Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Darmin: Ruang Pelonggaran Moneter Terbuka Lebar

A+
A-
0
A+
A-
0
Darmin: Ruang Pelonggaran Moneter Terbuka Lebar

JAKARTA, DDTCNews – Laju inflasi September 2016 yang tercatat 0,22% (month to month) atau 3,07% (year on year) membuka ruang lebih lebar bagi otoritas moneter untuk melonggarkan suku bunga guna menurunkan tingkat bunga kredit komersial dan menggerakkan sektor riil.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral dan penurunan bunga kredit bank komersial terbuka lebih lebar, seiring dengan laju inflasi yang terkendali sesuai dengan prediksi.

Di sisi lain kinerja program pengampunan pajak yang baik dengan sendirinya akan berdampak positif bagi likuiditas secara keseluruhan. "Jadi sekarang, tinggal bagaimana Bank Indonesia menghitungnya, kita lihat saja,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/10).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir

Darmin menilai secara keseluruhan pola inflasi yang terjadi pada September 2016 tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Selain itu, produksi beras juga masih bagus sehingga inflasi cenderung rendah.

Karena itu, seharusnya memang ada ruang yang lebar bagi bank komersial untuk menurunkan bunganya, terutama bunga kredit, sehingga program-program pembangunan ekonomi khususnya di sektor riil dapat lebih berjalan.

Seperti diketahui, jumlah uang tebusan program pengampunan pajak hingga periode I berakhir pukul 00.00 Sabtu (1/10) mencapai Rp97,2 triliun, atau 59% dari target penerimaan uang tebusan Rp165 triliun.

Baca Juga: Ekonomi Digital Jadi Ancaman Penerimaan Pajak, Begini Catatan Kemenkeu

Realisasi itu didasarkan pada surat setoran pajak (SSP) yang mencakup pembayaran tebusan, pembayaran tunggakan, dan pembayaran penghentian pemeriksaan bukti permulaan. Perinciannya, tebusan Rp93,7 triliun, tunggakan Rp354 miliar, dan bukti permulaan Rp3,06 triliun.

Adapun, harta yang dilaporkan melalui surat pernyataan harta (SPH) mencapai Rp3.620 triliun dengan jumlah tebusan Rp89,1 triliun. Dari harta itu, repatriasi Rp137 triliun atau 14% dari target Rp1.000 triliun, deklarasi dalam negeri Rp2.532 triliun, dan luar negeri Rp951 triliun. (Bsi)

Baca Juga: Inflasi Indonesia 'Hanya' 3,5%, Sri Mulyani: Tekanannya Lebih Rendah
Topik : inflasi, september, kebijakan moneter, Bank Indonesia, darmin nasution

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 21 April 2022 | 17:00 WIB
AFRIKA SELATAN

Harga Pangan Menanjak, Negara Ini Dituntut Hapus Bea Masuk & PPN Ayam

Kamis, 21 April 2022 | 10:30 WIB
PEREKONOMIAN DUNIA

IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani Singgung Imbas ke Subsidi

Selasa, 19 April 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN MONETER

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Angka 3,5 Persen, Ini Alasannya

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir