Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:15 WIB
13 TAHUN DDTC
Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Hukuman Guillotine

A+
A-
1
A+
A-
1
Hukuman Guillotine

Ilustrasi. (euronews.com)

PADA abad ke-18 di Perancis, hidup tiga lelaki yang bersahabat karib. Yang pertama adalah seorang ekonom, yang kedua seorang pengumpul pajak, dan yang ketiga seorang akuntan. Kalau berkumpul, entah kenapa, ketiganya sering membuat onar. Ada saja keributan dibikinnya.

Suatu malam, ketiganya berkumpul di sebuah café. Mereka bermain lempar koin, dan tak lama meledaklah keributan itu. Seorang perempuan pelayan café yang tak tahu apa-apa harus kehilangan nyawanya karena tersedak koin yang dibuat mainan ketiga sahabat tersebut.

Polisi lalu membawa ketiga sahabat itu ke pengadilan. Tuduhannya, melakukan perbuatan yang mengakibatkan nyawa orang lain melayang. Setelah memeriksa saksi dan bukti, hakim memutuskan menghukum ketiganya dengan pancung guillotine. “Mata harus dibalas mata,” kata hakim.

Baca Juga: Sri Mulyani Rilis Peraturan Baru Soal PSAP Berbasis Akrual No. 15

Pada hari yang telah ditentukan, ketiga lelaki tersebut mengantre di depan guillotine, di hadapan ratusan warga. Raja Perancis Louis XVI bertindak selaku pemimpin upacara penghukuman. Lelaki pertama, ekonom tadi, perlahan melangkah menempatkan kepalanya di lubang.

Lalu algojo melepaskan guillotine, dan ajaib, guillotine berhenti beberapa senti di atas leher lelaki tersebut. Menyaksikan itu, Raja Louis XVI pun langsung berkata. “Di bawah hukum negara kita, jika guillotine gagal melakukan tugasnya, maka Anda dinyatakan bebas.”

Ekonom ini pun bangkit. Ia lega bukan kepalang. Ia selamat.

Baca Juga: Kepada Sri Mulyani, IAI Titip RUU Pelaporan Keuangan

Lelaki kedua, seorang pengumpul pajak, kemudian mengambil tempatnya. Setelah algojo melepas guillotine, aneh bin ajaib, guillotine itu kembali berhenti beberapa senti di atas lehernya. Raja, yang keheranan, terpaksa kembali berkata.

“Di bawah hukum negara kita, jika guillotine gagal melakukan tugasnya, maka Anda dinyatakan bebas.”

Pengumpul pajak ini pun bangun. Ia memeluk sahabatnya ekonom tadi dan menangis terharu karena lolos dari hukuman pancung guillotine.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi, OECD: Jangan Buru-Buru Mobilisasi Setoran Pajak

Tiba giliran lelaki ketiga, seorang akuntan. Ia pun menempatkan kepalanya di lubang guillotine, dan mendongak. Setelah diam sejenak, sebelum algojo melepaskan guillotine-nya, ia berkata. “Tunggu sebentar. Aku pikir aku melihat apa masalahnya..” (Bsi)

Topik : anekdot pajak, akuntan, guillotine
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 26 Agustus 2019 | 15:02 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:35 WIB
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Rabu, 07 Agustus 2019 | 14:41 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Selasa, 06 Agustus 2019 | 19:01 WIB
ANEKDOT AUDITOR
berita pilihan
Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:15 WIB
13 TAHUN DDTC
Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:00 WIB
KOTA MALANG
Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:01 WIB
KABUPATEN BULELENG
Kamis, 29 Oktober 2020 | 12:00 WIB
MALAYSIA
Kamis, 29 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Kamis, 29 Oktober 2020 | 10:00 WIB
EKONOMI DIGITAL
Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 29 Oktober 2020 | 07:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH