Review
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 17 September 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 17 September 2021 | 17:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 17 September 2021 | 16:56 WIB
PROFIL PERPAJAKAN MAKAU
Jum'at, 17 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Minggu, 19 September 2021 | 16:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Sabtu, 18 September 2021 | 13:13 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 17 September 2021 | 21:39 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 17 September 2021 | 14:00 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Barang Kena Cukai, Tarif, dan Harga Dasar

A+
A-
1
A+
A-
1
Barang Kena Cukai, Tarif, dan Harga Dasar

CUKAI adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang dengan sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam Undang-Undang No.11 Tahun 1995 s.t.d.t.d. Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai (UU Cukai). Adapun karakteristik dan sifat barang yang dikenakan cukai sudah dibahas pada artikel sebelumnya.

Berdasarkan pada Pasal 4 UU Cukai, cukai dikenakan terhadap barang kena cukai (BKC) yang terdiri dari 3 komoditas. Pertama, etil alkohol atau etanol, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya.

Etil alkohol atau etanol ialah barang cair, jernih, dan tidak berwarna, yang diperoleh baik secara peragian dan/atau penyulingan maupun secara sintesa kimiawi.

Baca Juga: DJBC Prediksi Setoran Cukai Minuman Beralkohol Membaik Tahun Ini

Kedua, minuman yang mengandung etil alkohol dalam kadar berapa pun, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya, termasuk konsentrat yang mengandung etil alkohol.

Minuman yang mengandung etil alkohol adalah semua barang cair yang lazim disebut minuman yang mengandul etil alkohol yang dihasilkan dengan cara peragian, penyulingan, atau cara lainnya, seperti bir, shandy, anggur, gin, whisky, dan yang sejenisnya.

Adapun konsentrat yang mengandung etil alkohol ialah bahan yang mengandung etil alkohol yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan minimal yang mengandung etil alkohol.

Baca Juga: Tantangannya Memang Tak Mudah, tapi Kami Siapkan Strateginya

Ketiga, hasil tembakau yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya. Adapun sigaret dapat terdiri dari sigaret kretek, sigaret putih, dan sigaret kelembak kemenyan. Uraian lebih lanjut dari masing-masing jenis hasil tembakau tersebut dapat ditemukan dalam penjelasan Pasal 4 UU Cukai.

Tarif Cukai dan Harga Dasar
SAAT ini, Pasal 5 UU Cukai telah mengatur batasan paling tinggi untuk tarif BKC. Dalam pasal a quo, untuk hasil tembakau yang dibuat di Indonesia dikenakan tarif sebesar 57% dari harga jual eceran atau 275% dari harga jual pabrik. Sementara itu, hasil tembakau yang diimpor dikenakan tarif 275% dari harga dasar berupa nilai pabean ditambah bea masuk atau 57% dari harga jual eceran.

Selanjutnya, BKC lainnya dikenai cukai berdasarkan tarif paling tinggi sebesar 1.150% dari harga jual pabrik dan 80% dari harga jual eceran. Selain itu, terdapat besaran tarif yang berbeda untuk BKC lainnya yang diimpor sebesar 1.150% dari nilai pabean ditambah bea masuk dan 80% berdasarkan harga jual eceran. Adapun besaran tarif lebih detail atas BKC diatur lebih lanjut dalam aturan turunan.

Baca Juga: Ini 5 Kelompok Biaya yang Dapat Insentif Supertax Deduction Vokasi

Untuk tarif BKC atas etil alkohol dan minuman serta konsentrat yang mengandung etil alkohol diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 158/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Etil ALkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol (PMK 158/2018).

Lampiran PMK 158/2018 menyebutkan untuk etil alkohol, tarif per liter untuk produk dalam negeri dan impor ialah sebesar Rp20.000. Tarif tersebut berlaku untuk seluruh jenis etil alkohol dengan kadar berapapun.

Selanjutnya, konsentrat yang mengandung etil alkohol dikenakan tarif cukai sebesar Rp1.000 untuk produksi dalam negeri dan impor. Sama halnya dengan etil alkohol, tarif sebagaimana dimaksud berlaku untuk seluruh jenis konsentrat padat dan cair dengan kadar berapapun. Sementara itu, tarif minuman yang mengandung etil alkohol dikelompokkan menjadi 3 golongan sebagai berikut.

