Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

BPKP Sebut Pengadaan dan Eksekusi Vaksinasi Perlu Pengawasan Ekstra

A+
A-
0
A+
A-
0
BPKP Sebut Pengadaan dan Eksekusi Vaksinasi Perlu Pengawasan Ekstra

Gedung Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan. (foto: bpkp.go.id)

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menilai pengawasan ekstra untuk program pengadaan vaksin dan vaksinasi nasional sangat dibutuhkan sehingga dapat tepat sasaran dan nihil praktik kecurangan.

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M. Yusuf Ateh mengatakan belanja pengadaan dan proses vaksinasi memiliki ruang lingkup yang luas mulai dari kebutuhan dana hingga eksekusi di lapangan.

"Untuk itu, perlu pengawasan ekstra yang dapat disiasati dengan sinergi dan kolaborasi 600 Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Kementerian/Lembaga/Daerah," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Beri Insentif PPnBM, Ini Pesan Menperin untuk Industri Otomotif

M. Yusuf Ateh menuturkan tantangan yang dihadapi dalam proses pengadaan dan eksekusi vaksinasi tidaklah sedikit. Misal, terkait dengan akses dan kapasitas tenaga kesehatan dalam menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Lalu, proses pendataan dan validitas data, kapasitas distribusi dan penyimpanan, kesiapan anggaran dan fasilitas pendukung lainnya. Menurutnya, berbagai tantangan tersebut membuka ruang adanya praktik kecurangan.

Dia menuturkan proses bisnis pengawasan vaksin dan vaksinasi massal harus memenuhi beberapa kriteria utama seperti akurasi dan validasi data penerima agar ketepatan sasaran terjaga. Kemudian, memastikan prosedur vaksinasi dijalankan dengan benar.

Baca Juga: Ada Usulan Pajak Kekayaan, Yellen: Sangat Rumit untuk Diterapkan

Selain itu, distribusi vaksin juga harus dipastikan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat jenis. Selanjutnya pengawasan terkait dengan dukungan anggaran pemerintah pusat dan daerah cukup dan disediakan tepat waktu.

"Critical success factors dalam pengawalan efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan vaksinasi COVID-19 itu APIP harus dapat memberikan saran perbaikan tetapi tidak mengganggu kecepatan pelaksanaan vaksinasi," tutur Yusuf.

Untuk mengamankan pengawasan pengadaan vaksin dan vaksinasi maka perlu disiapkan help desk pada tingkat kantor pusat dan perwakilan di daerah. Tugas help desk adalah menjadi wadah koordinasi dan konsultasi bagi seluruh APIP yang dapat diakses selama 24 jam. (rig)

Baca Juga: Pengusaha Minta Kenaikan Tarif Cukai Minol Disetop Sementara

Topik : bpkp, vaksinasi covid-19, pengawasan, kebijakan pemerintah, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 04 Maret 2021 | 09:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 04 Maret 2021 | 09:30 WIB
INDIA
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:08 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:20 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:00 WIB
KABUPATEN ASAHAN
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:03 WIB
PER-03/PJ/2021