JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Dadan kini digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya merupakan wakil kepala BGN.
"Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik Sudaryati Deyang sebagai kepala BGN yang baru," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dikutip pada Rabu (3/6/2026).
Pada saat yang sama, Prabowo juga memutuskan untuk mengangkat Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai wakil kepala BGN menggantikan 2 pejabat sebelumnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
"Kepada 3 pimpinan BGN yang baru kami berharap bisa segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L), memperkuat koordinasi dengan pemda, serta memastikan seluruh program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar Prasetyo.
Prasetyo pun menjamin seluruh program BGN utamanya makan bergizi gratis (MBG) akan tetap berjalan optimal tanpa gangguan meski terdapat pergantian kepemimpinan pada BGN.
Ke depan, pelaksanaan program strategis di bawah BGN akan terus dievaluasi tanpa mengganggu pelayanan yang sudah diberikan.
"Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program BGN tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing," ujar Prasetyo.
Pergantian kepemimpinan diklaim sebagai awal yang baik untuk meningkatkan kualitas MBG. "Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program makan bergizi gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita," kata Prasetyo.
Sebagai informasi, anggaran yang dialokasikan untuk BGN dalam rangka pelaksanaan MBG pada tahun ini mencapai Rp268 triliun. Hingga April 2026, realisasi belanja MBG sudah Rp75 triliun atau naik 35,53% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
MBG sudah tersalur kepada 62 juta penerima manfaat yang terdiri atas 48,8 juta siswa sekolah dan 13,2 juta penerima manfaat selain siswa. (dik)
