Review
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Hipmi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Diprediksi Dekati 0%

A+
A-
10
A+
A-
10
Hipmi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Diprediksi Dekati 0%

Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Hipmi Ajib Hamdani. 

JAKARTA, DDTCNews—Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyebutkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 akan mengalami tekanan berat karena pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Hipmi Ajib Hamdani mengatakan kalkulasi Hipmi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II/2020 tidak lebih dari 1%. Untuk skenario terburuk, geliat ekonomi bisa saja mengalami kontraksi.

“Perkiraan Hipmi pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 mendekati 0% dan dengan kondisi terburuk bisa minus,” katanya dalam FDG virtual Hipmi bertajuk 'Kebijakan Fiskal dan Moneter di Tengah Pandemi', Selasa (2/6/2020).

Baca Juga: Operasi Laut, DJBC Sita Ratusan Kilogram Sabu-Sabu Hingga Rokok Ilegal

Ajib menilai dampak Covid-19 sangat terasa kepada perekonomian, apalagi dengan adanya pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah. Meski begitu, kondisi tersebut kini berangsur membaik.

Rencana pemerintah memberlakukan new normal dalam kehidupan masyarakat bisa menjadi cara untuk menjaga perekonomian tetap bergerak positif tahun ini. Namun, hal tersebut bukan pekerjaan yang mudah.

Ajib menuturkan rumus untuk pemulihan ekonomi adalah dengan mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran. Bila terealisasi, ekonomi nasional diprediksi bisa tumbuh 2% tahun ini.

Baca Juga: Pegawai WFH Perlu Dapat Insentif Pajak, Ini Usulan Senat

Optimisme itu juga tinggi lantaran pemerintah juga sudah menyiapkan perangkat kebijakan yang lengkap dengan diterbitkannya PP No.23/2020 dan Perpres No. 54/2020 untuk memulihkan perekonomian nasional.

“Ekonomi kita secara kumulatif masih bisa positif asalkan rebound sudah dimulai pada Juli 2020, maka pertumbuhan masih bisa mencapai 2% dengan kebijakan yang terus kita kawal dengan baik,” tutur Ajib.

Dia menambahkan alokasi anggaran pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp150 triliun harus diarahkan kepada sektor-sektor usaha yang menggerakkan ekonomi di antaranya adalah sektor UMKM.

Baca Juga: Bank Sentral Minta Pemerintah Setop Buat Insentif Pajak Baru

“Jadi jangan sampai kebijakan pemerintah ini jadi tidak tepat sasaran dan tidak dirasakan UMKM,” tutur Ajib. (rig)

Topik : pertumbuhan ekonomi, hipmi, pengusaha, nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:53 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:46 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:35 WIB
HASIL OPERASI DJBC
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN KARAWANG
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:28 WIB
PMK 85/2020
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:19 WIB
FILIPINA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:16 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:08 WIB
PERCEPATAN BELANJA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:52 WIB
PENGELOLAAN ASET NEGARA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:30 WIB
TEKNOLOGI INFORMASI DJP