Review
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 01 April 2020 | 18:28 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 03 April 2020 | 20:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN TRENGGALEK
Jum'at, 03 April 2020 | 19:11 WIB
TIPS MENGISI E-BILLING
Jum'at, 03 April 2020 | 18:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase

Einstein & Orang Indonesia

A+
A-
0
A+
A-
0
Einstein & Orang Indonesia
(Foto: lockerdome.com)

Sehari sebelum Albert Einstein meninggal, konon ia bertemu dengan 3 orang Indonesia. Ilmuwan terbesar dari abad ke-20 ini lalu bertanya berapa IQ atau tingkat kecerdasan ketiga orang tersebut.

Orang yang pertama pun buru-buru menjawab, IQ-nya 190.

Wonderful,” sahut Einstein sambil tersenyum. “Kita bisa mendiskusikan apa kontribusi yang diberikan Ernest Rutherford pada fisika atom atau teoriku tentang relativitas umum.”

Baca Juga: Mengkaji Pemajakan atas Mata Uang Virtual

Orang yang kedua kemudian menjawab agak malu-malu, 150.

Good,” sahut Einstein. “Saya sudah tidak sabar ingin berbincang-bincang dengan Anda tentang peran Indonesia yang ikut menandatangani perjanjian nonproliferasi nuklir demi perdamaian dunia.”

Orang Indonesia yang ketiga tiba-tiba bergumam tidak jelas. Lalu berkata lirih, 50.

Baca Juga: Apa Itu Kehadiran Ekonomi Signifikan?

Einstein pun spontan bertanya, “Jadi apa perkiraan Anda untuk defisit APBN Indonesia tahun depan?” (Bsi)

Wonderful,” sahut Einstein sambil tersenyum. “Kita bisa mendiskusikan apa kontribusi yang diberikan Ernest Rutherford pada fisika atom atau teoriku tentang relativitas umum.”

Baca Juga: Mengkaji Pemajakan atas Mata Uang Virtual

Orang yang kedua kemudian menjawab agak malu-malu, 150.

Good,” sahut Einstein. “Saya sudah tidak sabar ingin berbincang-bincang dengan Anda tentang peran Indonesia yang ikut menandatangani perjanjian nonproliferasi nuklir demi perdamaian dunia.”

Orang Indonesia yang ketiga tiba-tiba bergumam tidak jelas. Lalu berkata lirih, 50.

Baca Juga: Apa Itu Kehadiran Ekonomi Signifikan?

Einstein pun spontan bertanya, “Jadi apa perkiraan Anda untuk defisit APBN Indonesia tahun depan?” (Bsi)

Topik : albert einstein, ekonom, nuklir
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Jum'at, 23 September 2016 | 14:02 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI
Kamis, 07 November 2019 | 14:19 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 13 November 2019 | 12:50 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 15 September 2016 | 11:01 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Jum'at, 03 April 2020 | 20:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN TRENGGALEK
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 19:34 WIB
SE-03/2020
Jum'at, 03 April 2020 | 19:11 WIB
TIPS MENGISI E-BILLING
Jum'at, 03 April 2020 | 19:01 WIB
SE-03/2020
Jum'at, 03 April 2020 | 18:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:58 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK