U.S. President Donald Trump signs executive orders in the Oval Office at the White House in Washington, U.S., January 30, 2025. REUTERS/Elizabeth Frantz
WASHINGTON D.C., DDTCNews - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan menerapkan beberapa pengecualian dalam pengenaan bea masuk resiprokal.
Penerapan bea masuk resiprokal akan berdampak buruk terhadap masyarakat bila kebijakan tersebut diterapkan secara penuh tanpa ada pengecualian.
"Akan ada beberapa pengecualian, saat ini pembahasannya sedang berlangsung. Namun, pengecualian yang diberikan tidak terlalu banyak," ujar Trump, dikutip Rabu (2/4/2025).
White House dalam klarifikasinya pun menyatakan AS tidak akan mempertimbangkan kebijakan nontarif sebagai landasan untuk mengenakan bea masuk resiprokal terhadap barang yang diimpor dari negara mitra.
Contoh, AS tidak akan mengenakan bea masuk resiprokal atas negara yang menerapkan kebijakan nontarif seperti PPN, ketentuan impor, hambatan teknis perdagangan, subsidi, manipulasi nilai tukar mata uang, dan lain-lain.
Sebagai informasi, AS akan memberlakukan bea masuk resiprokal mulai 2 April 2025. Bea masuk resiprokal diberlakukan bila bea masuk yang dikenakan AS lebih rendah dibandingkan dengan bea masuk yang dikenakan oleh negara mitra.
Bea masuk resiprokal dianggap perlu mengingat selama ini bea masuk yang dikenakan oleh AS atas impor dari negara mitra cenderung sangat rendah bila dibandingkan dengan bea masuk yang dikenakan oleh negara mitra atas produk AS.
"Kurangnya timbal balik ini adalah salah satu sumber defisit neraca perdagangan AS. Pasar negara mitra yang tertutup telah mengurangi ekspor AS, sedangkan pasar AS yang terbuka telah menghasilkan impor yang signifikan. Keduanya melemahkan daya saing AS," tulis White House.
Terlepas dari argumen tersebut, rencana penerapan bea masuk resiprokal disambut negatif oleh masyarakat AS. Indeks kepercayaan konsumen AS tercatat turun dari 98,3 pada Februari 2025 menjadi 92,9 pada Maret 2025. (sap)