JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah telah membayarkan manfaat pensiun untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri senilai Rp166,5 triliun sepanjang Januari-Desember 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara meyakini pembayaran dana pensiun berjalan sesuai rencana dan jumlah yang dibayarkan pun meningkat sebesar 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi dana pensiun hanya Rp160,5 triliun.
"Pembayaran pensiun juga on track tumbuh 3,7%, tersalurkan Rp166,5 triliun," ujarnya, dikutip pada Sabtu (10/1/2026).
Suahasil melaporkan manfaat pensiun tersebut disalurkan untuk pembayaran Taspen senilai Rp146,1 triliun dan Asabri senilai Rp20,4 triliun. Realisasi keduanya pun tumbuh positif, masing-masing sebesar 3,8% dan 3,3%.
Dia menyebut terdapat kenaikan 100.000 orang pensiunan selama setahun. Adapun orang pensiunan yang mendapatkan manfaat pensiun naik dari 3,63 juta pada 2024 menjadi sebanyak 3,73 juta pada 2025.
Dalam 5 tahun terakhir, Kementerian Keuangan juga mencatat realisasi pembayaran pensiun cenderung meningkat. Pada 2021, pembayaran pensiun hanya mencapai Rp127,7 triliun, lalu pada 2022 naik 3,1% menjadi Rp131,6 triliun.
Selanjutnya, pembayaran pensiun pada 2023 naik sebesar 4,8% dan nominalnya tercatat sebesar Rp138,0 triliun. Kemudian, pembayaran pensiun pada 2024 melonjak 16,3% menjadi Rp160,5 triliun, dan pada 2025 tumbuh 3,7% atau senilai Rp166,5 triliun.
Secara keseluruhan, Kemenkeu mencatat realisasi belanja pemerintah pusat mencapai mencapai Rp2.602,3 triliun. Pagu itu digelontorkan untuk belanja kementerian/lembaga senilai Rp1.500,4 triliun, sudah termasuk pembayaran manfaat pensiun. (dik)
