JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah bakal memperkuat pencatatan statistik industri dalam rangka meningkatkan akurasi identifikasi sumber pertumbuhan ekonomi.
Penyempurnaan pencatatan statistik industri diperlukan mengingat statistik pertumbuhan ekonomi kuartal III/2026 akan dirilis pada awal bulan depan.
"Kami mengidentifikasi beberapa sumber pertumbuhan industri yang bisa kita galakkan ke depan, baik di sektor makanan dan minuman, kemudian agro, baik di kawasan industri maupun kawasan berikat," ujar Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, dikutip pada Sabtu (31/10/2026).
Penguatan pencatatan statistik industri dilaksanakan oleh Kemenko Perekonomian bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perindustrian.
Dradjad mengatakan koordinasi ini merupakan bagian dari upaya menggali sumber-sumber pertumbuhan ekonomi ke depan, termasuk melalui penguatan sektor industri dan sektor-sektor pendukungnya.
Menurut Dradjad, penyelarasan data diperlukan untuk membangun satu data nasional yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melihat perkembangan ekonomi, mengidentifikasi potensi pertumbuhan, serta merumuskan intervensi kebijakan yang diperlukan.
Nantinya, data statistik akan dikaitkan dengan kebijakan agar dapat membantu mengidentifikasi persoalan dan menentukan intervensi yang sesuai.
Dradjad pun mengatakan saat ini sesungguhnya terdapat peningkatan aktivitas pada sektor industri dan sektor pendukungnya. Kondisi ini harus dipandang sebagai peluang untuk melakukan ekspansi industri ke depan.
"Kalau di pertanian kita punya intensifikasi pertanian, perbaikan air, kemudian pupuk dan sebagainya itu ternyata meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian cukup signifikan. Nah di industri, ini juga intensifikasi industri melalui itu tadi, peningkatan utilisasi. Insyaallah ini akan bisa kita dorong," ujar Dradjad. (dik)