Baca Juga: RUU Larangan Minuman Beralkohol Digodok, Begini Masukan Bea Cukai


Lebih lanjut, perincian tarif cukai untuk hasil ditembakau diatur secara tersendiri dalam PMK No. 198/PMK.010/2020 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (PMK 198/2020). Pengusaha pabrik hasil tembakau dikelompokkan dalam jumlah golongan pengusaha berdasarkan masing-masing jenis dan jumlah produksi hasil tembakau sesuai dengan batasan jumlah produksi pabrik.

Adapun golongan pengusaha pabrik hasil tembakau tercantum dalam Lampiran I beleid ini dengan rincian sebagai berikut.

Baca Juga: Diterapkan Tahun Depan, Cukai Kantong Plastik Dipatok Rp700/Lembar


Dalam Pasal 5 disebutkan tarif CHT ditetapkan dengan menggunakan jumlah dalam rupiah untuk setiap satuan batang atau gram hasil tembakau. Besaran tarif CHT didasarkan pada jenis hasil tembakau, golongan pengusaha, dan batasan harga jual eceran (HJE) per batang atau gram.

Khusus untuk jenis hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), tarif CHT ditetapkan sebesar 57% dari HJE yang diajukan oleh pengusaha pabrik hasil tembakau atau importir tercantum dalam Lampiran II PMK 198/2020.

Baca Juga: Mulai Oktober, Otoritas Wajibkan Produk Rokok Ditempel Stempel Khusus

Batasan HJE per batang atau gram dan tarif cukai per batang atau gram, untuk setiap jenis hasil tembakau dari masing-masing golongan pengusaha pabrik hasil tembakau tercantum dalam Lampiran III PMK 198/2020 dengan perincian sebagai berikut.


Tarif cukai dan batasan HJE terendah per batang atau gram untuk setiap jenis hasil tembakau yang diimpor tercantum dalam Lampiran IV PMK 198/2020. Adapun perincian tarif cukai dan HJE minimum hasil tembakau yang diimpor ialah sebagai berikut.

Baca Juga: Ini 5 Pelanggaran Pajak yang Dikenai Sanksi Administrasi Denda



Topik : kelas pajak, cukai, kelas cukai, tarif cukai, harga dasar

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 04 September 2021 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Menko Airlangga Matangkan Rencana Simplifikasi Tarif Cukai Rokok

Sabtu, 04 September 2021 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Apa Saja Kewajiban Pengusaha Kawasan Berikat? Ini Penjelasan DJBC

Jum'at, 03 September 2021 | 18:20 WIB
AGENDA PERPAJAKAN

Ada Webinar Gratis Soal Cukai Hasil Tembakau, Berminat?

Kamis, 02 September 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Tarif Cukai Rokok 2022 Digodok, Pemerintah Kumpulkan Masukan Pengusaha

berita pilihan

Minggu, 19 September 2021 | 16:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Mendongkrak Pembangunan Berkelanjutan dengan Sejumlah Kebijakan Pajak

Minggu, 19 September 2021 | 15:30 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR

Pemprov Ingatkan Warga Soal Pemutihan Pajak Kendaraan

Minggu, 19 September 2021 | 15:00 WIB
BRASIL

Biayai Penanganan Pandemi, Tarif Pajak Transaksi Keuangan Dinaikkan

Minggu, 19 September 2021 | 14:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Biaya Jabatan dan Pensiun dalam Penghitungan PPh Pasal 21

Minggu, 19 September 2021 | 14:00 WIB
FILIPINA

Terdampak Pandemi, Asosiasi Sekolah Swasta Minta Insentif Pajak

Minggu, 19 September 2021 | 12:00 WIB
PROVINSI LAMPUNG

Segera Berakhir, Masyarakat Diimbau Segera Ikuti Pemutihan Pajak

Minggu, 19 September 2021 | 11:30 WIB
PENERIMAAN CUKAI

DJBC Prediksi Setoran Cukai Minuman Beralkohol Membaik Tahun Ini

Minggu, 19 September 2021 | 11:00 WIB
REPUBLIK CEKO

Proses Penegakan Hukum Dihentikan, Wajib Pajak Bisa Dapat Kompensasi

Minggu, 19 September 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN MALANG

Sektor Jasa Tertekan, Setoran Pajak PBB Bakal Dipacu