Review
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Bea Cukai Luncurkan Kawasan Berikat Mandiri, Apa Itu?

A+
A-
1
A+
A-
1
Bea Cukai Luncurkan Kawasan Berikat Mandiri, Apa Itu?

Foto bersama saat peluncuran Kawasan Berikat Mandiri. 

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) meluncurkan terobosan baru berupa Kawasan Berikat Mandiri untuk menstimulus kegiatan ekspor.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan Kawasan Berikat Mandiri memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa dan menjaga kelancaran arus barang. Fasilitas ini merupakan lanjutan dari skema Kawasan Berikat. Otoritas memberikan kepercayaan yang besar kepada eksportir.

“Kawasan Berikat Mandiri menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan fasilitas yang terdahulu. Bea Cukai telah menciptakan konsep pengawasan yang tidak menghambat operasional pemasukan dan pengeluaran barang,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga: Dampak Pandemi Covid-19, DJBC Bakal Ubah Proses Bisnis Kepabeanan

Mardiasmo melanjutkan keunggulan dari Kawasan Berikat Mandiri adalah pelayanan rutin atas pemasukan barang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan penerima fasilitas atas persetujuan DJBC. Pelayanan itu mencakup pengecekan kebenaran sarana pengangkut serta kesesuaian dan kebutuhan tanda pengaman, pelepasan tanda pengaman, dan pemantauan pelaksanaan stripping.

Selain itu, kegiatan pengeluaran barang – yang terdiri dari pemantauan pelaksanaan stuffing barang, pelekatan tanda pengaman, dan pengecekan saat keluar barang termasuk saat ekspor – juga dapat dilakukan oleh perusahaan yang masuk dalam skema Kawasan Berikat Mandiri.

Untuk menjaga kepatuhan pengguna jasa, kegiatan mandiri yang dilakukan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat Mandiri harus dilaporkan secara real time. Mekanisme pelaporan menggunakan aplikasi gate mandiri yang terhubung dengan sistem informasi kepabeanan atau CEISA di Tempat Penimbunan Berikat.

Baca Juga: Hingga 8 Mei, DJBC Bebaskan Cukai Etil Alkohol Senilai Rp1,37 triliun

“Untuk tetap memastikan pengawasan tetap dijalankan, DJBC mengubah sistem pengawasan menjadi berbasis manajemen risiko serta memanfaatkan teknologi dan informasi,” ungkap Mardiasmo.

Sebagai informasi, statistik DJBC menunjukan saat ini terdapat 1.372 Kawasan Berikat di seluruh Indonesia yang telah berkontribusi terhadap perekonomian. Total ekspor Kawasan Berikat senilai US$47,12 miliar atau Rp662 triliun dan total investasi Kawasan Berikat senilai Rp178,47 triliun.

Dari total Kawasan Berikat tersebut, telah ditetapkan sebanyak 119 Kawasan Berikat Mandiri yang diluncurkan pada hari ini. Jumlah ini telah melebihi target yang ditetapkan dalam roadmap Kawasan Berikat Mandiri sebanyak 100 Kawasan Berikat. (kaw)

Baca Juga: DJBC: 55% Impor Barang Penanganan Covid-19 dari China
Topik : bea cukai, kawasan berikat, kawasan berikat mandiri, ekspor
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 24 April 2020 | 12:36 WIB
PMK 34/2020
Kamis, 23 April 2020 | 16:00 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN
Kamis, 23 April 2020 | 09:29 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 17 April 2020 | 08:09 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Selasa, 26 Mei 2020 | 19:30 WIB
AUDIT BPK
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:53 WIB
AUDIT
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:06 WIB
CUKAI EMISI KARBON
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:17 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:11 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:41 WIB
KOTA SUKABUMI
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:27 WIB
KABUPATEN BULUNGAN
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:14 WIB
FILIPINA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:01 WIB
EKONOMI DIGITAL
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:00 WIB
KONSULTASI