Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Empat Delegasi DDTC Ikuti Konferensi Pajak Internasional di India

4
4

Delegasi DDTC saat menikmati kunjungan ke Gateway of India, Mumbai, sebuah landmark yang dibangun pada masa kolonial untuk menyambut kedatangan Raja dan Ratu Inggris.

MUMBAI, DDTCNews – Di penghujung tahun ini, DDTC kembali mengirimkan empat delegasi untuk mengikuti konferesi pajak kelas dunia yang diselenggarakan oleh Foundation for International (FIT) India selama 7-9 Desember 2017 di ITC Maratha Hotel, Mumbai, India.

Keempat delegasi tersebut antara lain Riyhan Juli AsyirFakryAwwaliatul Mukarromah, dan Tami Putri Pungkasan. Adapun konferensi pajak 2017 ini mengangkat topik besar mengenai instrumen multilateral (multilateral instrument/MLI) yang akan mewadahi implementasi proyek base erosion and profit shifting (BEPS).

Para pakar pajak di level internasional turut hadir menjadi narasumber dalam konferensi tahunan ini, di antaranya Kees Van Rad dari  Universitas Leiden, Michael Lang dari WU Vienna University of Business and Economics, Direktur Pelayanan Pajak International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD) Victor van Kommer, hingga Direktur Pusat Kebijakan dan Administrasi OECD Pascal Saint-Amans. 

Baca Juga: Pemerintah Paksa 12 Pejabat Pajak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Tak hanya itu, para konsultan pajak dari berbagai kantor konsultan pajak global juga ikut menghadiri acara ini, termasuk perwakilan dari berbagai asosiasi/lembaga seperti International Fiscal Association (IFA), IBFD, International Tax Research and Analysis Foundation (ITRAF), International Tax Center (ITC) Leiden, dan lain sebagainya.

Pada hari pertama, konferensi pajak ini dibuka oleh Roy Rohatgi selaku Direktur Konferensi FIT India.  Topik yang dibahas mengenai tantangan dan peluang pelaksanaan MLI sebagai pintu pelaksanaan 15 Aksi proyek BEPS. Beberapa isu BEPS juga dibahas secara spesifik seperti profit split method terkait transfer pricing dan beneficial owner terkait pertukaran informasi pajak.

Selanjutnya, pada hari kedua, topik diskusi mengarah pada dampak global dari implementasi BEPS terhadap perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) serta respons negara-negara di dunia terhadap hal tersebut. 

Baca Juga: Negara Ini Lirik Pengenaan Pajak Tarik Tunai Rp205 Juta Setahun

Adapun, pada hari terakhir, topiknya lebih beragam, mulai isu konflik P3B, transfer pricing, aturan anti-penghindaran pajak , hingga isu bentuk usaha tetap (BUT) artifisial yang semuanya masih terkait dengan proyek BEPS. Acara ini akan ditutup dengan closing remarks dari Roy Rohatgi dan Jan Maarten Slagter selaku CEO IBFD.

Sebagai informasi, konferensi pajak internasional tahunan ini telah diselenggarakan sejak 1995, namun baru pada 2006 acara ini selenggarakan oleh FIT India yang didirikan pada Januari 2006. Lembaga ini berdiri untuk mempromosikan riset dan pengetahuan di bidang pajak internasional.

Keikutsertaan keempat delegasi dalam konferesi pajak di Mumbai ini didukung secara penuh oleh DDTC sebagai salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP). Program ini diberikan kepada para profesional DDTC untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kursus di mancanegara, termasuk beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri.

Baca Juga: Adopsi Transparansi Pajak, Negara Ini Serukan Adanya Sanksi

Para pakar pajak di level internasional turut hadir menjadi narasumber dalam konferensi tahunan ini, di antaranya Kees Van Rad dari  Universitas Leiden, Michael Lang dari WU Vienna University of Business and Economics, Direktur Pelayanan Pajak International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD) Victor van Kommer, hingga Direktur Pusat Kebijakan dan Administrasi OECD Pascal Saint-Amans. 

Baca Juga: Pemerintah Paksa 12 Pejabat Pajak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Tak hanya itu, para konsultan pajak dari berbagai kantor konsultan pajak global juga ikut menghadiri acara ini, termasuk perwakilan dari berbagai asosiasi/lembaga seperti International Fiscal Association (IFA), IBFD, International Tax Research and Analysis Foundation (ITRAF), International Tax Center (ITC) Leiden, dan lain sebagainya.

Pada hari pertama, konferensi pajak ini dibuka oleh Roy Rohatgi selaku Direktur Konferensi FIT India.  Topik yang dibahas mengenai tantangan dan peluang pelaksanaan MLI sebagai pintu pelaksanaan 15 Aksi proyek BEPS. Beberapa isu BEPS juga dibahas secara spesifik seperti profit split method terkait transfer pricing dan beneficial owner terkait pertukaran informasi pajak.

Selanjutnya, pada hari kedua, topik diskusi mengarah pada dampak global dari implementasi BEPS terhadap perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) serta respons negara-negara di dunia terhadap hal tersebut. 

Baca Juga: Negara Ini Lirik Pengenaan Pajak Tarik Tunai Rp205 Juta Setahun

Adapun, pada hari terakhir, topiknya lebih beragam, mulai isu konflik P3B, transfer pricing, aturan anti-penghindaran pajak , hingga isu bentuk usaha tetap (BUT) artifisial yang semuanya masih terkait dengan proyek BEPS. Acara ini akan ditutup dengan closing remarks dari Roy Rohatgi dan Jan Maarten Slagter selaku CEO IBFD.

Sebagai informasi, konferensi pajak internasional tahunan ini telah diselenggarakan sejak 1995, namun baru pada 2006 acara ini selenggarakan oleh FIT India yang didirikan pada Januari 2006. Lembaga ini berdiri untuk mempromosikan riset dan pengetahuan di bidang pajak internasional.

Keikutsertaan keempat delegasi dalam konferesi pajak di Mumbai ini didukung secara penuh oleh DDTC sebagai salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP). Program ini diberikan kepada para profesional DDTC untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kursus di mancanegara, termasuk beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri.

Baca Juga: Adopsi Transparansi Pajak, Negara Ini Serukan Adanya Sanksi
Topik : konferensi pajak, india, program hrdp
artikel terkait
Senin, 27 Juni 2016 | 18:54 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 22 April 2018 | 06:34 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 07 Juli 2018 | 05:58 WIB
LAPORAN DDTC DARI RUST AUSTRIA
Sabtu, 07 Juli 2018 | 19:55 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
berita pilihan
Kamis, 09 Maret 2017 | 06:01 WIB
LAPORAN DDTC DARI LONDON (3)
Selasa, 14 Maret 2017 | 09:10 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA (2)
Senin, 08 Januari 2018 | 07:10 WIB
LAPORAN DDTC DARI SELANDIA BARU
Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Kamis, 26 April 2018 | 11:35 WIB
LAPORAN DARI NEGARA TETANGGA
Kamis, 16 Agustus 2018 | 21:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI HARVARD UNIVERSITY (2)
Jum'at, 09 Februari 2018 | 07:26 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 30 Juni 2018 | 06:34 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI KUALA LUMPUR
Minggu, 08 Juli 2018 | 08:22 WIB
LAPORAN DDTC DARI RUST CONFERENCE (1)
Selasa, 06 Desember 2016 | 18:05 WIB
LAPORAN DDTC DARI MUMBAI (4)