perbaikan kinerja juga akan dirasakan sektor usaha pendukungnya.

Baca Juga: Jokowi Mau Bentuk Kementerian Investasi, Ini Pandangan Hipmi

Ditambah lagi, insentif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan rumah susun yang akan memulihkan sektor properti. Menurut Agus, dampak insentif itu akan merembet pada 174 industri ikutan dari sektor properti seperti baja, semen, cat, mebel, dan alat rumah tangga, serta 350 industri kecil terkait lainnya seperti kasur, mebel, sapu, dan alat dapur.

"Kami sangat optimistis dan yakin bisa menambah confidence dari para pelaku industri sehingga mendorong mendorong PMI kita kembali naik di atas 51 poin," ujarnya. (rig)

Baca Juga: Terkendala NIK dan KK Saat Daftar Sekolah Kedinasan, Begini Solusinya
Topik : PMI manufaktur, insentif pajak, menperin agus gumiwang, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 08 April 2021 | 16:56 WIB
INDEKS HARGA KONSUMEN
Kamis, 08 April 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 08 April 2021 | 15:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 08 April 2021 | 15:10 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)
Senin, 12 April 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK